Kamis, 30 Juni 2022

Tentang KamiRedaksiKontak Kami
Jurnalistika

Ceramah Ekstrem, Ini Alasan Singapura Tolak Kunjungan UAS

  • Firmansyah

    18 Mei 2022, 08:49 WIB

    Bagikan:

image

Ustadz Abdul Somad (UAS) (Tangkap layar Instagram.com / ustadzabdulsomad_official)

jurnalistika.id – Pemerintah Singapura mengungkapkan alasan menolak penceramah kondang Ustaz Abdul Somad (UAS) mengunjungi negaranya. Kementerian Dalam Negeri Singapura menyebut, salah satu penolakan itu terkait dengan salah satu konten ceramah UAS.

“Ia membuat pernyataan yang merendahkan anggota komunitas agama lain,” begitu bunyi keterangan tertulis Kemendagri Singapura seperti dikutip kompas.com, Selasa (17/5/2022).

Kemendagri Singapura pun menyebut UAS sebagai penceramah ekstrimis dan segregasionis. Kementerian itu menyebut, beberapa ceramah UAS menyebarkan ajaran ekstrem dan perpecahan.

Konten ceramah seperti itu, keterangan tertulis itu menerangkan, tidak dapat diterima oleh masyarakat Singapura yang multirasial dan agama.

Salah satunya, Kemendagri Singapura memberikan contoh ceramah UAS yang menganggap bom bunuh diri adalah sah dan dianggap syahid dalam konteks konflik Palestina-Israel.

“Dia juga berkomentar yang merendahkan agama lain, seperti Salib Kristen dianggap sebagai tempat tinggal jin kafir. Somad juga secara terbuka menyebut non-Muslim kafir,” sambungnya.

Baca juga: Hadiri Halalbihalal, Benyamin Sebut Rindu Masukan KAHMI

Kemudian, Kemendagri Singapura menegaskan, setiap pengunjung tidak otomatis atau berhak bisa masuk ke negaranya. Pemerintah Singapura memiliki pandangan serius terhadap setiap orang yang menganjurkan kekerasan atau mendukung ekstremisme dan segregasi.

“Somad dan rombongan perjalanannya ditolak masuk Singapura,” sambung mereka.

Kronologi UAS Dideportase dari Singapura

Sebelumnya, Ustad Abdul Somad berencana mengunjungi Singapura pada Senin (16/5). Dalam pernyataannya, UAS menegaskan perjalanan ke Singapura itu dalam rangka liburan bukan pengajian atau tablig.

Penceramah Hilmi Firdausi yang mengabarkan bahwa UAS dideportasi dari Singapura mengunggah isi percakapan keduanya di twitter @hilmi28.

Dalam tangkapan layar keduanya, UAS menyatakan telah memenuhi persyaratan perjalanan ke Singapura sejak beberapa hari sebelum keberangkatan. Selain itu, ia juga mengaku telah mendapatkan arrival card dari ICA.

“Beberapa hari sebelum keberangkatan, semua persyaratan sudah dipenuhi. ICA sudah keluarkan arrival card. Semua rute perjalanan sudah jelas,” ujar UAS dalam percakapan tersebut.

UAS mengaku pihak Imigrasi menariknya sehingga ia terpisah dengan rombongan. Ia pun mengaku tak ada wawancara dan penjelasan dari pihak Imigrasi terkait kejadian tersebut. Ia mengaku dipulangkan dengan feri terakhir pada pukul 17.30.

“Tidak ada wawancara, tidak ada minta penjelasan, tidak bisa menjelaskan ke siapa,” tulis UAS.

Baca juga: Libur Imlek tidak Digeser, Ustadz Hilmi Firdausi: Padahal Hari Selasa

Sementara itu, Duta Besar (Dubes) RI untuk Singapura, Suryopratomo menjelaskan, Singapura sejak awal tidak mengizinka Ustad kondang itu masuk Negaranya. Hal itu lantaran Abdul Somad tak memenuhi kriteria warga asing berkunjung ke Singapura.

Ia mengaku mendapatkan Informasi tersebut dari Otoritas Imigrasi dan Pos Pemeriksaan (ICA) Singapura.

“Informasi yang saya dapatkan dari ICA, Abdul Somad tidak diizinkan untuk masuk Singapura karena tidak memenuhi kriteria warga asing berkunjung ke Singapura. Jadi tidak dideportasi karena beliau belum masuk Singapura,” ujar Suryopratomo kepada Kompas.com, Selasa (17/5/2022).

Selain itu, pihaknya juga mengaku tak menerima informasi dari UAS mengenai pengajuan permohonan bantuan kepada KBRI untuk masuk ke Singapura.

“Menurut ICA, mereka tidak mengizinkan masuk. Not to land sejak awal,” jelas dia.

Baca berita dan informasi lainnya di Google News

KBRI Singapura

UAS

Ustad Abdul Somad