logo jurnalistika

Muncul Fakta Baru Permainan PPDB di SMK N 1 Tangsel, Pihak Sekolah yang Meminta Sejumlah Uang ke Pihak Kelurahan Ciater

Oleh

Malik Abdul Aziz

pada

26 Jul 2021, 14:58 WIB

Muncul Fakta Baru Permainan PPDB di SMK N 1 Tangsel, Pihak Sekolah yang Meminta Sejumlah Uang ke Pihak Kelurahan Ciater
Foto: ilustrasi meminta uang

Jurnalistika.id – Berdasarkan keterangan dari pihak terpercaya, muncul fakta baru mengenai permainan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMK Negeri 1 Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Seperti dijelaskan oleh salah seorang pihak dari Kelurahan Ciater, Kecamatan Serpong, yang terjun langsung mengurusi penerimaan siswa dan berhubungan langsung dengan pihak sekolah.

“Saya yang dipercaya pak lurah untuk menjembatani anak-anak lingkungan sekitar untuk sekolah di SMK 1,” ujar pihak Kelurahan yang namanya tidak ingin di sebut, Senin (26/7/2021).

Baca juga: Ajang Mencari Keuntungan, Diduga 71 Siswa Titipan Oknum Kelurahan Ciater di SMK 1 Tangsel

Diungkapkannya, bahwa memang warga masyarakat sekitar menyampaikan aspirasi kepada pihak Kelurahan dan pihak dari Karang Taruna Ciater, terkait penerimaan siswa yang selama ini memang selalu saja ada kendala untuk diterima disekolah tersebut.

“Pihak sekolah datang ke Kelurahan, lalu kita bicaralah tentang penerimaan siswa baru. Kita dari pihak Kelurahan sudah tidak mau sebagai menyembatani, kalau bisa pihak Kelurahan hanya memberikan rekomendasi bahwa dia warga Ciater dan tolong di terima, cuma pihak sekolah tidak mau, katanya tolong bapak atur aja, nanti kita kasih kuota (kata pihak sekolah),” katanya.

Pihak Kelurahan itu juga menyampaikan mengenai persoalan sejumlah uang yang diberikan pihak Kelurahan atas permintaan dari pihak sekolah.

“Nelponlah dari pihak sekolah, bagaimana bang itunya (Uang), saya belum bicara soal itu sama pak Lurah dan orang tua murid. Setelah itu kita rapatkan, akhirnya kita minta keringanan dari pihak sekolah, akhirnya diangkat 1,5 juta per siswa dan itu tidak dipatok, kalau gak mampu silahkan, bikin surat keterangan tidak mampu beserta anak yatim piatu, kita free kita gak berpatok pada itu,”

“Pesan pak Lurah kita apa adanya, karena kita dari awal tidak mau ada seperti ini dan ini memang yang terakhir karena kita hanya mendapat nama jeleknya aja. Pihak sekolah betul yang minta di anggaran 2,5jt, tapi untuk tahun ini akhirnya 1,5 JT per siswa ke sekolah, tapi itupun berat sama pihak sekolah, hingga sekolah minta 18jt lagi,” jelasnya.

Diterangkannya, total keseluruhan uang yang diserahkan ke pihak sekolah sekitar 90 juta rupiah untuk 71 siswa.

“Saya ngasih ke panitia PPDB, mereka yang terima uangnya,” tegasnya.

Sementara itu, dari pihak Karang Taruna pun mengungkapkan perihal persoalan terkait. Menurutnya, Karang Taruna setempat hanya membantu warga sekitar yang kesusahan masuk ke sekolah tersebut.

“Kita membantu warga sekitar tanpa pamrih, kita kasihan banyak warga yang nangis-nangis karena anaknya mau masuk sekolah. Karena saya merasakan, ketika penerimaan siswa baru, warga saya di tekan dengan angka yang fantastis. Pihak kelurahan tidak bermain, tapi membantu meringankan untuk menekan dana yang diminta sekolah, tahun lalu sekolah minta 2,5jt, tapi tahun ini dibantu agar lebih murah, Allhamdulillah jadi diringankan beban warga saya,” ujarnya.

Disisi lain, salah seorang wali murid yang anaknya masuk melalui Kelurahan dan Karang Taruna, menyampaikan rasa terimakasihnya ataus bantuan kepadanya.

Baca juga: PPKM Level 4 Resmi Diperpanjang Hingga 4 Agustus

“Yah saya banyak banyak terimakasih karena diibantu karang taruna anak saya tadinya tidak masuk jadi masuk alhamdulillah seneng pak, Awalnya sedih juga anak juga sedih alhamdulillah sudah dibantu pihak karang taruna, seneng pak dibantu dari nol gak pake uang apa apa dibantu,” pungkasnya, melalui sambungan WhatsApp.

Berita Terkait

Gangguan Jaringan Internet Telkomsel dan Indihome, Ini Penyebabnya

News

sehari yang lalu

Gangguan Jaringan Internet Telkomsel dan Indihome, Ini Penyebabnya

Ga Izin, Indro Kritik 3 Orang Peniru Warkop

Entertainment

18 September 2021

Ga Izin, Indro Kritik 3 Orang Peniru Warkop