Jurnalistika

Ketahui Pengertian dan Peristiwa Penting Pada Bulan Sya’ban

  • Khazim Mahrur

    28 Feb 2022, 16:50 WIB

    Bagikan:

image

Ilustrasi (Dok: pixabay)

jurnalistika.id – Sebentar lagi kita akan memasuki bulan Sya’ban. Bulan Sya’ban pada tahun 1443 H atau 2022 M, jatuh pada hari Jum’at (4/3/2022).

Bulan Sya’ban merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Namun di balik keistimewaannya, banyak yang belum faham tentang pengertian Sya’ban itu sendiri serta berbagai peristiwa penting yang terjadi di bulan tersebut.

Berikut ini penjelasan tentang pengertian Sya’ban dan sederet peristiwa penting yang terjadi di bulan tersebut.

Apa itu bulan Sya’ban?

Salah satu kitab yang membahas tentang pengertian Sya’ban yaitu kitab Madza fi Sya’ban karya Sayyid Muhammad Alawy Al Maliky Al Makky. Pada halaman 5, Sayyid Muhammad Alawy mendefinisikan Sya’ban sebagai bulan yang memiliki banyak kebaikan.

Selain itu, ia mendefinikan Sya’ban sebagai jalan yang berada di pegunungan, yang dimaksud dalam hal ini juga adalah jalan kebaikan.

Kemudian ia menambahkan bahwa Sya’ban artinya tersebar luas atau nampak indah dan istimewa.

Dari definisi-definisi tersebut, Sya’ban dapat dipahami sebagai bulan yang penuh limpahan keberkahan, kebaikan dan keistimewaan.

Berbagai Peristiwa Penting di Bulan Sya’ban

Selain makna limpahan keistimewaan dan kebaikan yang terkandung, ternyata dalam bulan tersebut terjadi beberapa peristiwa-peristiwa penting.

Dalam kitab tersebut pada halaman 6-12 Sayyid Muhammad Alawy menjelaskan peristiwa-peristiwa penting yang terjadi pada bulan Sya’ban.

  • Tahwiil Al Qiblah

Tahwiil Al Qiblah artinya pemindahan arah kiblat dari Baitul Maqdis ke arah Ka’bah. Peristiwa pemindahan arah kiblat ini terjadi pada bulan ini. Pemindahan arah kiblat ini langsung dari Allah SWT.

Diceritakan bahwa Nabi Muhammad saw ingin sekali agar kiblat itu ditetapkan Allah ke arah Ka’bah. Oleh sebab itu, beliau sering menengadahkan mukanya ke langit menantikan wahyu yang akan memerintahkan perpindahan kiblat itu.

Maka, turunlah Surat Al Baqarah ayat 144 yang artinya: “Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya”.

  • Raf’u Al A’mal

Raf’u al A’mal diartikan sebagai laporan terkait amal perbuatan manusia. Pada bulan ini amal-amal atau perbuatan-perbuatan kita yang telah lalu dilaporkan kepada Allah SWT.

Dalam kitab tersebut dijelaskan bahwa raf’u al ‘A’mal pada bulan ini sebagai Raf’u al Akbar (pelaporan yang paling besar) dan Raf’u al Ausa’ (pelaporan yang paling luas). Kalau dianalogikan pelaporan ini sama seperti laporan tahunan.

Rasulullah SAW selalu berpuasa di bulan Syaban, karena beliau ingin agar saat Malaikat melaporkan amal perbuatannya, Rasulullah dalam keadaan sedang berpuasa.

  • Syahru  Sholaati ‘ala Nabiyyi Shallallahu Alaihi Wasallam

Bulan Sya’ban disebut sebagai Syahru sholawati ‘ala Nabiyi shalallahu alaihi wassalam, yaitu bulan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Di bulan Sya’ban ini, Allah SWT menurunkan ayat yang memerintahkan untuk bersholawat dan menyampaikan salam kepada Rasulullah.

Ayat yang dimaksud yaitu Surat Al Azhab 56: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”

Shalawat kepada Nabi merupakan ibadah yang istimewa, sebab bukan hanya kita saya yang diperintahkan untuk bershalawat kepada Nabi melainkan Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepadanya.

Atas dasar hal tersebut, maka kita dianjurkan untuk memperbanyak shalawat pada bulan Sya’ban ini. (KM)

Bulan syaban

Keistimewaan bulan syaban

Khazanah

Khazanah Islam

Sejarah Islam

Sya'ban


Tentang Kami
Karir
Kebijakan Privasi
Pedoman Media Siber
Kontak Kami