Rabu, 17 Agustus 2022

Tentang KamiRedaksiKontak Kami
Jurnalistika

Kominfo Ungkap Kendala Berantas Situs Judi Online

  • Firmansyah

    07 Jul 2022, 09:52 WIB

    Bagikan:

image

Ilustrasi judi online (dok: istimewa)

jurnalistika.id – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengungkap berbagai kendala dan tantangan untuk memberantas judi online alias judi slot.

Juru Bicara Kemenkominfo, Dedy Permadi mengatakan, judi online kerap hadir dengan nama dan jenis permainan baru yang sedikit berbeda. Sehingga membuat kesan platform judi slot ini belum tertangani.

“Terlebih kegiatan perjudian juga diatur secara berbeda di negara lain yang membuat penindakan platform lintas negara juga menjadi tantangan”, kata Dedy di Jakarta, dikutip Antara, Rabu (6/7/2022).

Selain itu, terkait kendala non-teknis, Dedy menjelaskan, Kemenkominfo menemukan kegiatan judi berlaku juga di platform yang tidak secara spesifik menampilkan perjudian.

“Sehingga jangkauan pemberantasan kegiatan judi menjadi cukup besar dan memerlukan sinergi yang kuat bersama aparat terkait,” jelasnya.

Dedy menjelaskan penawaran slot judi daring melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp juga menjadi sebuah tantangan lain karena konten tersebut bersifat privat. Sedangkan kemampuan pengawasan Kemenkominfo terbatas kepada konten yang bersifat publik. 

“Masyarakat kami minta untuk turut aktif dalam melakukan pelaporan jika menerima penawaran judi secara personel,” kata Dedy. 

Kominfo buka ruang aduan Judi Online dari masyarakat

Dedy menjelaskan penawaran slot judi daring melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp juga menjadi sebuah tantangan lain karena konten tersebut bersifat privat, sedangkan kemampuan pengawasan yang dilakukan Kemenkominfo terbatas kepada konten yang bersifat publik.

Untuk itu, Dedy mengimbau bagi masyarakat yang mendapatkan pesan tawaran perjudian melalui platform WhatsApp dapat melaporkan konten terkait melalui https://aduankonten.id/. Selain itu, masyarakat juga dapat melaporkan nomor yang menawarkan judi melalui kanal aduan Twitter @aduanPPI atau melalui tautan https://layanan.kominfo.go.id/.

Lebih lanjut Dedy menjelaskan modus operandi penawaran judi daring melalui WhatsApp itu dilakukan secara acak dan bisa menyasar siapa pun. Pihak penyelenggara melakukan itu berdasarkan data nomor telepon yang dimiliki.

Penyelenggara judi daring umumnya menawari korban dengan kemenangan yang mudah dengan biaya registrasi yang kecil atau syarat bergabung yang ringan. Jika berhasil, penyelenggra membujuk korban untuk mempertaruhkan uang dengan jumlah yang lebih besar.

Dedy menambahkan, sejak tahun 2018 hingga 4 Juli 2022 Kemenkominfo telah memutus akses terhadap 525.532 konten perjudian di berbagai platform digital.

“Kementerian Kominfo juga mengawasi persebaran konten di ruang digital termasuk konten perjudian. Baik secara mandiri ataupun berkolaborasi dengan kementerian/lembaga lainnya,” tutup Dedy.

Baca juga: Cekcok dengan Istri Gara-gara Judi Online, Pria di Ciledug Tewas Gantung Diri

(fsy)

Ikuti update berita pilihan jurnalistika.id setiap hari langsung ke ponsel di Grup Telegram “Sahabat Jurnalistika”. Mari bergabung dengan cara Klik link ini, kemudian join.

Judi

Judi online

judi slot

Kemenkominfo

Kominfo