Jurnalistika

Kisah Umar bin Khattab Hentikan Tradisi Syirik Penduduk Mesir

  • Khazim Mahrur

    29 Mar 2022, 19:45 WIB

    Bagikan:

image

Ilustrasi foto: Umar Bin Khattab RA

jurnalistika.id – Mesir berada dalam kekuasaan kekaisaran Byzantium atau Imperium Romawi Timur pada zaman Nabi Muhammad SAW. Barulah ketika masa khalifah Umar Bin Khattab RA, Mesir dapat ditaklukkan, dan berada di bawah kekuasaan kaum muslimin.

Pasukan muslimin menaklukkan Mesir di bawah kepemimpinan Amr bin al-‘Ash RA pada satu Ramadan 21 Hijriah atau tahun 641 M. Berkat keberhasilan itu, Umar Bin Khattab RA mengangkat Amru bin Ash sebagai gubernur Mesir dan menjadikan kota Fustat yang sekarang adalah kota Kairo sebagai pusat pemerintahan. 

Suatu ketika penduduk Mesir datang menemui Amr bin Ash pada saat sudah masuk salah satu bulan yang dianggap sakral oleh penduduk setempat. Karena pada bulan sacral tersebut, sudah saatnya penduduk mesir melakukan persembahan untuk sungai nil.

Perawan Sebagai Tumbal Sungai Nil

Penduduk Mesir berkata, “Wahai Gubernur, saat ini sungai Nil sudah kering, sesungguhnya sungai Nil ini tidak akan mengalir kecuali kami melakukan tradisi yang selama ini dilakukan oleh nenek moyang kami”. Amr bin Ash bertanya: “Tradisi apakah itu?”

“Jika masuk tanggal sebelas bulan ini, kami akan mencari seorang perawan ke rumah orang tua mereka. Lalu kami minta kedua orang tuanya untuk memberikan perawan itu kepada kami dengan suka rela. Kami hiasi perawan itu dengan baju dan hiasan yang paling indah, kemudian kami lemparkan dia ke sungai Nil ini,” jawab penduduk.

Mendengar penjelasan penduduk mesir tersebut, Amr bin Ash melarang kebiasaan yang mereka lakukan, sebab Islam sangat melarang tradisi tersebut. Dengan kecewa, mereka mengikuti apa yang dikatakan oleh Amr bin Ash. Ternyata sungai Nil itu kering dan tidak mengalirkan air sedikit pun. Sehingga kebanyakan penduduk berencana untuk melakukan hijrah.

Karomah Umar bin Khattab Hentikan Tradisi Syirik

Tatakala melihat kondisi yang demikian, Amr bin Ash menulis surat kepada Umar bin Khattab yang berada di Madinah. Dalam surat itu dia menerangkan kondisi masyarakat Mesir yang mengalami kekeringan. Khalifah Umar membalas surat dari Amr bin Ash dan membenarkan tindakannya menghentikan kebiasaan musyrik tersebut.

Selain itu, Umar bin Khattab juga menuliskan surat khusus untuk sungai Nil dan menyuruh Amr bin Ash melemparkan surat tersebut untuk sungai Nil yang sedang kering tersebut. Adapun isi surat Umar untuk sungai Nil adalah sebagai berikut:

“Dari hamba Allah, Amirul Mukminin, Umar bin Khattab. Amma Ba’du. Jika kau (sungai Nil) mengalir karenamu maka janganlah engkau mengalir. Namun jika yang mengalirkanmu adalah Allah, maka mintalah kepada Allah yang maha kuasa untuk mengalirkanmu kembali”.

Amr bin Ash kemudian melemparkan surat tersebut ke sungai Nil. Dengan izin Allah Swt, sungai Nil kembali mengalir dengan tinggi air enam belas hasta dalam satu malam. Hingga kini pun sungai nil tetap mengalir meskipun pada musim kemarau. Dengan terjadinya peristiwa itu, penduduk Mesir menghentikan tradisi jahiliyahnya hingga sekarang.

Khazanah

Sahabat Nabi

Umar bin Khattab


Tentang Kami
Karir
Kebijakan Privasi
Pedoman Media Siber
Kontak Kami