Jurnalistika
Loading...

Ternyata Ada Satu Korban Selamat Kecelakaan Pesawat Air India

  • Jurnalistika

    13 Jun 2025 | 09:35 WIB

    Bagikan:

image

Vishwash Kumar Ramesh (40), korban selamat dalam kecelakaan pesawat Air India, Kamis (12/6/2025). (screen shot video X)

jurnalistika.id – Harapan sempat sirna setelah pesawat Air India rute Ahmedabad–London dinyatakan jatuh dan menewaskan seluruh penumpang dan awak pada Kamis (12/6/2025). Namun, kepastian soal jumlah korban berubah setelah seorang penumpang ditemukan hidup dari reruntuhan pesawat.

Ramesh Viswashkumar, pria berusia 40 tahun yang duduk di kursi 11A, menjadi satu-satunya korban selamat dalam kecelakaan tragis tersebut. Ia merupakan warga negara Inggris keturunan India.

Dalam kondisi terluka dan masih dirawat di rumah sakit, Ramesh menyampaikan kesaksiannya tentang momen mengerikan saat pesawat mulai kehilangan kendali.

“Tiga puluh detik setelah lepas landas, terdengar suara ledakan keras, dan pesawat langsung jatuh,” katanya dalam wawancara dengan Hindustan Times.

Baca juga: Penyebab Pesawat Air India Tujuan London Jatuh

“Semua terjadi begitu cepat. Saat saya bangun, saya melihat mayat di sekeliling saya. Saya ketakutan, berdiri, lalu lari. Potongan pesawat berserakan. Seseorang memegangi saya dan membawa saya ke ambulans,” sambungnya.

Ia juga menyebut bahwa saudaranya, Ajay, turut berada di dalam pesawat namun duduk di baris berbeda dan hingga kini belum ditemukan.

“Tolong bantu saya menemukan dia,” ujarnya dengan suara gemetar.

Kecelakaan Tragis Pesawat Air India Tujuan London

Kecelakaan terjadi hanya beberapa menit setelah pesawat jenis Boeing 787-8 Dreamliner lepas landas dari Bandara Internasional Sardar Vallabhbhai Patel.

Pesawat menghantam kawasan padat penduduk, termasuk asrama mahasiswa kedokteran B.J. Medical College saat waktu makan siang. Polisi menyatakan setidaknya 204 jenazah telah ditemukan dan lebih dari 50 orang mengalami luka-luka.

Pesawat membawa total 242 orang, terdiri dari 217 penumpang dewasa, 11 anak-anak, 2 bayi, serta awak kabin dan pilot. Air India melaporkan mayoritas penumpang adalah warga negara India, disusul Inggris, Portugal, dan Kanada.

Salah satu korban tewas adalah Vijay Rupani, mantan Kepala Menteri Negara Bagian Gujarat, sebagaimana dikonfirmasi oleh Menteri Federal India, C.R. Patil.

Baca juga: Gubernur Aceh Sebut 4 Pulau Masuk Sumut Sudah Punya Aceh Sejak Dulu

Di lokasi kejadian, badan pesawat hancur total. Potongan pesawat menyebar luas, termasuk bagian ekor yang tersangkut di atap bangunan. Menurut CNN-News18, pesawat jatuh tepat ke ruang makan asrama mahasiswa.

“Anak saya sedang makan siang di asrama saat pesawat jatuh. Dia selamat dan sempat menelepon saya. Dia melompat dari lantai dua dan mengalami beberapa luka,” ujar seorang ibu bernama Ramila kepada ANI.

Sekretaris Kesehatan Gujarat, Dhananjay Dwivedi, menyampaikan bahwa pemerintah daerah meminta keluarga korban menyerahkan sampel DNA untuk mempercepat proses identifikasi.

Ia juga memastikan sejumlah warga sipil turut menjadi korban akibat lokasi jatuhnya pesawat berada di area padat penduduk.

Menurut catatan penerbangan dari Flightradar24, pesawat lepas landas pukul 13:39 waktu setempat dari landasan pacu 23 dan sempat mengirim sinyal Mayday sebelum hilang kontak. Beberapa video yang beredar menunjukkan pesawat terbang rendah, lalu menghilang dan disusul ledakan besar.

Konsultan keselamatan penerbangan asal AS, Anthony Brickhouse, menyoroti bahwa dalam rekaman terlihat roda pendarat belum sempat ditarik.

“Jika Anda tidak tahu apa yang terjadi, Anda akan mengira pesawat itu sedang mendekati landasan,” katanya.

Tim investigasi dari berbagai lembaga termasuk Aircraft Accident Investigation Bureau India, Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS (NTSB), dan GE Aerospace akan melakukan penyelidikan mendalam terkait insiden ini.

Saham Boeing Merosot

Insiden ini menjadi kecelakaan fatal pertama yang melibatkan pesawat Boeing 787-8 Dreamliner. Akibatnya, saham Boeing merosot hingga 5% di tengah upaya pemulihan reputasi perusahaan setelah serangkaian masalah keselamatan sebelumnya.

Tata Group selaku pemilik Air India menyatakan akan memberikan santunan sebesar 10 juta rupee kepada keluarga korban meninggal, menanggung semua biaya pengobatan korban luka, serta membantu pembangunan kembali fasilitas yang rusak.

Bandara Ahmedabad yang sempat ditutup telah kembali beroperasi secara terbatas. Adani Group selaku pengelola bandara menyatakan terus bekerja sama dengan pihak berwenang dalam penanganan pascakecelakaan.

Tragedi ini turut mengundang perhatian dunia internasional. “Tragedi di Ahmedabad membuat kami terkejut dan sedih,” tulis Perdana Menteri India Narendra Modi lewat akun resminya di X.

Raja Charles dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer juga menyampaikan belasungkawa mendalam serta terus memantau perkembangan investigasi.

Ikuti dan baca berita Jurnalistika lainnya di Google News, klik di sini.


Sumber: Hindustan Times

India

pesawat air india jatuh

pesawat india


Populer

Rangkuman Terkini Soal Banjir Besar di Sumut, Sumbar, dan Aceh
Tentang Kami
Karir
Kebijakan Privasi
Pedoman Media Siber
Kontak Kami