Jurnalistika
Loading...

David Beckham Idap OCD, Kenali Gejala dan Cara Mengobatinya

  • Arief Rahman

    02 Mei 2023 | 11:15 WIB

    Bagikan:

image

Legenda sepak bola Inggris, David Beckham. (Instagram @davidbeckham)

jurnalistika.id – Pemain sepak bola legenda Inggris David Beckham mengungkapkan dirinya mengalami obsessive compulsive disorder (OCD) atau gangguan obsesif kompulsif. Seperti yang ia ungkapkan dalam serial dokumenter yang dirilis layanan streaming Netflix.

Pada 2006, David Beckham juga pernah mengakui dirinya mengidap OCD dalam wawancaranya dengan ITV. Mantan pemain Manchester United pun telah berusaha untuk berhenti melakukan apa yang dilakukan saat OCD meskipun gagal.

Menurutnya, gangguan obsesif kompulsif akan membuat dirinya harus memiliki segalanya dalam garis lurus atau semua harus berpasangan. Bahkan, ketika ia harus menaruh suatu benda maka semuanya harus sempurna.

Baca juga: Mengenal Post Holiday Blues, Rasa Sedih Usai Liburan: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Sementara dikutip dari The Guardians, Beckham bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk membersihkan seluruh rumah pada malam hari. Padahal semua keluarganya masih tertidur pulas semua.

Mengenal OCD

Dilansir dari laman Psychiatry, OCD adalah gangguan di mana orang memiliki pikiran, ide, atau sensasi berulang yang tidak diinginkan (obsesi). Karenanya, mereka akan merasa terdorong untuk melakukan sesuatu secara berulang agar bisa menghilangkan pikiran tersebut.

Misalnya seperti mencuci atau membersihkan tangan, memeriksa sesuatu, dan tindakan mental seperti menghitung atau aktivitas lainnya. Hal tersebut dapat secara signifikan mengganggu aktivitas sehari-hari dan interaksi sosial seseorang.

Akan tetapi banyak orang yang tidak mengalami OCD tetapi memiliki pikiran yang menyusahkan atau membuat tindakan berulang. Hanya saja, ini biasanya tidak mengganggu kehidupan sehari-sehari.

Gejala Gangguan Obsesif Kompulsif

Adapun gejala utama OCD adalah obsesi dan kompulsi yang mengganggu aktivitas normal. Kendati demikian, masih perlu diagnosis dokter apakah seseorang mengalami OCD atau mengalami masalah mental lainnya.

Beberapa contoh dari gejala obsesi yaitu takut bersentuhan dengan zat yang dianggap terkontaminasi, seperti kuman atau kotoran. Kemudian, takut melakukan kesalahan, perhatian berlebihan dengan moralitas, perasaan ragu atau jijik, hingga perlu kepastian terus menerus.

Sementara contoh dari gejala kompulsi adalah mengatur barang-barang dengan cara yang sangat spesifik. Suka mandi, membersihkan atau mencuci tangan berulang-ulang, sampai berulang kali memeriksa barang-barang seperti kunci, saklar dan pintu.

Cara Mengobatinya

Menurut situs NHS, perawatan OCD bisa dengan Psikoterapi sebuah proses penyembuhan dengan cognitive behavioral therapy (CBT) atau terapi perilaku kognitif. Selanjutnya, bisa mengkonsumsi obat-obatan tertentu yang sesuai dengan anjuran ahli.

Bisa juga dengan mengikuti program perawatan intensif rawat jalan dan residensial. Sedangkan bagi orang dewasa berusia 18 tahun ke atas bisa melakukan deep brain stimulation.

Meski begitu, jika merasa sedang mengalami OCD dan sangat mengganggu diri sendiri. Langkah paling tepat yang dilakukan adalah mendatangi ahli dan menceritakan semuanya, agar mendapat penanganan yang sesuai.

Baca berita dan ikuti jurnalistika di Google News, klik di Sini.

(arn/red)

David Beckham

kesehatan

OCD


Populer

Bertabur Promo Sambut HUT DKI Jakarta 2024, Ada Tiket Gratis Ancol
Tentang Kami
Karir
Kebijakan Privasi
Pedoman Media Siber
Kontak Kami