Jurnalistika
Loading...

Kisah Nabi Isa Dipaksa Mengajari Cara Menghidupkan Orang Mati, Endingnya Sangat Tragis!

  • Khazim Mahrur

    16 Apr 2023 | 13:55 WIB

    Bagikan:

image

Ilustrasi: Kisah Nabi Isa dipaksa menghidupkan orang mati. ()

jurnalistika.id – Salah satu keajaiban atau mukjizat yang dimiliki Nabi Isa AS ialah mampu menghidupkan orang mati. Selain itu, Nabi Isa juga memiliki mukjizat lain yang dahsyat yakni mampu menyembuhkan orang yang sakit mata, bahkan buta saja mampu beliau sembuhkan.

Hanya saja, atas anugerah mukjizat dari Allah SWT ini, Nabi Isa AS tidak sepi dari ujian dan rintangan. Salah satunya ada manusia atau sekelompok orang yang menginginkan kelebihan yang dimiliki Nabi Isa itu mereka juga memilikinya, yakni mampu menghidupkan orang yang telah mati.

Kisah ini terdapat dalam Buku karya Idries Syah berjudul “Tales of The Dervishes, The Octagon” yang telah dialihbahasakan oleh Sapardi Djoko Damono dengan judul ‘Harta Karun dari Timur Tengah, Kisah Bijak Para Sufi”. Buku itu diterbitkan oleh penerbit Pustaka Firdaus tahun 1984. Berikut ini kisahnya.

Meminta Agar Diajari Cara Menghidupkan Orang Mati

Diceritakan oleh Sang Guru Jalaludin Rumi dan yang lain-lain, pada suatu hari Isa, putra Maryam, berjalan-jalan di padang pasir dekat Baitul Maqdis bersama-sama sekelompok orang yang masih suka mementingkan diri sendiri.

Mereka meminta dengan sangat agar Isa memberitahukan kepada mereka ‘kata rahasia’ yang telah dipergunakannya untuk menghidupkan orang mati. Atas permintaannya itu, maka Nabi Isa berkata: “Kalau ku katakan itu padamu, kau pasti menyalahgunakannya.”

Nabi Isa AS Mengajarinya

Mendengar perkataan Nabi Isa itu, dengan nada enteng mereka berkata, “Kami sudah siap dan sesuai untuk pengetahuan semacam itu; tambahan lagi, hal itu akan menambah keyakinan kami.”

“Kalian tak memahami apa yang kalian minta,” kata Isa, akan tetapi diberitahukannya juga kata rahasia itu.

Segera setelah itu, orang-orang tersebut berjalan di suatu tempat yang terlantar dan mereka melihat seonggok tulang yang sudah memutih. “Mari kita uji keampuhan kata itu (yang telah diajarkan oleh Nabi Isa AS, pen),” kata mereka. Lalu, diucapkanlah kata itu.

Endingnya Tragis dan Sangat Mengerikan

Begitu kata diucapkan, tulang-tulang itupun segera terbungkus daging dan menjelma menjadi seekor binatang liar yang kelaparan. Kemudian binatang itu merobek-robek mereka sampai menjadi serpih-serpih daging.

Sebagai penutup kisah ini, tentunya kisah itu dapat diambil hikmah dan pelajaran bagi siapa saja  yang dianugerahi akal pikiran. Baik bagi mereka yang cerdas atau tidak.

Kisah ini juga muncul dalam karya Rumi, di samping selalu muncul dalam dongeng-dongeng lisan para darwis tentang Isa AS.

Selanjutnya tokoh yang suka mengulang-ulang kisah ini yakni seorang di antara yang berhak menyandang gelar sufi, Jabir Ibnu Hayan. Di Eropa ia dipanggil Geber dan dia adalah bapak kimia Arab dan pendiri farmasi modern.

Baca berita dan ikuti jurnalistika di Google News, klik di Sini.

kontributor: Khazim

kisah nabi

Nabi Isa As


Populer

Bertabur Promo Sambut HUT DKI Jakarta 2024, Ada Tiket Gratis Ancol
Tentang Kami
Karir
Kebijakan Privasi
Pedoman Media Siber
Kontak Kami