jurnalistika.id – Petualangan Erik ten Hag di Bayer Leverkusen berakhir sungguh cepat, bahkan terlalu cepat. Baru dua laga Bundesliga dan total tiga pertandingan kompetitif, arsitek asal Belanda itu dipastikan terdepak dari kursi pelatih.
Kabar pemecatan ini pertama kali mencuat lewat unggahan jurnalis kenamaan Italia, Fabrizio Romano, di platform X (dulu Twitter).
“Breaking, Erik ten Hag baru saja dipecat oleh Bayer Leverkusen,” tulis Romano.
“Keputusan diambil oleh hierarki klub pagi ini dan sang pelatih sedang diinformasikan keputusan itu.”
Baca juga: Rekap Pekan Ketiga Liga Spanyol: Real Madrid ke Puncak, Barca Turun
Tak berselang lama, konfirmasi resmi pun datang dari akun media sosial klub.
“Bayer 04 Leverkusen sudah berpisah dengan pelatih Erik ten Hag. Untuk sementara latihan akan diambil-alih oleh asisten pelatih.”
Berpetualang ke Jerman Usai Didepak dari Old Trafford
Padahal, Ten Hag baru resmi menjabat per 1 Juli 2025 usai mengakhiri petualangannya bersama Manchester United pada Oktober 2024.
Harapan besar sempat menyelimuti kedatangannya, mengingat reputasinya sebagai sosok revolusioner di taktik dan pengembangan pemain muda.
Namun, hasil di lapangan tak seindah ekspektasi. Dari tiga laga kompetitif, Leverkusen hanya mencatatkan satu kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan. Persentase kemenangannya pun tak lebih dari 33,3 persen.
Laga terakhir kontra Werder Bremen disebut sebagai titik kulminasi. Bermain melawan 10 pemain Bremen, Leverkusen justru gagal mengamankan tiga poin penuh dan hanya bermain imbang 3-3.
Hasil itu, menurut berbagai laporan, menjadi pukulan terakhir yang memastikan nasib Ten Hag.
Keputusan cepat ini menandakan bahwa manajemen Die Werkself enggan berlama-lama dengan situasi yang dianggap tidak stabil. Apalagi mengingat ambisi klub untuk bersaing di papan atas Bundesliga musim ini.
Kini, tongkat komando sementara berpindah ke tangan asisten pelatih, sambil menanti siapa sosok yang akan ditunjuk permanen sebagai nakhoda baru di BayArena.
Kepergian Ten Hag yang terbilang singkat ini sekaligus menambah daftar ironi dalam kariernya. Dari Old Trafford ke BayArena, Ten Hag kembali harus menutup buku lebih cepat dari yang diharapkan, meninggalkan tanda tanya besar soal arah kariernya ke depan.

