Jurnalistika

Satu Bulan Berjalan, Target Imunisasi Pada BIAN di Kota Tangsel Capai 88 Persen

  • Malik Abdul Aziz

    02 Sep 2022, 16:01 WIB

    Bagikan:

image

Ilustrasi imunisasi pada anak. (Foto shutterstock via alodokter)

jurnalistika.id – Capaian imunisasi pada program Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mencapai angka 88,05 persen dalam satu bulan sejak program tersebut dimulai pada 1 Agustus 2022.

Capaian tersebut berdasarkan data dari BIAN Kota Tangerang Selatan oleh Dinas Kesehatan per Kamis, 1 September 2022.

Capaian target imunisasi pada BIAN 2022 di Kota Tangsel.

Dengan rincian, Imuniasi measles (Campak) dan rubella dengan sasaran 113.571 balita dan yang sudah terimunisasi 98.347 balita dengan total persentase 86,6%.

Sedangkan, untuk imunisasi Oral Polio Vaccine (OPV) dengan sasaran 14.326 balita dan yang sudah terimunisasi 12.709 balita dengan total persentase 88,7%.

Selanjutnya, untuk imunisasi Inactive Polio Vaccine (IPV) dengan sasaran 28.483 balita dan yang sudah terimunisasi 22.919 balita dengan total persentase 80,5%.

Berikutnya, Imunisasi difteri, pertusis, dan tetanus (DPT), hepatitis B (HB), Haemophilus influenzae tipe B (HIB) dengan sasaran 13.278 belita dan yang sudah terimunisasi 12.794 dengan total persentase 96,4%.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel, Allin Hendalin Mahdaniar mengatakan, awalnya masyarakat Tangerang Selatan terbatas dalam mendapatkan informasi akan program BIAN yang berlangsung dari 1 Agustus hingga 14 September itu.

“Saat ini alhamdulilah masyarakat sudah mengertahui tapi sebelumnya informasi yang didapatkan terbatas karena gak semua bisa mengakses di medsos ataupun media yang ada,” kata Allin melalui sambungan telpon, Jumat (2/9/2022).

Allin mengungkapkan, pihaknya sudah berupaya melakukan sosialisasi terkait keterbatasan itu. Seperti melalui pengajian, pengumuman mesjid hingga sosialisasi keliling lingkungan setempat oleh kader posyandu.

“Maka dari itu kita melakukan sosialisasi dengan manual melalui pengajian, pengumuman di mesjid atau pun jejaring lingkungan setempat. Alhamdulilah dari cara itu banyak yang tau,” terangnya.

Dirinya pun juga mengeluhkan lantaran masih ada orang tua yang belum mengetahui kegunaan dan keharusan imunisasi.

“Seperti yang dimana imunisasi untuk campak dan rubella tidak mengenal status imunisasi” tambahnya.

“Cuma banyak saja orang tua yang merasa imunisasinya sudah lengkap padahal untuk imunisasi campak dan rubella setiap umur 9-59 bulan harus melakukan imunisasi campak dan rubella tanpa melihat status imunisasinya,” imbuh Allin.

Terakhir, dirinya menargetkan untuk imunisasi campak dan rubella di angka persentase 95% dan imunisasi lainnya di angka persentase 85%.

Baca juga: BIAN di Kota Tangsel Sasar 126000 Anak

Ikuti berita jurnalistika.id lainnya di Google News, klik di sini.

BIAN 2022

Dinkes Tangsel

dr Allin Hendalin Mahdaniar