Senin, 24 Januari 2022

Tentang KamiRedaksiKontak Kami
Jurnalistika
Jurnalistika

Ini Beneran, Kesukaan dan Selera Kopi Kamu Itu Ternyata Genetis Loh

  • Dena R

    08 Jan 2022, 11:12 WIB

    Bagikan:

<p>(c) Kelly Sikkema on Unsplash</p>

(c) Kelly Sikkema on Unsplash

jurnalistika.id – Kalau Kamu merasa kecintaan Kamu pada kopi sudah “mendarah daging”, well, mungkin benar. Lebih tepatnya, bisa jadi kesukaan dan selera kopi Kamu itu genetis.

(c) Unsplash

Sebuah penelitian menemukan bahwa gen kita bisa menjadi faktor penentu apakah kita menyukai kopi tanpa gula atau dengan tambahan gula.

Ini bukan penelitian pertama yang menunjukkan adanya hubungan antara gen kita dengan konsumsi kopi.

Pada tahun sebelumnya, para peneliti di Australia menemukan bahwa gen seseorang bisa jadi faktor yang menentukan berapa banyak kopi yang mereka konsumsi dalam sehari.

Peneliti Ungkap Selera Orang Terhadap Rasa Pahit Dipengaruhi DNA

Penelitian terkini dalam jurnal Scientific Reports mengatakan bahwa para peneliti berusaha untuk menemukan bagaimana keterkaitan antara gen seseorang dengan sensitivitas kafein. Serta bagaimana persepsi terhadap rasa pahit mempengaruhi kecenderungan seseorang pada kopi.

Marilyn C Cornelis dari Feinberg School of Medicine di Norhwestern University dan Rob M. van Dam dari Milken Institute School of Public Health di George Washington University awalnya berhipotesis bahwa gen yang terkait dengan rasa pahit lebih menunjukkan preferensi pada kopi daripada gen yang berhubungan dengan sensitivitas kafein.

Namun setelah melakukan pemeriksaan pada peserta penelitian di UK Biobank, Nurses’ Health Study dan The Health Professionals Follow-Up Study, para peneliti justru menemukan hal sebaliknya.

Pada penelitian tersebut justru ditemukan gen yang mempengaruhi sensitivitas kafein lebih kuat keterkaitannya dengan preferensi rasa kopi daripada dengan rasa pahit.

Menurut Cornelis, ini tampaknya menyiratkan hubungan psikologis dengan efek mengonsumsi kopi.

“Interpretasi kami adalah, orang-orang ini menyamakan rasa pahit alami kafein dengan efek psiko-stimulasi. Mereka belajar mengasosiasikan rasa pahit dengan kafein dan dorongan yang mereka rasakan,“ kata Cornelis, melansir wttw.com.

“Ketika mereka memikirkan tentang kafein, mereka juga memikirkan rasa pahit, jadi mereka menikmati kopi hitam, dan juga coklat hitam.” sambungnya.

kopi hitam
(c) Unsplash

Kesimpulannya, susunan genetik Kamu bisa jadi penentu yang mempengaruhi kecintaan pada kopi. Akan tetapi bukan karena rasa minumannya, melainkan kafeinnya.

Bagi Kamu yang tidak terlahir dengan gen ini, tidak masalah. Kamu tetap dapat menikmati secangkir kopi dengan tambahan gula atau sirup untuk menutupi rasa pahitnya.

Gimana, apakah Kamu memiliki gen penikmat kopi pahit?

Baca juga:

coffee

Kopi

kopi susu

selera kopi


Rekomendasi

Populer

Mencermati Komitmen Pemerintah Menjawab Tantangan Fiskal 2022