jurnalistika.id – Gugup atau nervous menjadi musuh utama setiap orang ketika berbicara di depan umum. Alasannya karena kurang percaya diri atau karena takut salah ngomong.
Banyak sekali manfaat kalau kamu menjadi orang yang percaya diri berbicara di depan umum, kamu dapat menyampaikan pendapat bahkan berbagi ilmu kepada orang lain.
Selain itu, tidak jarang orang yang memiliki kemampuan public speaking itu juga menjadi seorang motivator.
Untuk kamu yang sering grogi dan nervous, Berikut Jurnalistika berikan tips cara mengatasi gugup ketika bicara di depan banyak orang yang dapat kamu lakukan:

1. Persiapkan Diri Dengan Baik
Semua orang pasti merasakan gugup seperti jantung berdebar dan tangan gemetar saat akan berbicara di depan umum. Buang jauh-jauh pikiran negatif bahwa gugup menjadi pertanda kinerja Anda menjadi buruk.
Terkadang itu menjadi pertanda baik agar kamu waspada atau berhati-hati saat berbicara di depan umum sehingga dapat memberikan performa terbaik.
Untuk mengatasi kecemasan, berlatihlah sebanyak-banyaknya, meluangkan waktu untuk memeriksa catatan beberapa kali dan pastikan kamu sudah mempersiapkannya dengan matang.
Kamu juga bisa meminta tolong teman untuk mengkritik atau memberi saran terhadap penampilan saat berlatih. Ingat, gugup itu normal!
2. Kenali Audiens
Sangat penting untuk mengenali audiens atau kepada siapa berbicara. Sebelum menyusun materi yang akan dibicarakan, pertimbangkan untuk siapa materi itu ditujukan.
Dengan mengenali audiens atau pendengar dapat membantu kamu menentukan pilihan kata, tingkat informasi, pola pikir, dan lainnya secara tepat agar bisa diterima baik oleh audiens.
Hal ini bertujuan agar fokus audiens tetap fokus serta dapat menyimak materi kamu sepenuhnya.
3. Buat Kerangka Materi
Sebelum memberikan materi alangkah lebih baiknya susun dulu kerangka tentang apa saja yang ingin kamu sampaikan kepada audiens.
Kerangka yang dibuat meliputi topik, tujuan umum, tujuan khusus, ide sentral, dan poin utama. J
ika kamu membuat kerangka pidato maka pesan yang kamu sampaikan akan lebih terstruktur dan tidak berantakan.
Pastikan kamu menarik perhatian audiens dalam 30 detik pertama.
4. Perhatikan feedback
Saat berbicara kepada audiens, perhatikan reaksi mereka. Ini merupakan salah satu hal yang penting dalam berbicara di depan umum.
Pastinya kamu ingin mengetahui apakah materi yang Anda sampaikan menarik atau tidak, maka dari itu Anda memerlukan adanya feedback atau umpan balik dengan cara beradaptasi, memerhatikan reaksi audiens, dan menyampaikan pesan kamu dengan fleksibel.
5. Menjadi diri sendiri

Tetaplah menjadi diri sendiri saat kamu berbicara di depan umum. Dengan menjadi diri sendiri, kamu akan membangun kredibilitas yang baik sehingga audiens dapat mempercayai apa pun yang kamu sampaikan.
Di samping itu, menjadi diri sendiri jauh lebih menarik perhatian banyak orang daripada kamu harus berpura-pura menjadi orang lain.
6. Gunakan Humor
Salah satu cara untuk menarik perhatian audiens yaitu dengan menyelipkan humor atau menyelipkan sedikit cerita.
Jika kamu terlalu kaku cenderung membuat audiens merasa bosan atau mengantuk. Jangan sungkan untuk menyapa audiens agar lebih terkesan ramah.
7. Jangan Membaca Teks
Cara mengatasi gugup selanjutnya ialah berlatih menyampaikan pesan tanpa harus melihat teks atau naskah.
Hal ini dapat mematahkan hubungan interpersonal dengan audiens. Pertahankan kontak mata dengan audiens dan tetap fokus pada diri sendiri serta pesan yang ingin kamu sampaikan.
Cobalah ingat secara garis besar poin utama yang ingin kamu sampaikan lalu selanjutnya kamu bisa melakukan improvisasi jika diperlukan.
8. Perhatikan Suara dan Gesture
Suara dan gestur dapat menentukan ketertarikan audiens.
Usahakan ekspresif dalam menyampaikan pesan dan atur intonasi suara yang kamu gunakan.
Sebaliknya, jika kamu menyampaikan pesan dengan ekspresi yang datar akan menurunkan perhatian dan ketertarikan audiens.
Hal ini juga dapat menunjukkan kepribadian atau karakter.
9. Gunakan Awalan dan Akhiran yang Menarik
Gunakan cara menarik perhatian audiens di awal dengan menggunakan anekdot yang menarik atau kutipan singkat.
Serta, akhiri dengan ringkasan atau pernyataan yang kuat sehingga audiens bisa mengingat dengan jangka yang lama.
10. Gunakan Alat Bantu Audiovisual Secukupnya
Terlalu banyak atau sering menggunakan alat bantu audiovisual akan memutuskan hubungan langsung dengan audiens, jadi gunakanlah dengan bijaksana.
Sebagian audiens akan merasa terganggu bahkan tidak nyaman jika kamu terlalu sering menggunakan alat bantu.
Maka dari itu, pastikan bahwa audiens Anda tetap merasa nyaman selama acara berlangsung.
Demikian cara mudah mengatasi rasa gugup ketika berbicara, semoga bermanfaat.
Baca juga:

