Jurnalistika
Loading...

Kasus Sifilis RI Naik Drastis, Ketahui Cara Pengobatan, Penyebab dan Gejalanya

  • Arief Rahman

    11 Mei 2023 | 17:45 WIB

    Bagikan:

image

Ilustrasi penyakit sifilis atau raja singa. (Freepik)

jurnalistika.id – Kasus sifilis atau penyakit raja singa dilaporkan meningkat drastis hampir 70 persen di Indonesia. Catatan itu dihitung dalam kurun waktu lima tahun, yakni dari 2016 sampai 2022.

Dibandingkan pada tahun 2016 yang jumlahnya 12 ribu kasus penyakit sifilis, di tahun 2022 bertambah hampir dua kali lipat yakni 21 ribu kasus. Melalui Instagram resmi Kemenkes RI, dijelaskan mayoritas yang rentan terhadap penyakit ini adalah ibu rumah tangga dan anak.

Juru Bicara Kemenkes Mohammad Syahril mengatakan, penyebab peningkatan kasus tersebut karena adanya perilaku seks berisiko yang dilakukan orang tua. Misalnya melalui seks oral atau seks anal.

“Perilaku seks yang berisiko ini sangat mungkin untuk mencederai hak anak dan mengancam kelangsungan hidupnya karena bisa menimbulkan kecacatan,” kata Syahril dalam Konferensi Pers, Senin (8/5).

Baca juga: 3 Faktor Orang Kecanduan PMO Menurut OpenAI Chat, Apa Saja?

Dari perilaku seks yang berisiko itu, dalam data Kemenkes mengatakan akan membuka potensi ibu menularkan sifilis kepada anaknya. Bahkan persentase terjadinya abortus, bayi lahir mati atau mengalami sifilis kongenital akibat penularan mencapai 69 persen hingga 80 persen.

Mengenal Penyakit Sifilis

Lantas apa sebenarnya penyakit sipfilis tersebut serta apa penyebab dan gejalanya serta cara mengobatinya? Simak ulasan berikut untuk mengetahui lebih jauh tentang penyakit raja singa tersebut.

Melansir dari Alodokter, sifilis atau raja singa adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri. Umumnya dimulai dengan luka yang luka tidak nyeri pada mulut, alat kelamin ataupun rektum.

Namun, meski sudah mengalami infeksi awal bakteri sifilis mampu tetap tidak aktif selama beberapa dekade di dalam tubuh. Kemudian dalam waktu tertentu akan menjadi aktif kembali.

Sifat sifilis dapat menyebar dari pengidap ke orang lain melalui selaput lendir dari luka atau melalui kontak kulit. Bisa juga ditularkan dari ibu ke anak yang belum dilahirkan.

Penyebab dan Gejala Sifilis

Adapun penyebab dari penyakit raja singa ini adalah infeksi bakteri Treponema pallidum yang menyebar melalui hubungan seksual dengan penderita sifilis. Bakteri tersebut juga bisa menyebar melalui kontak fisik dengan luka di tubuh penderita.

Sementara untuk gejalanya terdapat lima tahapan dengan pengertian berbeda-beda seperti berikut.

  • Sifilis primer Sifilis jenis ini ditandai dengan luka (chancre) di tempat bakteri masuk. 
  • Sifilis sekunder Sifilis jenis ini ditandai dengan munculnya ruam pada tubuh. 
  • Sifilis laten Sifilis ini tidak menimbulkan gejala, tetapi bakteri ada di dalam tubuh penderita.
  • Sifilis tersier Sifilis ini dapat menyebabkan kerusakan otak, saraf, jantung, atau organ lain.

Pengobatan dan Pencegahan Sifilis

Jika sudah merasakan gejala sifilis sebaiknya diobati lebih cepat agar lebih efektif. Selama masa pengobatan penderita dianjurkan untuk tidak melakukan hubungan seks, sampai dokter memastikan infeksi sudah sembuh.

Sementara langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah sifilis adalah dengan perilaku seks yang aman. Misalnya, jangan berhubungan badan dengan banyak orang atau cukup setia pada satu pasangan seksual.

Kemudian saat melakukan hubungan seks, sebaiknya menggunakan kondom. Selain itu, pemeriksaan atau skrining terhadap penyakit sifilis ini juga perlu dilakukan secara rutin, terlebih bagi mereka yang punya risiko tinggi mengalami penyakit raja singa tersebut.

Baca berita dan ikuti jurnalistika di Google News, klik di Sini.

(arn/red)

cara pengobatan sifilis

gejala sifilis

kasus sifilis Indonesia


Konten Sponsor

Populer

Angin Puting Beliung Ngamuk di Rancaekek-Jatinangor, BMKG Beri Penjelasan
Tentang Kami
Karir
Kebijakan Privasi
Pedoman Media Siber
Kontak Kami