Kamis, 30 Juni 2022

Tentang KamiRedaksiKontak Kami
Jurnalistika

Cegah Banjir Dinas DSADBMK Tangsel Gencarkan Normalisasi Drainase

  • Malik Abdul Aziz

    17 Jun 2022, 12:06 WIB

    Bagikan:

image

Pekerja tengah melakukan normalisasi drainase di Tangsel. (Foto: Dinas SDADMBK)

jurnalistika.id – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Kontruksi (SDABMBK) terus melakukan normalisasi drainase yang jadi titik banjir secara bertahap di wilayah Tangsel.

Kepala dinas SDABMBK kota Tangsel, Robbi Cahyadi mengatakan, terdapat ketentuan dan kewenangan dalam melakukan penangan infrastruktur seperti, jalan Nasional yang merupakan kewenangan Kementerian PUPR, jalan Provinsi yaitu kewenangan Gubernur, serta jalan kota merupakan kewenangan Pemerintah kota itu sendiri.

“Sistem drainase yang ada di tiap ruas jalan memiliki kapasitas yang berbeda, dalam menangani juga sesuai kewenangannya,” ujar Robbi.

Hal ini terlihat pada masalah banjir yang berada di Perumahan Pamulang Asri kota Tangsel. Drainase tersebut memiliki volume yang cukup kecil, sehingga memerlukan waktu dalam melakukan proses normalisasi sehingga kita membuat kolam retensi agar memarkir air sementara di tempat tersebut.

“Kami mendapatkan informasi tersebut dari tim drainase kota yang kita kirim untuk melakukan proses normalisasi. Dengan adanya bukti dari foto-foto aktifitas harian dalam membersihkan saluran yang tertumpuk sampah,” jelasnya.

Permasalahan yang sempat terjadi saat melakukan normalisasi yaitu masih adanya air tergenang setelah dilakukan normalisasi. Setelah 5-10 menit, air tersebut akan surut, karena kapasitas drainasenya terbatas.

“Memang ada sumbatan-sumbatan dari beberapa titik. Itulah yang sedang diupayakan untuk membuka dari sumbatan tersebut, intinya semua ruas yang jadi kewenangan Pemkot akan terus menerus diupayakan untuk ditangani dengan bertahap,” kata Robbi.

Robbi menambahkan, untuk titik banjir di daerah Pondok Aren tidak bisa disamakan dahulu dan sekarang. Menurutnya saat ini sudah banyak aktifitas pembangunan yang menyebabkan penyempitan pada kali atau sungai-sungai yang ada.

“Kami masih menganalisa dan menyusun untuk penangannya. Sementara yang kami lakukan ini dengan cara membersihkan saluran dari sampah dan sendimen lainnya, melakukan normalisasi drainase untuk pelebaran kali atau sungai, menyediakan tandon yang di kombinasi dengan pompa sistem tanggul dan sistem klep,” papar Robbi.

Proses penanganan yang dilakukan saat ini, kata Robby, bukan untuk mencegah adanya banjir, melainkan untuk mengurangi banjir di titik kali ataupun sungai yang mengecil akibat banyaknya aktifitas pembangunan. Sebagai contoh penanganan yang sangat efektif yaitu di kali Kemuning dan Tandon Pamulang.

“Untuk tahap ini akan direncanakan dengan master plan tahun ini, dan realisasi tahun depan akan dilakukan secara bertahap. Diantaranya akan dilakukan penanganan di kali Ciater, kali Benda, kali Kedaung, dan kali-kali lainnya,” paparnya.

Iya menyampaikan juga terkait anggaran setiap tahun dipastikan ada untuk kebutuhan penanganan banjir, namun untuk master plan tersebut akan ada di tahun depan.

“Begitu juga dengan pemeliharaan, walaupun tidak semuanya dapat terpenuhi seperti ruas-ruas utama di wilayah Ciater, Rawabuntu dan lain sebagainya. Maka akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan master plannya,” pungkasnya.

Baca berita jurnalistika.id lainnya di Google Newsklik di sini.

(rilis dinas SDABMBK kota Tangsel)

drainase

DSDABMBK Tangsel

normalisasi drainase