Jurnalistika

Berdamai Dengan Sakit Ala Founder Klub Sehat HOLISTIK

  • Ratu Masrana

    19 Jan 2022, 08:08 WIB

    Bagikan:

image

(c) Dingzeyu Li on Unsplash

jurnalistika.id – Berdamai dengan sakit lalu menemukan makna hidup sejati, itulah Ika Shinta Sari – Founder Klub Sehat HOLISTIK. Ketika berusia 25 tahun, Shinta mengalami skoliosis dan penjepitan syaraf di tulang belakang – tidak bisa bangun.

Saat itu dokter memvonisnya akan lumpuh seumur hidup bila tidak segera operasi. Kalaupun operasi maka kemungkinan sembuhnya hanya 50%.

Di tengah kebingungan dan kegelisahan itu, Shinta meminta opsi ketiga sama dokter. Berdamai dengan rasa sakit.

“Jadi 10 tahun saya berjuang untuk mencari jawaban, bagaimana berdamai dengan rasa sakit itu?” Shinta membuka percakapan kami.

“Dan alhamdulillah melalui proses pencarian itu pula akhirnya sembuh secara fisik dan dituntun oleh Tuhan utk menemukan MAKNA HIDUP YANG SEJATI. Sekaligus menyadari PERAN yang harus dijalankan selama menjadi manusia di dunia ini.” urainya.

Tak hanya itu, Tuhan memudahkannya, ia bertemu dengan Ustad Syaiful Karim yang membimbingnya secara spiritual.

“Menjadi semakin lengkap rasanya hidup ini.” kenangnya.

Ternyata, sehat justru adalah BONUS dari semua itu.

“Saya merasa menjadi pribadi yang selalu bahagia damai berkelimpahan berkah dan sukacita selalu.” ujar Shinta.

Merasa Terpanggil

Bersyukur akan dirinya yang sekarang ini, Shinta merasa terpanggil untuk menyebarkan ilmu kesehatan holistik ini bagi siapa saja.

“Melalui training-training, kelas zoom dll. Bahkan kebanyakan tidak berbayar.” ujarnya.

Jebolan Universitas Airlangga ini bahkan mendirikan Klub Sehat Holistik pada tahun 2017. Rentang usia member yang mengikutinya mulai dari remaja hingga lansia. Sudah ada 60 grup yang tersebar di Indonesia dan luar negeri.

Ia berharap akan banyak orang yang bahagia dalam hidupnya.

“Banyak orang tercerahkan, menjadi damai dan sehat. Bahkan dari penyakit-penyakitnya yang serius dan kronis. Seperti kanker, lumpuh, dll. Kala dunia kedokteran sudah tidak mampu lagi menanganinya.” urainya.

Menurut Shinta, kesehatan holistik menjadi alternatif bahkan sebagai pendamping pengobatan konvensional atau sebagai pengobatan komplementer yang efeknya dahsyat. Baik pengobatan secara mental maupun fisik.

Radical Remission

Konsep ini ditemukan oleh Kelly Turner, Ph.D – Founder Radical Remission Project. Menurut buku Kelly, kita ini bukan semata hanya mahluk fisik. Terdapat empat item dalam tubuh ini, yakni :

  1. Soul
  2. Mind
  3. Body
  4. Spiritual

Kelly melakukan riset selama 10 tahun di 10 negara dan mengamati bagaimana pasien kanker bisa sembuh. Ia mewawancarai lebih dari 50 orang hebat yang melakukan perawatan terhadap pasien kanker dan menemukan pola bagaimana mereka bisa sembuh total.

Kunci kesembuhan spontan Menurut Kelly

  1. Mengubah pola makan
  2. Ambil kontrol atas kesehatan diri
  3. Ikuti kata hati
  4. Gunakan herbal dan suplemen
  5. Lepaskan emosi
  6. Tingkatkan emosi positif
  7. Perluas dukungan sosial
  8. Perdalam koneksi spritual dengan Tuhan
  9. Memiliki alasan kuat untuk hidup

“Apa yang dipaparkan Kelly merupakan 7 aspek mental dan hanya 2 yang aspek fisik. Tak hanya kanker, konsepnya ini menyembuhkan juga sakit kronis lainnya. Ini harapan. Ini angin segar buat kita semua,” imbuh Shinta pada suatu hari di channel youtubenya.

