Jurnalistika
Loading...

4 Teknologi Peredam Polusi Udara, Salah Satunya Baru Dipakai di Jakarta

  • Arief Rahman

    29 Agt 2023 | 15:35 WIB

    Bagikan:

image

Ilustrasi Polusi udara di Jakarta. (Dok. Dinas Lingkungan Hidup Jakarta)

jurnalistika.id – Masalah polusi udara belakangan sedang hangat diperbincangkan, ternyata ada beberapa teknologi yang bisa meredam masalah pencemaran itu. Salah satunya, baru saja digunakan saat membuat hujan buatan yang terjadi di Jakarta beberapa hari yang lalu.

Dalam banyak penelitian, polusi udara bisa berdampak buruk terhadap kesehatan manusia. Antara lain adalah memicu terjadinya gangguan pernapasan, seperti asma, ISPA, hingga kanker paru-paru.

Mengutip dari situs Kementerian Kesehatan, pencemaran udara terjadi karena perkembangan zaman yang menimbulkan peningkatan aktivitas industri dan transportasi. Di Indonesia sendiri memang banyak Industri, terutama di wilayah kota-kota besar.

Seiring dengan perkembangan industri tersebut, banyak pula praktisi yang memperhatikan dampak buruk yang dihadirkan. Sehingga beberapa teknologi pun tercipta yang berfungsi untuk meredam polusi udara.

4 Teknologi Peredam Polusi Udara

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut adalah empat teknologi peredam polusi udara yang perlu diketahui.

1. Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC)

Teknologi Modifikasi atau TMC baru saja dipakai ketika membuat hujan buatan yang turun di kawasan Jakarta dan sekitarnya. Inovasi ini merupakan salah satu yang paling familiar dan cukup sering digunakan.

Baca juga: Jakarta Diguyur Hujan Buatan, Gimana Cara Pembuatannya?

Berdasarkan keterangan dari Kepala Balai Besar TMC Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Tri Handoko Seto. Teknologi ini adalah proses penyemaian awan (cloud seeding) terlebih dahulu dengan menggunakan bahan-bahan yang bersifat higroskopik (menyerap air).

Dengan langkah ini akan terjadi peningkatan proses pertumbuhan butir-butir hujan dalam awan. Sehingga dapat mempercepat terjadinya hujan meski di musim kemarau.

2. EvoGreen

Berbeda dengan sebelumnya, EvoGreen merupakan teknologi berupa alat pengubah karbondioksida (CO2) menjadi oksigen (O2). Bahan yang digunakan juga dari alam, yaitu tumbuhan alga.

Teknologi buatan mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember ini dirancang untuk bisa menangkap CO2 agar membuat udara lebih bersih. Dari situs resmi ITS, disebutkan EvoGreen dapat menyerap CO2 sepuluh kali lebih efisien daripada pohon. 

3. Smog Free Tower

Teknologi berikut ini sudah cukup lama, karena sudah diperkenalkan sejak 2015 lalu di Rotterdam. Inovasi untuk membersihkan udara berbentuk seperti namanya, yaitu berupa menara dengan tinggi tujuh meter.

Pada tahun 2016, teknologi rancangan Daan Roosegaarde sudah pernah dibawa ke beberapa kota di China. Tujuannya untuk mengurangi polusi udara di kota-kota tersebut.

Baca juga: Diguyur Hujan Buatan, Jakarta Tetap Duduki Peringkat Ketiga Polusi Terburuk di Dunia

Cara kerja Smog Free Tower mirip seperti Hexos, penyaring udara kotor dari bagian atas menara. Kemudian mengeluarkan udara bersih lewat ventilasi yang ada di sisi yang ada di menara ini.

4. BioUrban

BioUrban merupakan teknologi peredam polusi udara dari Meksiko yang berbentuk seperti pohon buatan dan memiliki ketinggian 4,2 meter. Diklaim inovasi ini mampu menyaring polusi dari udara sebanyak 386 pohon asli.

BioUrban menggunakan mikroalga yang ditempatkan di dalam satu wadah. Kemudian teknologi ini akan melaksanakan proses alami fotosintesis, mirip dengan yang terjadi pada pohon alami.

Baca berita Jurnalistika lainnya di Google News, klik di Sini

polusi udara

teknologi


Populer

Tangsel Trending di X, Netizen Ramai Bahas Marshel Usai Diusung Gerindra Maju Pilkada
Tentang Kami
Karir
Kebijakan Privasi
Pedoman Media Siber
Kontak Kami