Jurnalistika
Loading...

Bayi Baru Lahir Wajib Zakat Fitrah? Ini Penjelasan Ustadz Somad

  • Arief Rahman

    04 Apr 2023 | 14:45 WIB

    Bagikan:

image

Ilustrasi takaran beras untuk Zakat Fitrah. (Jurnalistika/Firmansyah)

jurnalistika.id – Zakat fitrah merupakan kewajiban bagi setiap umat Islam baik laki-laki dan perempuan dewasa, maupun anak-anak atau bayi pada bulan Ramadhan hingga menjelang shalat Idul Fitri. Menunaikan zakat fitrah wajib lantaran merupakan salah satu dari lima rukun Islam.

Tujuannya adalah menyucikan jiwa, membersihkan harta sekaligus pelengkap ibadah puasa di bulan Ramadhan. Selain itu, membayar zakat fitrah juga dapat membantu memberi makan orang miskin sehingga bisa memasuki idul fitri dengan berkecukupan pangan.

Zakat fitrah seorang anak yang belum baligh bisa dibayarkan oleh orang tua. Akan tetapi, apabila seorang anak sudah memiliki harta yang cukup, maka zakat bisa diambil dari hartanya sendiri.

Bagaimana Zakat Fitrah Bagi Bayi Baru Lahir?

Penceramah Ustadz Abdul Somad menerangkan hukum zakat fitrah bagi bayi baru lahir ditentukan berdasarkan waktu. Menurutnya, umat Islam wajib membayar zakat dimulai pada petang malam Idul Fitri, tenggelam matahari, terbit hilal bulan Syawal atau adzan Maghrib. 

Baca juga: 8 Golongan yang Berhak Menerima Zakat Fitrah, Lengkap dengan Penjelasannya

“Dari waktu itulah waktu yang wajib membayar zakat fitrah. Sampai khatib naik mimbar sebelum sholat ied kurang lebih 13 jam,” kata Ustadz Abdul Somad dikutip dari saluran Youtube, Goto Islam.

Berdasarkan penjelasan itu, Ustadz Somad mengatakan siapa saja yang masih hidup selama 13 jam itu maka wajib membayar zakat fitrah. Begitupun dengan anak yang baru lahir sebelum atau dalam kurun waktu tersebut.

Sementara bagi anak dalam kandungan, Ustadz Somad menjelaskan tidak wajib bagi orang tuanya membayar zakat fitrah si anak. Karena masih belum mengikuti Ramadhan.

“Tidak wajib jika bayi belum lahir dalam kurun waktu 13 jam tersebut. Misalnya si anak lahir setelah khatib naik mimbar, maka tak wajib zakat fitrah,” ungkapnya.

Adapun dalam sumber lain mengatakan, jika bayi lahir sebelum matahari pada hari terakhir Ramadhan wajib dikeluarkan zakat fitrahnya. Sedangkan apabila lahirnya pada malam hari (malam idul fitri) maka tidak wajib. Sebab, syarat wajib zakat fitrah adalah menemui dua waktu yaitu di antara bulan Ramadhan dan Syawal walaupun hanya sesaat.

Terdapat Dua Jenis Waktu

Masih menurut Ustadz Somad, dalam membayar zakat fitrah ada dua jenis waktu berlaku. Adapun sebutannya adalah waqtul wujub dan waqtul jawaz.

Ustadz Somad menerangkan, Waqtul jawaz adalah waktu dimulai atau sudah boleh membayarkan zakat fitrah, misalnya di awal atau pertengahan bulan Ramadhan. Sedangkan waqtul wujub merupakan merupakan waktu yang wajib membayar zakat fitrah.

Baca berita dan ikuti jurnalistika di Google News, klik di Sini.

(arn/red)

bayi

Zakat Fitrah

Zakat fitrah 2022


Konten Sponsor

Populer

Angin Puting Beliung Ngamuk di Rancaekek-Jatinangor, BMKG Beri Penjelasan
Tentang Kami
Karir
Kebijakan Privasi
Pedoman Media Siber
Kontak Kami