Konsep ini senada dengan Buku Pesan Cinta Tuhan Melalui Tubuhku yang ia tulis – membahas apa kesehatan holistik dan aspek mental yang menyebabkan sakit secara fisik.

“Mudah? Bisa jadi mudah atau tidak, tergantung diri kita sendiri. Melepaskan emosi bukan hal mudah karena mereka sudah membawanya kemana-mana selama hidup ini.”

Psikolog UGM  ini berpesan agar kita terus membereskan diri agar kita hidup sehat, tenang, bahagia juga berkelimpahan.

Sakit Adalah Pesan Cinta

Wanita kelahiran surabaya, 30 juli 1978 ini menjelaskan bahwa sakit adalah pesan cinta dari pikiran bawah sadar anda.

Akar masalah seseorang letaknya di bawah alam sadar. Tadinya kecil, lama-lama jadi bola besar – namanya sympton/gejala – sakit dari ringan sampai berat menghantam tubuh.

“Masalah pundak kaku, sesak nafas, hingga stroke dan kanker yang artinya bola masalahnya sudah menjadi besar sehingga alam bawah sadar tidak mampu menampungnya. Ibarat hape, sudah heng,” papar penyuka warna putih ini.

“Di alam sadar sudah penuh sakit-sakit di tubuh yang unik  dan bervariasi pada masing-masing orang tapi sejenis sesuai dengan penyebab dari emosinya.” sambungnya.

Dalam bukunya, wanita yang hobinya membaca ini menjelaskan dengan detail bahwa sakit kepala emosinya apa, sakit perut emosinya apa dst.

“Selama ini kalau sakit kita cari obat, dokter atau rumah sakit mana yang akan kita tuju. Sangat jarang kita menelusuri emosi apa yang menjadi penyebabnya, kan?”

Sebagian pasien diberi obat dan langsung sembuh. Tapi banyak juga sebagian yang lain kembali lagi berobat bahkan untuk jangka waktu yang lama, berulang-ulang memeriksakan diri atas sakit yang diderita.

Ada yang sembuh tapi hanya sementara dan harus minum obat bahkan seumur hidup. Mereka lupa mencari akar masalah dari sakitnya tersebut. Bisa jadi gejala sakit hilang, tapi penyebabnya belum hilang. Bisa jadi lebih banyak dan lebih parah.

“Ibarat kita potong rumput. Menggunting rumput dengan menggunting sama saja akan membiarkan rumput itu tumbuh lagi. Tapi jika kita cabut akarnya tanpa sisa maka si rumput tidak akan tumbuh lagi,” imbuh pemilik motto “kita semua satu sama dan terhubung” ini.

Mencari Akar Masalah

Inilah yang bernama kausal terapi/mencari akar masalah – terapi berdasarkan sebab sakit seseorang – membereskan apa yang terjadi pada pikiran bawah sadar – bukan di pikiran sadarnya.

Munculnya gejala – pikiran bawah sadar sedang melindungi emosi yang selama ini di tekan. Gejala – sakit yang kita rasakan – proteksi dari pikiran bawah sadar ke pikiran sadar.

Untuk bisa menyelesaikan masalah traumatik atau emosi negatif yang intents – mengganggu psikis maka pikiran bawah sadar akan berkomunikasi dengan individu secara fisik dan mental.

Berdasarkan kesimpulan ini maka sympton bukan masalah. Gejala – sakit adalah pesan – kode rahasia – mengungkap diri bahwa pikiran bawah sadar harus selesai.

Sebaliknya gejala yang muncul harus kita hargai sebagai makna – kita harus mengenalinya dengan baik.

Menilik pada hal ini maka radical remission bukan merupakan hal yang luar biasa tapi sebuah kesembuhan spontan dalam rangka memahami pikiran bawah sadar.

“Ini nyata diri klien yang saya tangani, banyak yang sembuh hanya dalam itungan hari dan  melalui pendekatan holistik bahkan tanpa obat dan operasi. Di antaranya sudah bertahun-tahun sakit.”

“Jangan tunggu sakit, hayuk belajar. Pahami ilmu ini sebelum sakit,” pungkas Founder Klub Sehat HOLISTIK sekaligus Direktur Manusia Unggul Consultant ini.

Baca juga:

Berdamai dengan sakit

kesehatan mental

Motivasi


Tentang Kami
Karir
Kebijakan Privasi
Pedoman Media Siber
Kontak Kami