Jurnalistika

Identitas Bos Binomo Terungkap! Seorang WNA di Luar Negeri

  • Firmansyah

    07 Apr 2022, 16:44 WIB

    Bagikan:

image

Gedung Bareskrim Polri, Jakarta (dok: Tabloidskandal)

jurnalistika.id – Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri menyatakan telah mengantongi identitas bos platform Binomo.

Kasubdit II Dittipideksus Kombes Chandra Sukma Kumara menerangkan, bos dari aplikasi trading binary option Binomo itu merupakan Warga Negara Asing (WNA) di luar negeri.

“Sudah ada tapi WNA dan berada di sana di luar negeri,” kata Chandra dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (7/4/2022).

Namun, kata dia, polisi belum bisa mengungkap identitas dari petinggi tersebut. Menurutnya, Binomo di luar negeri berstatus legal dan petingginya merupakan warga negara asing.

“Belum masih didalami (untuk upaya penangkapan), karena kan terkait Binomo kalau di luar negeri kan soalnya legal, bukan kewenangan otorisasi kita,” ucap Chandra.

Chandra juga mengungkapkan, informasi tersebut ia dapatkan hasil pendalaman terhadap tersangka Brian Edgar Nababan.

Baca juga: Polisi Tangkap 4 Begal yang Bacok Tukang Ojek di Bogor, 3 Masih Buron

Sebelumnya, Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim menduga bahwa pemilik aplikasi berkedok trading binary option platform Binomo ada di Indonesia.

“Tapi dengan adanya tersangka BEN kita mulai ada benang merahnya. Kemarin kita masih menduga-duga apakah di Indonesia atau di luar negeri. Kita masih terus menggali lagi siapa mastermindnya,” ujar Chandra.

Sebelumnya, penyidik menemukan kiriman dana sebesar Rp120 juta dari Brian kepada tersangka Indra Kenz pada Februari 2021 lalu.

Brian merupakan Manager Development di Binomo yang bertugas merekrut influencer di Indonesia untuk menjadi affiliator.

Hinggi kini penyidik telah menetapkan 4 tersangka dalam kasus Binomo, yakni Influencer Indra Kesuma atau Indra Kenz. Lalu Fakar Suhartami Pratama, Brian Edgar Nababan, serta Wiky Mandara Nurhalim.

Bareskrim Polri

Binomo

trading ilegal


Tentang Kami
Karir
Kebijakan Privasi
Pedoman Media Siber
Kontak Kami