Jurnalistika

Upaya Dindikbud Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka SMP di Tangsel

  • Malik Abdul Aziz

    04 Sep 2022, 21:00 WIB

    Bagikan:

image

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan

Jurnalistika.id – Upaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka tingkat SMP bukan suatu hal yang mudah.

Meski penerapan implementasi kurikulum merdeka sudah dilakukan di Tangsel, namun tidak semua sekolah SMP mampu menerapkannya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangsel, Deden Deni mengatakan, dari jumlah SMP Negeri dan SMP Swasta sebanyak 210 sekolah, hanya 119 sekolah atau 57 persen yang menerapkan Kurikulum Merdeka.

119 sekolah itu terdiri dari 48 Sekolah (40%) kategori Mandiri Belajar, 20 Sekolah (17%) kategori Mandiri Berbagi, 51 Sekolah (43%) kategori Mandiri Berubah

Sementara, 91 sekolah atau 43 persen yang belum menerapkan (implementasi) Kurikulum merdeka karena keterbatasan SDM, sarana dan prasarana.

“Masih terdapat 91 sekolah yang belum, itu karena SDM di sekolah tersebut belum mahami penuh tentang Kurikulum Merdeka, Kompetensi guru yang belum memadai, sarana dan prasarana sekolah yang kurang memadai,” paparnya.

Deden mengaku, pihaknya sudah berupaya maksimal untuk meningkatkan kualitas kurikulum di setiap SMP di Tangsel.

“Kami telah melakukan pendata sekolah dan menginventarisir pemasalahan/kendala dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka, melaksanakan Sosialisasi pada sekolah terkait IKM oleh pengawas Pembina,” ujar Deden.

“Bukan hanya itu kami pun telah mengadakan bimtek model pembelajaran dan penilaian bagi sekolah yang sudah di SK kan sebagai sekolah mandiri (Implemtasi Kurikulum Merdeka),” pungkasnya.

Ikuti berita jurnalistika.id lainnya di Google News, klik di sini.

Deden Deni

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan

Implementasi Kurikulum Merdeka

Kota Tangerang Selatan

Kurikulum Merdeka