logo jurnalistika

Rupiah Melemah, Investor Optimis Pemulihan Ekonomi AS

  • Malik Abdul Aziz

    22 Jan 2021, 20:49 WIB

    Bagikan:

Jurnalistika.id – Prosepek pemulihan ekonomi Amerika Serikat pasca dilantiknya Joe Biden menjadi Presiden AS dirasakan optimis oleh para Investor. Dampak yang disebabkan yaitu melemahnya kurs rupiah karena terjadinya penguatan dolar AS.

Kurs rupiah ditutup pada Jum’at (22/01/2021) di level Rp14.035 per dolar AS, dikutip data Bloomberg. Terjadi pelemahan 35 poin atau 0,25% dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan pasar spot pada Kamis (21/01/2021) di level Rp. 14.000 per dolar AS.

Analis Pasar Uang PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), Reny Eka Putri mengatakan, bahwa terjadinya pelemahan kurs rupiah disebabkan karena dolar AS yang menguat yang dikarenakan kembali lagi investor optimis setelah Joe Biden sah menjadi Presiden AS.

Baca juga: Kepemilikan Sabu, Anak Wali Kota Tangerang Divonis 8 Bulan Penjara

“Stimulus fiskal USD1,9 yang dijanjikan Biden sangat dinanti investor untuk memulihkan perekonomian AS,” kata Reny saat dihubungi awak media, Jumat (21/01/2021).

Lanjut, dirinya menjelaskan, bahwa kebijakan stimulus fiskal AS menaikkan minat investor pada obligasi AS, yang dimana membuat sebagian investor mulai melirik kembali berinvestasi di pasar obligasi AS.

“Sehingga mendorong penguatan dolar AS,” ujarnya.

Walau demikian,Reny berpendapat, bahwa pergerakan kurs rupiah hari ini sebetulnya tidak menunjukkan depresiasi yang begitu dalam, hal tersebut disebabkan kebijakan Bank Indonesia (BI) pada Kamis kemarin (21/01/2021) yang memutuskan untuk menahan suku bunga acuan BI 7 day reverse repo rate di level 3,75% dalam Rapat Dewan Gubernur BI Januari 2021.

Baca juga: RUPS LB Hasilkan 4 Direksi Baru BRI, Berikut Nama-Namanya

Gubernur BI, Perry Warjiyo mengungkapkan, selain menahan suku bunga acuan, bank sentral juga menahan suku bunga deposit facility di level 3% dan suku bunga lending facility sebesar 4,5%.

“Kebijakan ini sesuai ekspektasi pelaku pasar ya. Sehingga membantu menahan laju pelemahan rupiah tidak terlalu besar pada hari ini,” ungkap Reny.

Amerika Serikat

Dolar AS

ekonomi

Indonesia

Investor

Rupiah


Rekomendasi

Topik Pilihan

#

Vannesa Angel

#

Tangsel

#

Benyamin Davnie

#

Jokowi Dodo

#

PT. PITS

Terbaru

dsds

Fakta Menarik Desa Wisata Huta Tinggi: Dekat Danau Toba Identik Dengan Kerbau

Peringati Hari AIDS Sedunia, Ini Yang dilakukan KPA Purwakarta

Menitipkan Masa Depan Melalui Pohon : Investasi Oksigen

Ini Rincian UMK Banten Tahun 2022 yang Ditetapkan Gubernur Wahidin Halim

Pemkot Tangsel Gelar Pengembangan Pelaku Usaha Sektor Pertanian Demi Peningkatan Produksi

Ini Alasan Erick Thohir Gabung Banser

Pemkot Tangsel Gelar Giat Pengembangan Usaha Mikro Bagi Pelaku Usaha

Julham Firdaus Kembali Pimpin Bamus Tangsel, Begini Harapan Walikota