Jurnalistika
Loading...

Mengenal Operasi Bariatrik, Jenis, Manfaat, dan Risikonya

  • Arief Rahman

    21 Jun 2023 | 16:15 WIB

    Bagikan:

image

Ilustrasi Operasi. (Freepik/wavebreakmedia-micro)

jurnalistika.id – Operasi Bariatrik baru-baru sedang banyak dibicarakan publik di media sosial hingga masuk trending di laman Google. Berikut jenis, metode, risiko dan perawatannya.

Dilansir dari laman Siloam Hospitals, operasi bariatrik merupakan suatu prosedur yang dilakukan untuk membantu pasien terhindar dari penyakit komplikasi akibat obesitas. Bisa juga disebabkan penyakit metabolik lainnya dengan tujuan penurunan berat badan.

Secara umum, metode ini lebih disarankan untuk penderita obesitas morbid. Terutama bagi seseorang yang gagal menurunkan berat badan meski sudah melakukan program diet. Begitu juga yang telah menjaga pola makan sehat dan beraktivitas fisik dalam kurun waktu tertentu.

Berdasarkan namanya, batriatrik berasal dari kata baros yang berarti berat atau besar. Karenanya, istilah tersebut juga dapat dikatakan sebagai ilmu yang menangani pasien dengan berat badan berlebih.

Namun, berat badan berlebih yang dimaksud adalah obesitas morbid atau obesitas kelas 3. Artinya, seseorang memiliki indeks massa tubuh (IMT) di atas 40 atau IMT di atas 35 dengan komplikasi akibat obesitas.

Jenis-jenis Operasi Bariatrik

Prosedur ini memiliki beberapa jenis yang umum dilakukan,. Seperti Gastric bypass, diartikan sebagai metode memisahkan lambung menjadi dua bagian. Yaitu, bagian atas yang berukuran lebih kecil dan bagian bawah yang lebih besar.

Baca juga: 3 Faktor Orang Kecanduan PMO Menurut OpenAI Chat, Apa Saja?

Selain itu, usus halus juga akan dipotong menjadi lebih pendek dan langsung disambungkan dengan bagian lambung yang berukuran kecil. Tujuannya, untuk mengurangi ruang tampung makanan di lambung dan mengurangi penyerapan nutrisi dari makanan di usus halus.

Kemudian, ada juga jenis sleeve gastrectomy yang dilakukan dengan membuat sekitar 75-80 persen bagian lambung. Lalu akan disisakan bagian lambung berbentuk ramping dan memanjang. Fungsinya daya tampung lambung pun berkurang secara signifikan dan pasien menjadi lebih cepat kenyang.

Selain itu, ada juga jenis Adjustable gastric band dengan cara lambung diikat dengan sebuah alat khusus menyerupai cincin. Selanjutnya, biliopancreatic diversion with duodenal switch yang merupakan jenis dengan memotong lambung dan disambungkan langsung dengan bagian akhir usus halus.

Manfaat Operasi

Beberapa manfaat dari operasi bariatrik adalah menurunkan berat badan dalam jangka waktu lama. Menurut penelitian, lebih dari 90 persen penderita obesitas yang menjalani cara pengobatan ini mengalami penurunan berat badan dan mempertahankannya setidaknya 1-5 tahun.

Manfaat lain dapat meningkatkan potensi harapan hidup dan meningkatkan kualitas hidup. Alasanya, karena penyakit komplikasi akibat obesitas dapat diminimalisasi. Pasien merasa lebih percaya diri dan dapat terbebas dari gejala depresi.

Risiko Terhadap Pasien

Meski dikenal dengan tindakan yang efektif untuk menurunkan berat badan. Tetapi operasi bariatrik juga memiliki risiko seperti pendarahan, infeksi, terbentuknya emboli. Kebocoran pada lambung atau usus yang dijahit hingga kesulitan bernapas.

Sementara risiko dalam jangka panjang seperti timbul masalah kesehatan karena gangguan penyerapan nutrisi. Mengalami kesulitan makan dan sering mual, diare, berkeringat, pusing, serta lemas setelah makan. Kemungkinan juga mengalami hernia dan muncul luka atau lubang di saluran cerna.

Baca berita Jurnalistika lainnya di Google News, klik di Sini.

(arn/red)


Konten Sponsor

Populer

Angin Puting Beliung Ngamuk di Rancaekek-Jatinangor, BMKG Beri Penjelasan
Tentang Kami
Karir
Kebijakan Privasi
Pedoman Media Siber
Kontak Kami