Jurnalistika

Masuki Musim Kemarau, 3 Kecamatan di Sukabumi Berpotensi Krisis Air Bersih

  • Firmansyah

    12 Jul 2022, 17:35 WIB

    Bagikan:

image

Ilustrasi warga sedang berebut air bersih (Foto ANTARA)

jurnalistika.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi mewaspadai tiga kecamatan yang berpotensi kekurangan air bersih ketika memasuki musim kemarau.

Tiga kecamatan yang berpotensi kekurangan air bersih tersebut adalah Kecamatan Baros, Cikole, dan Citamiang.

Ketiga kecamatan tersebut memiliki kawasan-kawasan padat permukiman dengan tingkat konsumsi air bersih yang tinggi.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Imran Wardani mengatakan, empat kecamatan lainnya, yakni Warudoyong, Gunungpuyuh, Cibeureum, dan Lembursitu bukan berarti aman dari krisis air bersih.

Akan tetapi, hasil pemantauan terakhir, potensi krisis air bersih saat kemarau terjadi baru di tiga kecamatan.

Menurut Imran, BPBD Kota Sukabumi saat ini masih menunggu surat keputusan (SK) dari Provinsi Jawa Barat mengenai prediksi puncak musim kemarau.

“Berdasarkan pengalaman kami pada tahun-tahun sebelumnya, saat memasuki musim kemarau di wilayah Kota Sukabumi masih dapat diatasi karena tidak seperti daerah lain yang memiliki lahan pertanian yang cukup besar,” ucapnya pada Senin, 11 Juli 2022.

“Sementara di Kota Sukabumi lebih mengatasi terhadap warga yang kekurangan air bersih. Dan berdasarkan pengalaman juga krisis air bersih lebih sering di tiga kecamatan itu,” lanjutnya.

Adapun menurut informasi resmi dari BMKG, puncak musim kemarau di Indonesia diprediksi akan terjadi pada Agustus 2022.

Baca juga: Waspada Cuaca Ekstrem, BPBD Kota Sukabumi Imbau Tunda Perjalanan

Dapatkan berita pilihan jurnalistika.id setiap hari langsung ke ponsel di Grup Telegram “Sahabat Jurnalistika”. Mari bergabung dengan cara Klik link ini, kemudian join.

BPBD Sukabumi

Kota Sukabumi

Krisis Air Bersih

Musim Kemarau

Sukabumi Hari Ini


Tentang Kami
Karir
Kebijakan Privasi
Pedoman Media Siber
Kontak Kami