Jurnalistika
Loading...

Picu Kematian 9 Orang di Jawa Timur, Apa Itu Leptospirosis?

  • Anton Fathoni

    08 Mar 2023 | 21:15 WIB

    Bagikan:

image

Ilustrasi penyakit leptospirosis (Pixabay)

jurnalistika.id – Sebanyak 249 orang di Jawa Timur dilaporkan terjangkit penyakit Leptospirosis hingga Maret 2023. Dari jumlah itu, sembilan orang dilaporkan meninggal dunia.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur mencatat, wabah Leptospirosis menyerang beberapa wilayah, seperti Malang, Gresik, Probolinggo, Lumajang dan Pacitan. Daerah Pacitan menjadi wilayah yang melaporkan kasus kematian mencapai 3 orang akibat infeksi penyakit tersebut.

Apa itu Leptospirosis?

Leptospirosis merupakan jenis penyakit Zoonosis yang disebabkan oleh infeksi bakteri Leptospira interrogans yang menular dari hewan ke manusia. Bentuk dari bakteri ini memanjang spiral, dengan waktu inkubasi antara 2-4 Minggu atau satu bulan.

Dokter RS Advent Medan Gunawan Hutagalung mengatakan, bakteri ini berasal dari urin hewan yang dapat menular kepada manusia melalui mata, mulut maupun luka manusia.

“Cara penularan nya adalah terutama dari hewan tikus yang sudah terinfeksi dengan bakteri Leptospira, dari air kencing yang bercampur air lalu mengenai mata,” terangnya dari YouTube Hope Channel Indonesia, dikutip Rabu (8/3/23).

Hewan yang terinfeksi bisa saja dalam urinnya terkandung bakteri patogen ini. Adapun hewan-hewan yang berpotensi menjadi agen penyalur karena terinfeksi adalah hewan-hewan domestik.

Penularan Penyakit Leptospirosis

Hewan-hewan yang berpotensi terjangkit Bakteri Leptospira interrogans adalah hewan-hewan peliharaan seperti sapi babi. Juga hewan domestik seperti anjing. Selain itu hewan liar pengerat seperti tikus menjadi agen yang paling berpotensi karena habitatnya di tempat kotor.

Air kencing tikus yang mengandung bakteri dan bercampur dengan tempat-tempat manusia berkecimpung seperti bak kamar mandi bisa saja menginfeksi manusia melalui mata, mulut dan luka. Bakteri bisa tahan hingga berbulan-bulan lamanya didalam tanah dan air dengan tingkat kelembaban dan suhu yang hangat.

Penularan pun bisa dari gigitan hewan yang terinfeksi. Apabila manusia terinfeksi bakteri tersebut membutuhkan waktu inkubasi beberapa Minggu setelah itu barulah gejala akan muncul.

Gejala Leptospirosis

Gejala yang dimaksud seperti demam secara mendadak, mata terlihat kekuningan/kemerahan pada bagian putih mata, nyeri otot terutama pada bagian pergelangan, ruam pada tangan, menggigil. Apabila terus dibiarkan dan tidak mendapat perawatan medis maka bisa saja menyebabkan kematian bagi penderita.

Bakteri akan masuk kedalam organ-organ dalam sehingga menyebabkan kerusakan padanya. Apabila tidak mendapat pertolongan komplikasi bisa saja lebih serius bakteri menginfeksi otak sehingga menyebabkan meningitis, gagal hati bahkan gagal ginjal.

Masyarakat yang berpotensi tinggi terjangkit penyakit ini adalah petani, dan juga pengangkut sampah. Hal itu karena mereka kontak langsung dengan lingkungan berair dan kotor.

Pencegahan

Untuk menghindari penyakit ini, sementara waktu anda tidak berenang dulu di tempat yang melimpah air seperti sungai maupun danau. Berjalan di air yang mungkin di dalamnya ada bakteri tersebut, dan apabila luka di bagian kaki misalnya segera diberi plester.

Selain itu jaga jarak dengan hewan peliharaan yang mungkin telah terinfeksi. Menjaga lingkungan agar tetap bersih sehingga hewan kotor seperti tikus tidak bersarang di lingkungan kotor tersebut.

Baca berita lainnya di Google News, klik di Sini.

Anton (internship)

leptospirosis


Populer

Bertabur Promo Sambut HUT DKI Jakarta 2024, Ada Tiket Gratis Ancol
Tentang Kami
Karir
Kebijakan Privasi
Pedoman Media Siber
Kontak Kami