Jurnalistika

Cium Aroma Baju Pasangan Dapat Kurangi Stres

  • Firmansyah

    07 Jan 2023, 14:45 WIB

    Bagikan:

image

ilustrasi mencium aroma baju pasangan. (Dok: Ist)

Jurnalistika.id – Peneliti dari University of British Columbia (UBC) merilis hasil penelitian yang menunjukan bahwa mencium aroma baju pasangan dapat membantu seseorang merasa lebih rileks.

Penelitian itu terbit dalam Journal of Personality and Social Psychology pada awal tahun 2022. Hasil penelitian menemukan bahwa perempuan yang mencium aroma baju pasangan prianya menurunkan hormon stres kortisol dalam darah.

“Banyak orang mengenakan baju pasangannya atau tidur di sisi tempat tidur pasangannya ketika pasangannya pergi. Tetapi mungkin tidak menyadari mengapa mereka terlibat dalam perilaku ini,” kata peneliti utama Marlise Hofer, dilansir dari Live Science, Sabtu (7/1).

Hofer yang juga mahasiswa pascasarjana di Departemen Psikologi UBC itu menjelaskan, aroma pasangan dapat mengurangi stress, meski tanpa kehadiran secara fisik.

“Temuan kami menunjukkan bahwa aroma baju pasangan saja, bahkan tanpa kehadiran fisik mereka, bisa menjadi alat yang ampuh untuk membantu mengurangi stres,” katanya.

Metode penelitian

Para peneliti mengajak 96 pasangan untuk berpartisipasi. Para pria diminta memakai kaos selama 24 jam tanpa memakai produk deodoran atau pewangi tubuh apapun.

Mereka juga diminta untuk tidak merokok dan hanya makan makanan yang tidak mempengaruhi aroma tubuh mereka. Kemudian selama sehari, kaos tersebut peneliti bekukan untuk menjaga baunya.

Kemudian, para perempuan diberi dua kaus untuk dicium. Pertama kaus yang belum dipakai dan satunya lagi milik orang asing atau pasangan perempuan itu sendiri.

Atau dengan kata lain, perempuan diberi kombinasi kaus yang belum dipakai dan kemeja pasangannya untuk mereka cium. Atau kaus yang belum dipakai dan kemeja orang asing untuk dicium.

Para perempuan tidak diberi tahu apakah salah satu kaus itu dipakai, atau siapa yang memakai baju itu.

Setelah mengendus dua kemeja, para perempuan kembali ikut berpartisipasi dalam simulasi wawancara kerja dan tugas matematika untuk meningkatkan tingkat stres mereka .

Untuk mengukur stres, para peneliti mengajukan pertanyaan kepada para wanita tentang seberapa banyak stres yang mereka rasakan dan mengumpulkan sampel air liur untuk mengukur kadar kortisol.

“Wanita cenderung memiliki indra penciuman yang lebih baik daripada pria, itulah sebabnya mereka dipilih untuk menjadi “pencium” dalam penelitian tersebut,” kata peneliti.

Cium aroma pasangan bantu tangkal stress

Dalam percobaan, wanita yang menerima kaus yang dikenakan oleh pasangannya, bukan orang asing, memiliki tingkat kortisol yang lebih rendah.

“Para wanita yang mencium baju pasangannya mengatakan bahwa mereka merasa lebih sedikit stres baik sebelum dan sesudah wawancara dan tes matematika,” kata para peneliti.

Efeknya lebih besar terjadi terhadap wanita yang mengenali bahwa aroma itu milik pasangannya. Peneliti mengatakan bahwa manfaat dari aroma orang yang dicintai paling kuat ketika wanita tahu apa yang mereka cium.

Efek sebaliknya ketika mencium aroma orang asing

Namun, mencium bau kaus orang asing memiliki efek sebaliknya. Di mana menghasilkan tingkat kortisol yang lebih tinggi selama tes stres daripada dengan mencium kaus yang tidak dipakai.

“Sejak usia muda, manusia takut pada orang asing, terutama laki-laki aneh, jadi ada kemungkinan aroma laki-laki yang aneh memicu respons ‘melawan atau lari’ yang mengarah pada peningkatan kortisol,” kata Hofer.

Baca berita lainnya di Google News, klik di sini.

aroma baju

lifestyle

Stres


Tentang Kami
Karir
Kebijakan Privasi
Pedoman Media Siber
Kontak Kami