Jurnalistika
Loading...

Mengenal Leptospirosis, Penyakit yang Muncul Saat Musim Banjir

  • Arief Rahman

    08 Mar 2023 | 18:55 WIB

    Bagikan:

image

Ilustrasi penyakit leptospirosis (Pixabay)

jurnalistika.id – Leptospirosis merupakan penyakit penyerta banjir atau penyakit yang sering muncul saat musim banjir. Setiap orang perlu mengenal dan mengetahui apa saja gejala dari Leptospirosis, khususnya bagi yang tinggal di daerah rawan banjir, apalagi ketika memasuki musim penghujan.

Leptospirosis ini masih jarang diketahui masyarakat karena memang termasuk langka. Salah satu penyebab terjadinya penyakit ini karena tertular melalui kencing tikus berupa bakteri yang masuk melalui kulit lecet.

Selain itu, bisa juga melalui selaput lendir pada saat kontak dengan banjir maupun genangan air sungai hingga selokan dan lumpur. Mengingat ketika banjir, tikus sering dijumpai sehingga tidak tertutup kemungkinan air akan tercemar.

Baca juga: Lebih Mengenal Difteri: Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

Selain tikus, beberapa hewan lainnya yang tergolong sebagai perantara adalah sapi, anjing, kuda, dan babi. Bakteri dari urine hewan-hewan tersebut juga bisa menyebar di tanah yang bertahan selama beberapa bulan atau tahun.

Penyebab Leptospirosis

Dalam bahasa medis, Leptospirosis disebabkan oleh bakteri Leptospira. Seseorang tidak hanya bisa terinfeksi melalui indra mata, mulut, hidung, tetapi juga bisa lewat luka terbuka pada kulit.

Jika seseorang melakukan kontak dengan Urine, darah, ataupun jaringan binatang yang tergolong sebagai penyebar bakteri maka penyakit tersebut berpotensi menyerang. Selain itu, bisa juga lewat air atau tanah yang terkontaminasi bakteri. 

Leptospirosis pun bisa menular jika seseorang tergigit salah satu hewan perantara. Kendati demikian belum pernah ditemukan kasus penularan dari orang ke orang.

Gejala Leptospirosis

Mengutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan RI, beberapa gejala yang dirasakan pasien terjangkit adalah demam mendadak, lemah, mata merah, kekuningan pada kulit, sakit kepada, hingga merasakan nyeri otot besi. Kemudian ada juga yang merasakan sakit tenggorokan disertai batuk kering, mual dan muntah-muntah disertai diare.

Pencegahan Penyakit

Setelah mengetahui gejala dari penyakit penyerta banjir tersebut, berikut beberapa tindakan pencegahan yang bisa dilakukan.

  • Menggunakan sarung tangan dan sepatu boot saat membersihkan rumah atau selokan
  • Mencuci tangan dengan sabun setelah selesai beraktivitas
  • menghindari berengan di air tawar seperti sungai atau air liar yang kemungkinan mengandung urin hewan
  • Hindari menyentuh atau berenang di air banjir
  • Bersihkan rumah dari hama tikus terutama di tempat tidur atau ruangan yang sering digunakan

Namun, jika sudah merasakan gejala atau sudah terjangkit, sebaiknya segera hubungi dokter agar segera mendapatkan penanganan.

Baca berita lainnya di Google News, klik di Sini.

(arn/red)

leptospirosis

penyakit

penyakit penyerta banjir


Konten Sponsor

Populer

Angin Puting Beliung Ngamuk di Rancaekek-Jatinangor, BMKG Beri Penjelasan
Tentang Kami
Karir
Kebijakan Privasi
Pedoman Media Siber
Kontak Kami