Jurnalistika
Loading...

Bagaimana Orang Bisa Kecanduan Video Game? Ini Penjelasannya

  • Jurnalistika

    28 Agt 2023 | 17:55 WIB

    Bagikan:

image

Ilustrasi kecanduan video game. (Pixabaysuperanton)

jurnalistika.id – Bermain video game memang merupakan hal yang sudah lumrah pada era digital yang terus berkembang, tetapi jika sudah kecanduan bisa saja tidak baik bagi kesehatan. Maka penting untuk mengetahui dampak negatifnya, khususnya anak-anak yang membutuhkan bimbingan orang tua.

Video game adalah bentuk hiburan interaktif yang melibatkan pemain dalam lingkungan virtual yang diciptakan oleh perangkat elektronik. Seperti komputer, konsol permainan, atau perangkat genggam (handphone).

Mengutip dari Game Quitters, video game sengaja dirancang agar membuat ketagihan. Industri game bahkan mempekerjakan psikolog kognitif hingga ilmuwan komputer dan perilaku manusia sebagai desainer pengalaman pengguna atau user experience (UX).

Mereka menerapkan pengetahuan mereka tentang perhatian, persepsi, memori, emosi, dan prinsip belajar serta kerentanan psikologi dalam desain game. Oleh sebab itu, sangat wajar banyak pengguna kecanduan.

Bagaimana Orang Bisa Kecanduan Video Game?

Kecanduan didefinisikan sebagai ketidakmampuan seseorang untuk mengendalikan pengguna suatu zat atau perilaku. Kecanduan juga dikenal sebagai adiksi, artinya seseorang sangat tergantung pada suatu aktivitas tertentu sehingga sulit untuk mengontrol dan menghentikannya meskipun telah menimbulkan konsekuensi negatif.

Baca juga: 8 Strategi Jitu Menjaga Kesehatan dari Polusi Udara

Dalam kasus game online, ketika seseorang sedang bermain, otak akan melepaskan dorongan dopamin. Istilah tersebut merujuk pada zat kimia dalam otak yang terkait erat dengan sensasi kenikmatan dan kepuasan.

Dilansir dari Mayo Clinic Health, ketika otak sudah melepaskan dopamin seseorang akan mengembangkan dorongan kuat untuk mencari kesenangan berulang kali. Hal itu akan membuat mereka terus mempertahankan minatnya.

Dorongan dopamin yang berlebihan dapat mengganggu keseimbangan alami otak dan menyebabkan ketagihan. Pemain yang merasa ketergantungan pada sensasi positif ini mungkin menghabiskan waktu berjam-jam untuk bermain. Sehingga mereka merasa kecanduan.

Namun, menurut Game Quitters jika bermain diimbangi dengan hobi dan minat lainnya, otak akan menerima dopamin dalam dosis kecil. Dengan demikian, pemain akan merasa senang dan termotivasi.

Dampak Buruk Bagi Kesehatan

Masih dari Mayo Clinic Health, ketika berlebihan main game online dapat mempengaruhi kesehatan mental, sosial dan fisik seseorang. Dikaitkan juga dengan kurang tidur atau insomnia, perubahan perilaku, hilangnya keterampilan sosial, hingga kesulitan dengan pekerjaan atau sekolah.

Selain itu, bisa juga berisiko terhadap kesehatan fisik termasuk cedera regangan berulang, sakit kepala, masalah punggung dan leher. Lalu berpotensi mengalami obesitas dan masalah yang berhubungan dengan jantung.

Berdasarkan ulasan tersebut, video game sebetulnya dapat menjadi bentuk hiburan yang menyenangkan dan bahkan sekarang ini bisa menjadi profesi. Namun, ketika digunakan secara berlebihan dan tanpa pengawasan. bisa merusak berdampak buruk bagi kesehatan.

Pada prinsipnya, main game jenis apa pun harus ada batasan. Tidak boleh dari sekian jam agar otak tidak bekerja berlebihan. Disarankan juga melakukan peregangan agar badan tidak kaku dan jangan bermain saat tubuh butuh istirahat.

kecanduan

kesehatan

video game


Populer

Berapa Anak Bisa Dapat Makan Siang Gratis Jika Dipangkas Rp7.500 dengan Anggaran Rp71 T?
Tentang Kami
Karir
Kebijakan Privasi
Pedoman Media Siber
Kontak Kami