jurnalistika.id – Serangan balasan Iran terhadap Israel menimbulkan kerusakan yang cukup parah di berbagai wilayah, menyusul eskalasi konflik militer kedua negara sejak Jumat, 13 Juni 2025. Serangan rudal dan drone yang diluncurkan Iran menyebabkan kerusakan pada infrastruktur vital dan memaksa ribuan warga Israel berlindung di bunker bawah tanah.
Berdasarkan laporan hingga Selasa, 17 Juni 2025, Iran telah meluncurkan lebih dari 150 rudal balistik dan 100 drone ke wilayah Israel.
Serangan tersebut menyebabkan kerusakan signifikan di sejumlah kota, termasuk Tel Aviv, Bat Yam, Rehovot, Yerusalem, dan Tamra. Di tengah upaya sistem pertahanan Iron Dome untuk mencegat serangan, beberapa rudal tetap menghantam permukiman dan fasilitas penting lainnya.
Baca juga: Usai Putusan Prabowo, Tito Bakal Revisi Aturan 4 Pulau Aceh Masuk Sumut
Data terbaru mencatat sekitar 14.000 bangunan mengalami kerusakan akibat hantaman rudal Iran. Pemerintah Israel telah menerima 14.000 permohonan kompensasi dari warga yang rumahnya terdampak.
Serangan juga menyebabkan penutupan sejumlah fasilitas vital, termasuk kilang minyak dan pembangkit listrik di wilayah Haifa, yang menjadi salah satu titik paling terdampak.
Kementerian Keuangan Israel saat ini tengah memproses permintaan kompensasi yang diajukan oleh warga. Warga juga mengeluhkan alarm serangan udara yang terus-menerus berbunyi sepanjang malam, memaksa mereka keluar-masuk tempat perlindungan selama beberapa hari terakhir.
Serangan 18 Juni 2025
Pada 18 Juni 2025, Iran kembali melancarkan serangan rudal dalam tiga gelombang terpisah, masing-masing terjadi tepat setelah tengah malam, pukul 03.30, dan 04.30 dini hari.
Komando Front Dalam Negeri Israel disebut hanya memberikan peringatan dua hingga tiga menit sebelum sirene berbunyi. Biasanya, peringatan dikeluarkan sekitar 10 menit sebelumnya.
Komando Front Dalam Negeri menyatakan bahwa peringatan dini yang lebih singkat itu kemungkinan disebabkan oleh jumlah rudal yang lebih sedikit, sehingga peluncurannya sulit terdeteksi lebih awal dibandingkan dengan rentetan serangan sebelumnya.
Serangan rudal Iran kali ini tidak hanya merusak bangunan, tetapi juga menyebabkan kebakaran besar. Channel 12 melaporkan bahwa sebuah gedung di wilayah tengah Israel rusak berat, dan setidaknya 20 kendaraan terbakar akibat dampak ledakan.
Sejauh ini, otoritas Israel mencatat sedikitnya 24 orang tewas dan ratusan lainnya terluka akibat serangan yang terus berlanjut sejak akhir pekan lalu.
Klaim Iran
Pemerintah Iran menyebut aksi tersebut sebagai bentuk pembelaan diri atas agresi militer Israel yang sebelumnya menghantam sejumlah fasilitas strategis di Teheran dan kota-kota besar lainnya.
Dalam perkembangan lain, Iran mengklaim berhasil menembak jatuh jet tempur F-35 milik Israel di kawasan Varamin, selatan Teheran. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Gubernur Distrik Varamin, Hossein Abbasi, yang menyebut pesawat jatuh tak lama setelah melintasi wilayah udara Iran.
Selain itu, satu unit drone “super canggih” milik Israel juga dilaporkan berhasil ditembak jatuh di Isfahan.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah terus meningkat, dan berbagai pihak internasional menyerukan penghentian konflik. Namun hingga kini, baik Iran maupun Israel belum menunjukkan sinyal akan menghentikan aksi militernya.
Sementara itu, Inggris telah mengirim tambahan jet tempur ke Timur Tengah, dan Irak mendesak Iran untuk tidak menyerang pasukan Amerika di wilayahnya.
Krisis ini masih berlangsung dan situasi terus berkembang, dengan dampak kerusakan di wilayah Israel yang diperkirakan akan terus bertambah jika eskalasi tidak segera dihentikan.
Ikuti dan baca berita Jurnalistika lainnya di Google News, klik di sini.
Sumber: Al Jazeera, EuroNews

