Jurnalistika

Penerapan Kurikulum Merdeka SMP di Tangsel, ini kata Dindikbud

  • Malik Abdul Aziz

    04 Sep 2022, 17:57 WIB

    Bagikan:

image

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Deden Deni

Jurnalistika.id – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) sudah menerapkan kurikulum merdeka menggantikan kurikulum 13 di tingkat SMP.

Kepala Dindikbud Tangsel, Deden Deni mengatakan bahwa penerapan kurikulum merdeka tingkat SMP sebagaimana kurikulum yang baru tentu mempunyai perbedaan.

“Kurikulum 2013 dirancang berdasarkan tujuan Sistem Pendidikan Nasional dan Standar Nasional Pendidikan. Sedangkan kurikulum merdeka menambah pengembangan profil pelajar Pancasila,” kata Deden saat dihubungi, Jum’at (2/9/2022).

Lebih lanjut lagi Deden menjelaskan perbedaan dari kurikulum 2013 yang mengutamakan kegiatan di kelas (indoor) sementara pada kurikulum medeka lebih fleksibel.

“Kurikulum 2013 yang melakukan pembelajaran rutin perminggu dengan mengutamakan kegiatan di kelas (indoor), sementara pada kurikulum merdeka lebih fleksibel dan pembelajaran projeck di ruang terbuka (outdoor),” jelasnya.

Dari aspek penilaian, Deden mengungkapkan bahwa kurikulum 2013 mempunyai 4 aspek penilaian sedangkan kurikulum merdeka penguatan profil belajar pancasila.

“Kurikulum 2013 memiliki 4 aspek penilaian, yaitu aspek pengetahuan, aspek ketrampilan, aspek sikap dan perilaku, sedangkan kurikulum merdeka lebih mengutamkan projek penguatan profil pelajar Pancasila,” ungkapnya.

“Penguatan profil pelajar pancasila itu seperti, Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, Berkebinekaan global, Mandiri, Bergotong royong, Bernalar kritis, Kreatif dengan intrakurikuler dan ekstrakurikuler,” pungkasnya.

Ikuti berita jurnalistika.id lainnya di Google News, klik di sini.

Deden Deni

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan

Kota Tangerang Selatan

Kurikulum Merdeka