Jurnalistika

Mahasiswa Inbound PMM Unpam Ikuti Tur Religi ke Masjid Kubah Emas Depok

  • Firmansyah

    11 Sep 2022, 21:43 WIB

    Bagikan:

image

Dosen pengampu Modul Nusantara dan Mentor tur religi serta mahasiswa Inbound PMM Unpam berfoto bersama usai melakukan observasi di dalam Masjid Kubah Emas, Kota Depok. (Dok: Istimewa)

jurnalistika.id – Peserta Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Universitas Pamulang (Unpam)
mengisi kegiatan di hari Sabtu dengan mengikuti tur religi. Kali ini, mahasiswa Inbound dari berbagai universitas di pelosok Nusantara itu mengunjungi Masjid Dian Al Mahri atau lebih dikenal dengan nama Masjid Kubah Mas di Kota Depok, Jawa Barat.

Mentor yang mendampingi tur religi pada hari Sabtu (10/9/2022) itu, Erinda Sundari mengatakan, ada sebanyak 96 mahasiswa dari 29 Universitas yang menjadi mahasiswa Inbound di Universitas Pamulang.

Adapun yang mengikuti tur religi ke Mesjid Kubah Emas, ada 20 peserta. Menurut Erinda, tur religi ini menjadi realisasi dari Modul Nusantara di mana tahun ini mengusung tema “Kebhinekaan”. Modul tersebut diampu oleh Dosen Universitas Pamulang, yaitu Ibu Imma Rahmani Hasanah, S.H, M.H,.

“Teman-teman peserta (PPM Unpam-Red) berasal dari 7 pulau berbeda dengan agama dan kebudayaan yang berbeda. Nah, tur ini menjadi upaya untuk mengasah rasa toleransi dan jiwa pluralisme peserta,” kata Erinda, dalam keterangannya, Sabtu.

Erinda mengatakan, selain tur dengan melakukan observasi di Masjid Kubah Emas, peserta juga mengikuti kegiatan bedah film bertema Kebhinekaan setelah tur religi itu.

Menurutnya, kegiatan sebagai realisasi dari Modul Nusantara itu akan berlangsung rutin selama 4 bulan ke depan.

“Tiap Sabtu kita ngadain agenda kebhinekaan sama di akhir nanti ada kontribusi sosial. Temen-temen langsung terjun ke masyarakat buat bantu menyelesaikan masalah sosial di lingkungan sekitar,” katanya.

Selain ke masjid-masjid, peserta juga akan melakukan tur religi untuk melakukan observasi ke tempat-tempat ibadah agama lain.

“Minggu depan kita ngadain diskusi, Minggu depannya lagi kita tour lagi ke klenteng sama masjid Kali Pasir. Jadi macem macem,” tukas Erinda.

mahasiswa Inbound PMM Unpam berfoto di depan Masjid Kubah Emas, Depok. (Dok: istimewa)

Sementara itu, Indri Lestari, peserta PMM yang mengikuti tur ke Masjid Kubah Mas Depok mengaku terkesan dengan filosofi arsitektur maupun sejarah berdirinya Masjid yang terletak di Kecamatan Meruyung, Kota Depok tersebut.

“Hal unik yang menjadi filosofi dari masjid Dian Al-Mahri ini selain dari kubahnya yang berbalut emas, masjid ini juga memiliki 6 menara yang melambangkan 6 rukun iman dan terdapat 5 kubah yang melambangkan 5 rukun islam,” ujar Mahasiswi Universitas Makassar itu.

Indri menjelaskan, berdasarkan hasil observasinya, Masjid Kubah Emas merupakan masjid pribadi milik Hajah Dian yang pembangunannya dimulai pada bulan April 1999 dan diresmikan pada 31 Desember 2006.

Masjid ini dibangun di atas tanah seluas 50 Hektar dengan luas masjid 8000 meter yang dapat menampung hingga kurang lebih 10.000 jamaah.

Beberapa meter di samping masjid kubah emas terdapat aula yang berdiri di atas tanah 600 meter.

“Dan hal lain yang menarik dari masjid Dian Al-Mahri ini tepat di tengah-tengah masjid terdapat lampu hias dengan berat 2,7 ton yang dikelilingi jendela kecil sebanyak 33 jendela. Di mana pada setiap jendela terdapat kaligrafi 3 nama Allah (asmaul husna) yang jika di total maka terdapat 99 Asmaul Husna yang terdapat di jendela tersebut,” paparnya.

“Kemudian yang tak kalah indahnya yakni desain dari masjid ini yang mengadopsi arsitektur dari Timur Tengah. Untuk desain lanskapnya didesain sendiri oleh almarhumah Haja (Aji) Dian dengan menggunakan bahan bagunan dan furniture yang di import langsung dari Itali, Mesir, Australia, dan Singapura,” tambah Indri.

Setelah berkunjung ke Masjid Kubah Emas, ia juga mengikuti kegiatan bedah film berjudul “Aisyah biarkan kami bersaudara”.

“Pada film ini kita dapat memperoleh hikmah betapa pentingnya toleransi beragama, sehingga kita harus selalu ingat bahwa negara kita Indonesia memiliki masyarakat majemuk yang kaya akan suku bangsa bahasa dan agama yang akan selalu hidup berdampingan. Sehingga dengan toleransi beragama akan membuat perbedaan itu menjadi indah sebagaimana bhineka tunggal ika kita pegang teguh,” pungkasnya.

Baca berita jurnalistika.id lainnya di Google News, klik di sini.

Kuliah Merdeka

Mahasiswa Inbound Unpam

Merdeka belajar

Pertukaran Mahasiswa Merdeka

universitas pamulang