Senin, 23 Mei 2022

Tentang KamiRedaksiKontak Kami
Jurnalistika

Menitipkan Masa Depan Melalui Pohon: Investasi Oksigen

  • Dodik Suprayogi

    01 Des 2021, 06:20 WIB

    Bagikan:

image

Foto: menamam pohon hari ini mengivestasikan oksigen di masa depan (Dok. Dodik)

jurnalistika.id – Pohon menyumbang 20% dari kebutuhan oksigen di bumi, selain dengan Fitoplankton yang mampu menghasilkan sekitar 50-85% oksigen di bumi. Keberadaan pepohonan hijau sangat penting dalam keberlangsungan kehidupan mahkluk hidup di bumi.

Pohon selain menghasilkan oksigen juga berfungsi sebagai penyerap panas, menyerap karbondioksida (CO2), Mencegah erosi dan banjir, serta akar-akarnya dapat menyerap air ke dalam tanah.

Penggundulan hutan atau deforestasi dewasa ini memasuki pada tingkatan yang kritis. Negara-negara yang memiliki hutan yang luas seperti Indonesia dan Brazil sedang berusaha keras untuk mengurangi laju deforestasi dan memulai merestorasi lahan-lahan hutan terutama lahan gambut untuk memulihkan kembali ekosistem.

Deforestasi memiliki dampak yang signifikan terhadap perubahan iklim seperti menyumbang kenaikan suhu global setiap tahunnya mengalami kenaikan 1,5-2 derajat celcius. Hal ini menyebabkan es di kutub utara semakin cepat mencair dan paling mengerikan berdampak pada kenaikan rata-rata permukaan air laut.

Prediksi tersebut sesuai dengan kajian-kajian ilmiah bahwa kota-kota besar dunia akan tenggelam dampak dari perubahan iklim tersebut. Emisi karbon dampak dari revolusi industri penggunaan mesin-mesin bertenaga uap manusia telah menghasilkan lebih dari 2.000 gigaton karbon dioksida ke dalam atmosfer.

Menanam Pohon Untuk Solusi Perubahan Iklim

Isu global yang sering dibicarakan adalah mengenai perubahan iklim, untuk memitigasi perubahan iklim salah satu cara yang dapat dilakukan oleh umat manusia adalah menanam pohon.

Diawali dari tingkatan rumah tangga menanam sayuran, buah-buahan, hingga tanaman keras tahunan yang setiap harinya melakukan proses fotosintesis dengan menyerap CO2 dan menghasilkan O2.

Kapasitas lebih luas gerakan reboisasi dengan menanami kembali lahan-lahan gundul baik hutan maupun kawasan pesisir dengan tanaman bakau mampu mengurangi ketersediaan karbon dioksida secara alami.

Hutan sebagai paru-paru dunia dengan upaya perluasan, pemulihan dan pengelolaan kembali dapat mendorong penyerapan karbon lebih banyak dengan memanfaatkan kemampuan fotosintesis untuk mengubah karbon dioksida di udara menjadi karbon yang tersimpan di dalam kayu dan tanah.

Pengelolaan hutan wisata dengan konsep Menurut Keputusan Menteri Kehutanan RI No. 687/Kpts II/ 1989 Bab I (Ketentuan Umum), Pasal 1 ayat 1 menyatakan bahwa Hutan wisata adalah kawasan perhutanan yang khusus diperuntukkan secara khusus untuk dipeliharan dan dibina guna kepentingan pariwisata dan berburu, yakni hutan wisata yang memiliki keindahan alam dan ciri khas tersendiri sehingga dapat dimanfaatkan bagi kepentingan rekreasi dan budaya.

Menindaklanjuti aturan tersebut, kita dapat belajar dari Kongo di Afrika, bagaimana mereka bisa mengelola kawasan safana di Taman Nasionalnya dengan beraneka ragam hewan-hewan langka di dalamnya dengan tetap membuka pintu pariwisata yang lebar bagi turis lokal maupun turis asing.

Pohon Alpukat di halaman rumah (Dok. Dodik)

Menanam pohon sejatinya untuk keberlangsungan kehidupan anak cucu kita di masa depan. Kondisi bumi yang semakin hari semakin memprihatinkan dengan banyak ancaman dari perubahan iklim, kita dapat berpartisipasi aktif dengan menanam pohon sebanyak-banyaknya baik di halaman rumah, pekarangan, kebun atau lahan-lahan kritis.

Baca Juga: Menengok Taman Kota 2 BSD yang Asri dan Estetik

Menanam pohon buah-buahan di pekarangan rumah seperti mangga, rambutan, alpukat, atau kelengkeng selain sebagai investasi oksigen juga dapat memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Lingkungan rumah sejuk, udara segar sehingga kehidupan rumah tangga pun menjadi harmonis.

Kalau bukan kita yang menjaga bumi ini, lalu siapa lagi, yuk menanam pohon untuk investasi oksigen anak cucu kita di masa depan.

Investasi Oksigen

Perubahan iklim

Pohon


Rekomendasi

Populer

187 Calon Jemaah Haji Asal Kota Tangsel Terancam Gagal Berangkat, Ini Sebabnya