Jurnalistika
Loading...

Wayne Rooney: Gacor Jadi Pemain, Melempem Sebagai Pelatih

  • Arief Rahman

    03 Jan 2024 | 09:45 WIB

    Bagikan:

image

Waynee Rooney kanan berseragam MU, kiri sebagai pelatih. (Dok. Mark Robinson/The Sun dan AP/Alex Brandon)

jurnalistika.id –  Karier Wayne Rooney sebagai pemain dan pelatih tampak kontras. Betapa tidak, saat masih menjadi pemain dia merupakan salah satu striker tajam dan momok bagi lawan, terlebih ketika masih berseragam Manchester United.

Namun, kariernya sebagai pelatih tampaknya tidak semulus ketika masih berlari-lari di atas rumput hijau. Sebab, setiap klub yang ditangani eks striker Timnas Inggris ini belum bisa menunjukkan performa bagus.

Terbaru, Wayne Rooney baru saja dipecat sebagai pelatih Birmingham City. Sebab, klub yang baru ia bela selama tiga bulan itu punya performa buruk, dan puncaknya ketika kembali menelan kekalahan pada laga melawan Leeds United divisi Championship.

Rooney bergabung dengan Birmingham pada Oktober 2023 lalu. Sebelum ia datang, skuad berjuluk The Blues itu berada di peringkat enam Championship.

Baca juga: 4 Fakta Menarik Sir Jim Ratcliffe, Miliarder yang Beli 25 Persen Saham Manchester United

Namun, setelah ditangani Wazza (julukan Rooney) Birmingham terjun jauh ke peringkat 20. Pasalnya, dalam 15 pertandingan yang ditangani, Rooney hanya memenangkan dua laga yang artinya persentase kemenangannya hanya 13 persen.

CEO Birmingham City, Garry Cook mengatakan jajaran direksi klub merasa bahwa hasil yang diraih sangat jauh dari ekspektasi. Karenanya, mereka mengambil keputusan untuk memberhentikan Rooney bersama dengan pelatih tim utama, Carl Robinson.

“Kami berkomitmen untuk melakukan apa yang diperlukan membuat kesuksesan bagi St.Andrew’s,” ujar Garry Cook.

Melempem Juga Saat Menangani Klub Sebelumnya

Sebelum berlabuh ke Birmingham City Rooney sempat melatih dua tim, yaitu tim dari divisi ketiga Liga Inggris alias League One. Derby County dan tim MLS, DC United. Saat menangani kedua tim itu Wazza juga tidak menunjukkan performa bagus.

Bahkan Derby County yang saat ditanganinya masih berada di divisi Championship harus turun kasta ke League One. Meski tidak dipecat, Rooney memutuskan untuk mundur waktu itu lantaran menurutnya klub butuh energi baru.

Sementara ketika menjadi juru taktik DC United, Rooney juga mundur setelah klub tersingkir dari pertandingan playoff MLS. Walaupun menang atas New York City pada laga terakhir, hasil di tempat lain membuat mereka keluar dari sembilan besar di Wilayah Timur.

Tercatat Rooney memainkan 53 pertandingan bersama DC United. Dari keseluruhan, dia menelan kekalahan sebanyak 26 kali, imbang 13 kali dan menang 14 kali.

Wayne Rooney Cemerlang Sebagai Pemain

Penggemar Liga Inggris atau setidaknya fans Manchester United pasti mengenal sosok Wayne Rooney. Sebab saat Setan Merah masih berada di masa jayanya, Rooney adalah salah satu striker paling mematikan yang pernah dimiliki The Reds Devils.

Memang Manchester United bukan satu-satunya klub yang ia bela semasa masih aktif sebagai pemain profesional. Rooney adalah jebolan akademi Everton dan sempat bermain di klub senior selama dua musim.

Namun, momen paling cemerlang baginya adalah ketika membela Setan Merah. Teman duetnya kala itu seperti Cristiano Ronaldo, Tevez, hingga Berbatov.

Rooney bisa dikatakan sebagai momok bagi pemain bertahan lawan. Ketajaman instingnya dalam mencetak gol, tendangan keras, dan akurasi tembakan merupakan kualitas yang dimiliki Wazza.

Tercatat Rooney mencatatkan 253 gol dalam 559 penampilan selama 13 tahun di Manchester United. Adapun dari keseluruhan gol yang ia koleksi selama menjadi pemain yaitu sebanyak 313 gol dari 764 penampilan.

Wazza juga sudah memenangkan 15 trofi bersama Manchester United. Lima trofi Premier League, tiga Carling Cup, empat Community Shield, satu Liga Champions, satu Piala Dunia Antarklub, dan satu Piala FA.

Meski begitu, Wayne Rooney bukanlah satu-satunya sosok yang cemerlang ketika jadi pemain tetapi melempem saat jadi pelatih. Ada banyak pemain hebat lain yang juga tidak mampu meniti karier kepelatihan yang hebat.

Sebut saja Filippo Inzaghi dari AC Milan yang pernah memegang rekor top skor sepanjang masa Liga Champions. Kemudian ada juga Andrea Pirlo dan Gennaro Gattuso.

Baca berita Jurnalistika lainnya di Google News, klik di sini.

Birmingham City

Manchester United

Wayne Rooney


Populer

Bertabur Promo Sambut HUT DKI Jakarta 2024, Ada Tiket Gratis Ancol
Tentang Kami
Karir
Kebijakan Privasi
Pedoman Media Siber
Kontak Kami