jurnalistika.id – Alexander Isak akhirnya angkat bicara terkait kisruh transfernya bersama Newcastle United. Penyerang asal Swedia itu menuding klub telah ingkar janji dan menegaskan tak ingin bermain lagi untuk The Magpies.
Pernyataan tersebut dirilis Isak bertepatan dengan seremoni penghargaan PFA. Meski masuk nominasi pemain terbaik tahun ini, ia memilih absen dari ajang tersebut.
Sebelum menyampaikan keluhannya, Isak lebih dulu berterima kasih kepada rekan setim, kolega, dan orang-orang di klub yang selama ini mendukungnya. Ia mengaku tak enak hati hadir dalam situasi yang tengah membelitnya.
Isak sebelumnya memutuskan mogok latihan dan menolak bermain setelah permintaan hengkangnya ditolak klub. Liverpool diketahui sudah mengajukan tawaran sebesar 110 juta paun, namun proposal itu ditolak mentah-mentah.
Baca juga: Hasil Real Madrid vs Osasuna: Los Blancos Baru Bisa Menang Lewat Penalti
The Reds masih menjadikan Isak target utama di bursa musim panas, sementara Newcastle kukuh mempertahankannya karena kesulitan mencari pengganti sepadan.
Dalam pernyataan resminya, Isak menegaskan kekecewaannya terhadap sikap klub.
“Saya sudah diam sekian lama sementara orang-orang berbicara. Diamnya saya itu telah membuat orang-orang menyuguhkan kejadian versi mereka sendiri, meski mereka tahu itu tak mencerminkan apa yang benar-benar diucapkan dan disepakati di belakang layar,” ungkap Isak melalui Instagram.
“Kenyataannya adalah janji-janji dulu telah disepakati dan klub sudah tahu posisi saya sejak lama. Untuk sekarang bertindak seolah-olah persoalan ini baru muncul adalah menyesatkan.” sambungnya.
“Ketika janji-janji diingkari dan kepercayaan hilang, hubungan tidak bisa dilanjutkan. Di sanalah segala sesuatunya berada bagi saya sekarang, dan kenapa perubahan adalah hal terbaik untuk semua orang, bukan cuma saya,” tuturnya lagi.
Menurut laporan Daily Mail, konflik ini berakar dari keputusan Direktur Keolahragaan Paul Mitchell tahun lalu, yang kini sudah meninggalkan klub, untuk tidak menawarkan kontrak baru kepada Isak.
Padahal, Amanda Staveley selaku mantan co-owner klub sempat mendiskusikan soal kenaikan gaji dan menyebut sang pemain pantas mendapatkannya.
Kekecewaan itu membuat Isak mantap ingin pindah pada akhir musim 2024/2025.
Kini, nasibnya di St. James’ Park semakin sulit dipertahankan setelah pernyataan terbuka yang menegaskan keinginannya untuk angkat kaki.
Ikuti dan baca berita Jurnalistika lainnya di Google News, klik di sini.

