logo jurnalistika

Kode Etik Jurnalistik: Definisi dan Isinya

  • Firman Sy

    21 Okt 2021, 10:02 WIB

    Bagikan:

Ilustrasi jurnalisme(Getty Images/iStockphoto)

Jurnalistika.id – Kode etik Jurnalistik (KEJ) merupakan sekumpulan pedoman operasional seorang Wartawan dalam menjalankan profesinya untuk mencari dan mendistribusikan informasi.

KEJ berisi apa saja yang menjadi pertimbangan, perhatian dan penalaran seorang Wartawan. Selain itu, isi etikanya juga mengatur hak dan kewajiban dari kerja kewartawanan.

Sebagai salah satu wujud Hak Asasi Manusia, Kebebasan pers telah dijamin oleh Undang-undang Republik Indonesia Nomor 40 tahun 1999, kebebasan tersebut bukanlah kebebasan yang mutlak, tetapi kebebasan yang bertanggung jawab.

Agar tanggung jawab tersebut dapat terlaksana, maka dibentuklah Kode etik jurnalistik untuk wartawan.

Baca Juga: Pakar Hukum Unpam Nilai PPA Tangsel Keliru Melepas Pelaku Pencabulan

Landasan kode etik jurnalistik mengacu pada kepentingan publik. Sebab kebebasan pers yang ideal adalah kebebasan yang tidak mencederai kepentingan publik dan tidak melanggar hak asasi warga negara.

Dilansir dari laman resmi Dewan Pers Indonesia, dijelaskan isi-isi dari kode etik jurnalistik, yaitu:

Isi Kode Etik Jurnalistik

  • Pasal 1, wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beriktikad buruk.
  • Pasal 2, wartawan Indonesia menempuh cara-cara yang profesional dalam melaksanakan tugas jurnalistik.
  • Pasal 3, wartawan Indonesia selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah.
  • Pasal 4, wartawan Indonesia tidak membuat berita bohong, fitnah, sadis, dan cabul.
  • Pasal 5, wartawan Indonesia tidak menyebutkan dan menyiarkan identitas korban kejahatan susila dan tidak menyebutkan identitas anak yang menjadi pelaku kejahatan.
  • Pasal 6, wartawan Indonesia tidak menyalagunakan profesi dan tidak menerima suap.
  • Pasal 7, wartawan Indonesia memiliki hak tolak untuk melindungi narasumber yang tidak bersedia diketahui identitas maupun keberadaanya, menghargai ketentuan embargo, informasi latar belakang, dan off the record sesuai dengan kesepakatan.
  • Pasal 8, wartawan Indonesia tidak menulis atau menyiarkan berita berdasarkan prasangka atau diskriminasi terhadap seseorang atas dasar perbedaan suku, ras, warna kulit, agama, jenis kelamin, dan bahasa serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa atau cacat jasmani.
  • Pasal 9, wartawan Indonesia menghormati hak narasumber tentang kehidupan pribadinya, kecuali untuk kepentingan publik.
  • Pasal 10, wartawan Indonesia segera mencabut, meralat, dan memperbaiki berita yang keliru dan tidak akurat disertai dengan permintaan maaf kepada pembaca, pendengar, atau pemirsa.
  • Pasal 11, wartawan Indonesia melayani hak jawab dan hak koreksi secara proporsional.

Lebih lanjut, institusi yang berhak menilai atas pelanggaran KEJ adalah Dewan Pers. Sementara pihak yang memberikan sanksi atas pelanggaran kode etik jurnalistik adalah organisasi profesi wartawan dan atau perusahaan pers yang bersangkutan.

Jurnalisme

Jurnalistik

Kode etik Jurnalistik

Media Online

persija


Rekomendasi

Topik Pilihan

#

Vannesa Angel

#

Tangsel

#

Benyamin Davnie

#

Jokowi Dodo

#

PT. PITS

Terbaru

dsds

Fakta Menarik Desa Wisata Huta Tinggi: Dekat Danau Toba Identik Dengan Kerbau

Peringati Hari AIDS Sedunia, Ini Yang dilakukan KPA Purwakarta

Menitipkan Masa Depan Melalui Pohon : Investasi Oksigen

Ini Rincian UMK Banten Tahun 2022 yang Ditetapkan Gubernur Wahidin Halim

Pemkot Tangsel Gelar Pengembangan Pelaku Usaha Sektor Pertanian Demi Peningkatan Produksi

Ini Alasan Erick Thohir Gabung Banser

Pemkot Tangsel Gelar Giat Pengembangan Usaha Mikro Bagi Pelaku Usaha

Julham Firdaus Kembali Pimpin Bamus Tangsel, Begini Harapan Walikota