jurnalistika.id – Indonesia tampil gemilang di World Pencak Silat Championship ke-20 dan Junior World Pencak Silat Championship ke-5 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA). Dengan total 22 medali emas, Merah Putih dinobatkan sebagai juara umum di kedua ajang tersebut.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Ario Bimo Nandito Ariotedjo mengapresiasi keberhasilan ini sekaligus menyampaikan harapan agar pencak silat bisa dipertandingkan di Olimpiade.
“Ada sekitar 1.100 peserta dari 57 negara yang jadi bukti potensi pencak silat agar menjadi olahraga yang mendunia,” ujar Dito di Jakarta, dikutip Antara.
Baca juga: Old Trafford Markas Manchester United Memang Sudah ‘Old’
Indonesia mengirimkan 170 atlet untuk berkompetisi dan menyebarkan nilai-nilai pencak silat di ajang internasional tersebut.
Dito menegaskan, misi utama keikutsertaan Indonesia adalah mempererat persahabatan antarnegara dan memperluas pengaruh pencak silat di kancah dunia.
Keberhasilan Indonesia juga menjadi bukti nyata dari kerja sama erat dengan UEA. Menpora menyebut kerja sama ini sebagai simbol persahabatan antara kedua negara.
“Pada April, kami bersama Menteri Olahraga UEA menandatangani perjanjian kerja sama yang salah satunya mendukung Abu Dhabi sebagai tuan rumah Kejuaraan Dunia Pencak Silat ke-20 ini,” jelasnya.
Raihan Pencak Silat Indonesia
Dalam Kejuaraan Dunia Pencak Silat ke-20, Indonesia memimpin perolehan medali dengan 11 emas, tujuh perak, dan lima perunggu.
Vietnam berada di posisi kedua dengan 10 emas, tiga perak, dan tiga perunggu, sementara Malaysia menempati posisi ketiga dengan enam emas, sembilan perak, dan empat perunggu.
Baca juga: Sebaiknya PSSI Jangan Pecat Shin Tae Yong
Sementara, di ajang Junior World Pencak Silat Championship ke-5, Indonesia kembali menjadi yang terbaik dengan raihan 11 emas, tiga perak, dan dua perunggu. Singapura dan Kazakhstan menyusul di posisi kedua dan ketiga.
Dito berharap kesuksesan ini dapat menarik perhatian Komite Olimpiade Internasional (IOC) untuk memasukkan pencak silat sebagai salah satu cabang olahraga resmi di Olimpiade.
Baca berita Jurnalistika lainnya di Google News, klik di sini.

