Jurnalistika
Loading...

Mengenal Kratom, Tanaman Hijau yang Sedang Dibahas Jokowi

  • Arief Rahman

    21 Jun 2024 | 10:45 WIB

    Bagikan:

image

Presiden Jokowi. Kratom dibahas dalam rapat internal di Istana Presiden, Jakarta Pusat. (Dok. Pixabay, setkab.go.id)

jurnalistika.id – Tanaman kratom sedang mendapat sorotan hingga dibahas Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat internal di Istana Negara, Jakarta. Pasalnya tanaman berwarna hijau itu disebut-sebut memiliki efek sedatif (penenang) sehingga dinilai perlu ada aturan tata niaga khusus.

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko menyampaikan dalam rapat internal yang diadakan, Jokowi meminta Kementerian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) hingga Kemenkes melanjutkan riset tentang keamanan kratom.

“Tadi arahan Bapak Presiden, pertama supaya Kemenkes, BRIN, dan BPOM untuk melanjutkan riset sesungguhnya yang aman seperti apa untuk masyarakat,” kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta Pusat, Kamis (20/6/2024).

Baca juga: Jokowi Buka Suara Soal Usulan Pelaku Judi Online Dapat Bansos: Nggak Ada

Sebelumnya, tanaman kratom juga telah menjadi polemik di tengah masyarakat. Hal ini dikarenakan pengaruh penggunaan kratom yang dinilai mirip narkotika. Lantas apa itu sebenar kratom?

Mengenal Tanaman Kratom

Dilansir dari situs resmi BNN, kratom merupakan tanaman asli Indonesia yang tumbuh di sekitar hutan Kalimantan. Kratom memiliki daun berwarna hijau yang termasuk dalam kelas tumbuhan Rubiaceae dan masih satu keluarga dengan tanaman kopi.

Kratom sering digunakan oleh masyarakat sekitar untuk keperluan herbal, seperti obat batuk, diabetes, hingga pereda sakit. Namun, dapat memberikan efek sedatif apabila digunakan dengan dosis yang lebih tinggi.

Selain itu, dalam penelitian Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menemukan kratom memiliki sifat opioid atau pereda rasa nyeri. Di dalamnya disebut ada lebih dari 20 alkaloid yang bermanfaat untuk meredakan rasa sakit.

Baca juga: 6 Khasiat Sarang Lebah dan Cara Aman Mengkonsumsinya

Tak hanya itu, kratom juga mengandung mitragynine yang berfungsi sebagai agonis resepto kappa-opioid. Kandungan itu mampu memberikan efek 13 kali lebih kuat dari morfin.

Khasiat Kratom

Kratom diketahui dapat digunakan untuk obat herbal seperti obat stimulan yang tujuannya merangsang energi dan kewaspadaan. Daun ini juga bisa berperan sebagai antiinflamasi serta relaksasi otot.

Kemudian, duan kratom disebut-sebut juga mampu menghentikan gejala kecanduan dari heroin, morfin serta obat opioid lain. Meski begitu, penelitian lebih lanjut masih diperlukan mengenai sederet khasiat ini.

Efek Samping

Penting pula diketahui, kratom memiliki berbagai efek samping. Seperti dijelaskan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), penggunaan duan ini telah menyebabkan 28 kasus infeksi salmonella di 20 negara bagian pada 2018. Orang yang mengalaminya adalah pengonsumsi dalam bentuk bubuk, teh, atau pil.

Baca juga: Manfaat TikTok Jadi Media Promosi Makin Digemari, Coba 5 Strategi Marketing Ini

Kandungan mitragynine dalam daun kratom juga memberikan efek kecanduan bila dikonsumsi dalam dosis tinggi. Sehingga dapat menimbulkan efek seperti mual, berkeringat, tremor, sulit tidur, delusi, halusinasi, hingga kecanduan.

Kratom juga disebut dapat memberikan dampak memperburuk gejala gangguan kesehatan menta. Selain itu, berbahaya digunakan oleh ibu hamil dan menyusui.

Baca berita Jurnalistika lainnya di Google News, klik di sini

jokowi

kratom


Populer

Sejarah Kesultanan Banten Ubah Jalan Perdagangan Nusantara
Tentang Kami
Karir
Kebijakan Privasi
Pedoman Media Siber
Kontak Kami