Jurnalistika
Loading...

Asal Usul Onde-Onde: Makan Khas Populer di Indonesia Ada Sejak Zaman Majapahit

  • Jurnalistika

    06 Jun 2024 | 11:15 WIB

    Bagikan:

image

Onde-onde. (Dok. Yummy App)

jurnalistika.id – Asal usul onde-onde tidak bisa dilepaskan dari zaman kerajaan di Nusantara. Berdasarkan sejarahnya onde-onde ini sudah ada sejak kerajaan Majapahit masih berdiri.

Onde-onde sangat populer di sejumlah daerah Indonesia terutama di Pulau Jawa. Hanya mungkin berbeda dalam penyebutan saja.

Namun, rupanya asal-usul makananan ini ternyata memiliki akar sejarah dari Tiongkok atau China. Kok bisa? Berikut ulasannya.

Sejarah Awal Onde-Onde

Sejarah onde-onde dapat ditelusuri hingga ke zaman Dinasti Tang di Tiongkok, sekitar abad ke-7. Pada masa itu, kue ini dikenal dengan nama “ludouzi,” yang berarti kue kacang hijau. 

Baca juga: Rekomendasi Lauk untuk Menemani Makan Soto Ayam dan Soto Sapi

Ludouzi adalah sejenis makanan yang terbuat dari tepung ketan yang diisi dengan pasta kacang hijau manis. Kemudian digoreng dan ditaburi biji wijen.

Kue ini sering dihidangkan pada saat perayaan atau acara-acara penting sebagai simbol keberuntungan dan kebahagiaan.

Perjalanan ke Nusantara

Pada abad ke-13, ketika perdagangan antara Tiongkok dan kepulauan Nusantara semakin intensif, onde-onde mulai diperkenalkan ke masyarakat Indonesia. Pedagang Tiongkok membawa serta budaya, tradisi, dan tentunya makanan mereka, termasuk onde-onde.

Melalui interaksi budaya ini, onde-onde mulai dikenal dan diterima oleh masyarakat Nusantara. Khususnya di wilayah pesisir utara Jawa seperti Semarang dan Surabaya.

Seiring berjalannya waktu, onde-onde mengalami beberapa perubahan dan adaptasi sesuai dengan selera lokal. Di Indonesia, onde-onde biasanya dibuat dengan tepung ketan dan diisi dengan pasta kacang hijau manis. 

Proses pembuatan ini mirip dengan versi Tiongkok. Tetapi dengan sedikit modifikasi sesuai dengan ketersediaan bahan dan preferensi rasa masyarakat lokal.

Baca juga: Tak Sampai 3 Jam dari Tangsel, Curug Ini Tawarkan Wisata Alam Eksotis Cocok untuk Healing

Tidak hanya itu, ada juga variasi onde-onde yang berbeda di berbagai daerah di Indonesia. Misalnya, di Mojokerto, Jawa Timur, onde-onde dikenal dengan ukuran yang lebih besar dan rasa yang khas sehingga sering disebut sebagai “onde-onde Mojokerto”. Sementara di Bali, onde-onde kadang-kadang diisi dengan kelapa parut manis, menambah keragaman rasa dari makanan ini.

Menjadi Simbolisme dan Kebudayaan

Onde-onde tidak hanya dikenal sebagai makanan ringan yang lezat, tetapi juga memiliki nilai simbolis dalam budaya Indonesia. Bentuknya yang bulat melambangkan kesatuan dan keutuhan.

Sementara taburan wijen di atasnya melambangkan kemakmuran dan keberuntungan. Onde-onde sering dijadikan sebagai hidangan dalam perayaan Imlek oleh komunitas Tionghoa di Indonesia, serta dalam berbagai upacara adat dan perayaan lainnya.

Baca berita Jurnalistika lainnya di Google News, klik di sini.

asal usul onde-onde

Onde-onde


Populer

Kominfo ‘Diperas’ Pelaku Penyerang Server PDN, Minta Bayaran 8 Juta Dollar AS
Tentang Kami
Karir
Kebijakan Privasi
Pedoman Media Siber
Kontak Kami