Jurnalistika

Era Digital Jadi Tantangan Perkenalkan Budaya Indonesia

  • Firmansyah

    04 Sep 2022, 21:36 WIB

    Bagikan:

image

Pengurus PMRS 2022-2023. (Dok: istimewa)

jurnalistika.id – Kebudayaan memiliki potensi yang dapat menunjang perekonomian di samping menunjukkan karakter suatu bangsa. Apalagi di era digital, jika pelaku budaya dapat mengoptimalkannya dengan kreatif, berkarir dengan mengeksplorasi kebudayaan merupakan suatu pilihan.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Dendi Sunardi, Pembina organisasi mahasiswa yang bergerak di bidang Kebudayaan, Paguyuban Mahasiswa Rantau Sunda (PMRS) saat dialog ‘Eksplorasi nilai-nilai budaya Sunda di Era Digital’. Dialog Kebudayaan sekaligus pelantikan pengurus PMRS periode 2022-2023 tersebut berlangsung di Ruang Aspirasi DPRD Kota Tangerang Selatan, Sabtu (3/9/2022).

Dendi Sunardi
Pembina PMRS Dendi Sunardi. (Firman/jurnalistika)

Menurutnya, keragaman Budaya menjadi salah satu kekayaan yang dimiliki Indonesia. Dendi mengatakan, Kehadiran teknologi digital bukan untuk mengenyampingkan nilai-nilai budaya lokal, justru harus dimanfaatkan untuk memperkenalkan kekayaan budaya ke dunia internasional.

Tak hanya tradisi, menurut Dendi, kebudayaan juga tercermin dari produk ekonomi kreatif, seperti musik dan film. Ia mengungkapkan rasa bangga saat salah satu karya sineas Indonesia bisa memamerkan salah satu film yang menggunakan bahasa Sunda mengikuti pameran di salah satu festival film di Perancis.

Film yang ia maksud ialah film karya Sutradara Kamila Andini berjudul Nana (Before, Now, and Then). Film tersebut tayang pada program kompetisi utama 72nd Berlin International Film Festival, di Berlin, Jerman.

“Salah satu contohnya saya bangga ada satu film yang dialognya full bahasa Sunda itu dipamerkan di salah satu festival film di Jerman. Nah Itu menjadi contoh gabungan teknologi dan budaya,” ujarnya.

Baca: Sinopsis Film Nana: Before, Now, and Then

Pengurus PMRS periode 2022-2023 Teguhkan Komitmen Ngamumule Budaya Sunda

Dialog Kebudayaan dan pelantikan PMRS
Pelantikan pengurus PMRS periode 2022-2023 dan Dialog Kebudayaan. (Dok: istimewa)

Sebelumnya, Pengurus PMRS periode 2022-2023 dilantik. Ihsan Hidayatullah selaku Ketua Umum terpilih meneguhkan komitmennya untuk menghidupkan kembali nilai-nilai dan falsafah budaya Sunda.

“Adanya organisasi ini, kita berkomitmen untuk membangun dan menghidupkan kembali nilai-nilai falsafah budaya Sunda,” kata Ihsan.

Turut hadir dalam pelantikan tersebut Ketua Paguyuban Warga Sunda Kota Tangerang Selatan (PWSTS) Dudung Diredja.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangsel periode 2011-2015 itu menyambut baik kerjasama antara pihaknya dengan PMRS dalam soal Kebudayaan.

“Pengurus PMRS dapat menjadi mitra kerja pemerintahan daerah dan PWSTS dalam melestarikan budaya leluhur urang Sunda di Kota Tangerang Selatan,” kata Dudung.

Ia berharap, pengurus baru PMRS yang notabennya generasi Z bisa melestarikan sekaligus memperkenalkan budaya Sunda ke khalayak lebih luas.

“Selamat atas dilantiknya kepengurusan PMRS periode 2022-2023. Terus berjuang untuk melestarikan budaya leluhur urang Sunda terutama bagi kaum milenial di kota Tangerang selatan,” tutupnya.

Ikuti berita jurnalistika.id lainnya di Google News, klik di sini.

(fsy)

Budaya

Kebudayaan

Paguyuban Mahasiswa Rantau Sunda

Paguyuban Warga Sunda Tangsel

Pmrs