jurnalistika.id – Olahraga woodball mungkin masih terdengar asing di telinga sebagian masyarakat Indonesia. Namun, cabang olahraga yang menggabungkan keseruan golf dan permainan bola kayu ini memiliki daya tarik tersendiri.
Sejak masuk ke Indonesia pada 2006, woodball perlahan berkembang dan mulai dipertandingkan di berbagai ajang, termasuk Pesta Olahraga Pantai Asia 2008 hingga Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024.
Dengan konsep permainan yang sederhana namun menantang, woodball mampu menarik minat berbagai kalangan, baik anak-anak hingga dewasa.
Lantas, seperti apa sejarah, cara bermain, dan aturan olahraga Woodball? Berikut ulasan lengkapnya.
Sejarah Woodball
Dilansir dari huswoodball.com Woodball lahir di Taiwan pada tahun 1990, hasil kreativitas dua sahabat, Ming-Hui Weng dan Kuang-Chu Young. Awalnya, keduanya hanya ingin menciptakan taman di kawasan Nei-Shuang-Hsi, Shih-Lin, Taipei, sebagai ruang rekreasi keluarga.
Saat membersihkan lahan, mereka terinspirasi untuk mengembangkan permainan bola yang sederhana, hemat biaya, dan bisa dimainkan di halaman rumah.
Baca juga: 10 Benda Bersejarah yang Bisa Kamu Temui Jelang HUT RI ke-80
Setelah tiga tahun bereksperimen, terciptalah peralatan dasar woodball, bola kayu, palu kayu panjang, dan gawang.
Permainan ini dengan cepat menjadi populer karena mudah dipelajari, tidak membutuhkan area luas, dan cocok dimainkan oleh semua usia.
Sejak 1995, woodball mulai dipromosikan ke berbagai negara dan kini berada di bawah naungan Federasi Woodball Internasional (IWbF) yang menaungi lebih dari 40 negara anggota.
Cara Bermain Woodball
Secara konsep, woodball mirip dengan golf. Pemain menggunakan palu panjang untuk memukul bola kayu dari titik awal hingga masuk ke gawang berbentuk tiga balok kayu kecil.
Pemain yang dapat memasukkan bola dengan jumlah pukulan paling sedikit menjadi pemenang.
Permainan ini fleksibel karena bisa dimainkan di lapangan rumput, pasir, hingga area indoor. Woodball juga bisa dimainkan secara tunggal, ganda, atau beregu dengan format 4–6 pemain per tim.
Peralatan Woodball
Untuk bermain woodball, beberapa peralatan standar yang digunakan antara lain:
- Bola kayu berdiameter 9,5 cm dengan berat sekitar 350 gram.
- Palu kayu sepanjang 90 cm, dengan ujung pemukul berbentuk botol.
- Gawang (gate) yang terdiri dari tiga balok kecil berbentuk botol sebagai target.
Aturan dan Jenis Kompetisi
Pertandingan woodball dibagi menjadi dua jenis kompetisi utama:
- Stroke Competition: Pemenang ditentukan berdasarkan jumlah pukulan paling sedikit untuk menyelesaikan seluruh lintasan.
- Fairway Competition: Pemenang ditentukan dari jumlah fairway yang berhasil dikuasai. Pertandingan biasanya dimainkan dengan 12 lintasan atau kelipatannya.
Beberapa variasi lintasan yang umum antara lain:
- Fairway 1: Lurus sepanjang 80 meter.
- Fairway 2: Lurus sepanjang 45 meter.
- Fairway 3: Berbentuk L, dengan panjang 35 meter dan 15 meter.
Nomor Pertandingan Woodball
Di level kompetisi, woodball memiliki berbagai nomor yang dipertandingkan, antara lain:
- Stroke: Tunggal putra/putri, beregu putra/putri.
- Fairway: Tunggal putra/putri, ganda putra/putri, beregu putra/putri, dan ganda campuran.
Eksistensi Woodball di Indonesia dan Dunia
Sejak diperkenalkan pada PON 2008, woodball terus berkembang di Indonesia dengan berbagai klub dan komunitas yang rutin mengadakan pelatihan maupun turnamen. Di tingkat internasional, IWbF secara rutin menggelar kejuaraan dunia, menjadikan olahraga ini semakin dikenal luas.
Kombinasi antara kesederhanaan, strategi, dan keunikan peralatan membuat woodball diminati banyak orang. Selain menyehatkan, olahraga ini juga mendorong sportivitas dan kerjasama tim, menjadikannya aktivitas rekreasi sekaligus kompetitif yang ideal.
Sejarah Woodball membuktikan bahwa olahraga sederhana bisa berkembang menjadi cabang bergengsi yang mendunia. Dengan semakin banyaknya event resmi dan dukungan dari federasi nasional maupun internasional, woodball berpotensi menjadi salah satu olahraga populer yang digemari masyarakat Indonesia di masa depan.
Ikuti dan baca berita Jurnalistika lainnya di Google News, klik di sini.

