Jurnalistika
Loading...

6 Cara Menikmati Jakarta Tanpa Stress karena Macet

  • Jurnalistika

    18 Sep 2025 | 15:35 WIB

    Bagikan:

image

Lalu lintas di Jakarta. (Dok. indonesia.go.id)

jurnalistika.id – Jakarta dan macet seolah tak bisa dipisahkan. Setiap hari, jalanan ibu kota dipadati kendaraan dari pagi hingga malam.

Banyak orang akhirnya menjadikan macet sebagai alasan untuk uring-uringan, cepat lelah, bahkan malas keluar rumah. Padahal, selalu ada cara untuk tetap menikmati Jakarta tanpa harus terus-menerus dikejar rasa jengkel akibat kemacetan.

Berikut enam cara yang bisa bikin hari-hari di Jakarta lebih ringan, meski lalu lintasnya kerap padat merayap.

1. Manfaatkan Transportasi Umum Modern

Perubahan wajah transportasi di Jakarta dalam satu dekade terakhir cukup terasa. Kehadiran MRT, LRT, TransJakarta, hingga KRL Commuter Line membuka opsi perjalanan yang lebih cepat dan efisien.

Transportasi umum ini dirancang agar warga bisa bergerak dengan lebih leluasa tanpa harus bergantung pada kendaraan pribadi.

Bayangkan, kalau biasanya kamu harus duduk di mobil selama satu setengah jam hanya untuk menempuh jarak 10 kilometer, dengan MRT perjalanan itu bisa dipangkas hanya 20 menit.

Baca juga: 5 Pasar Tradisional Jakarta yang Tetap Ramai hingga Kini

Sambil duduk, kamu bisa membaca buku, mendengarkan musik, atau sekadar memejamkan mata sejenak. Transportasi umum juga menghadirkan momen kebersamaan, melihat orang dengan berbagai latar belakang.

Bahkan tanpa disadari bisa menyimak percakapan kecil, atau sekadar berbagi ruang dengan penumpang lain. Semua itu jadi warna yang berbeda dibandingkan terjebak sendirian di balik setir.

Selain itu, naik transportasi umum juga ikut mengurangi polusi udara dan kemacetan. Jadi, bukan hanya praktis untuk diri sendiri, tapi juga kontribusi kecil untuk Jakarta yang lebih ramah.

2. Atur Jam Berangkat dan Pulang

Di Jakarta, perbedaan waktu berangkat setengah jam bisa sangat menentukan. Berangkat pukul 6 pagi bisa berarti jalanan masih cukup lengang, sementara pukul 7 bisa berubah jadi lautan kendaraan.

Begitu juga saat pulang kerja, menunda satu jam terkadang justru membuat perjalanan lebih singkat.

Kalau pekerjaan atau kegiatanmu fleksibel soal waktu, atur ritme harian agar tidak selalu berbenturan dengan jam sibuk. Misalnya, datang lebih pagi ke kantor, lalu gunakan waktu sebelum jam kerja untuk olahraga ringan, membaca berita, atau sarapan di kafe sekitar.

Alternatif lain, pulang sedikit lebih malam sambil mampir ke tempat favorit: perpustakaan, ruang pameran seni, atau sekadar nongkrong di warung kopi.

Dengan begitu, perjalananmu bukan hanya tentang menghindari macet, tapi juga membuka ruang untuk aktivitas tambahan yang menyenangkan.

3. Cari Jalur Alternatif yang Menarik

Kemajuan teknologi navigasi membuat kita tak lagi buta arah. Aplikasi peta digital bukan sekadar menunjukkan rute tercepat, tapi juga memberi pilihan jalur alternatif. Sesekali, cobalah keluar dari kebiasaan melewati jalan besar yang penuh kendaraan.

Lewat gang kecil atau jalan perkampungan, kamu mungkin menemukan sisi Jakarta yang tak pernah kamu bayangkan. Ada mural warna-warni di dinding, warung kopi kecil dengan kursi kayu yang hangat, atau pedagang gorengan yang ramai pembeli.

Baca juga: 6 Tempat Wisata di Jakarta Dekat Gedung DPR RI

Semua itu menghadirkan pengalaman berbeda, membuat perjalanan terasa lebih seperti eksplorasi ketimbang sekadar perpindahan dari titik A ke B.

Bagi yang suka kuliner, jalur alternatif sering kali justru menjadi pintu menuju “hidden gems” kuliner Jakarta. Dari sate gerobak legendaris hingga nasi uduk sederhana yang bikin ketagihan, banyak kejutan kecil yang bisa ditemukan.

4. Gunakan Waktu Macet untuk Hal Produktif

Fakta pahitnya, ada kalanya tak bisa menghindari macet, seberapa pun pintar mengatur waktu atau memilih rute. Namun, itu bukan berarti waktu di jalan harus terbuang sia-sia.

Teknologi hari ini memberi banyak pilihan untuk mengubah momen macet menjadi produktif. Dengarkan podcast inspiratif, pelajari bahasa asing lewat aplikasi, atau nikmati audiobook yang sudah lama ingin kamu selesaikan. Bahkan sekadar membuat to-do list untuk besok bisa memberi rasa puas tersendiri.

Bagi yang sering berkendara dengan mobil, siapkan playlist musik yang menenangkan. Musik bisa jadi penolong luar biasa untuk menjaga mood tetap stabil.

Baca juga: 6 Spot Nongkrong Hits Dekat STIE Pasim Sukabumi

Sementara bagi pengguna transportasi umum, perjalanan bisa jadi ruang refleksi, membaca artikel panjang, atau menulis catatan harian di ponsel.

Waktu yang tadinya bikin kesal justru bisa berubah jadi kesempatan emas untuk memperkaya diri.

5. Sisipkan Spot Healing di Tengah Kota

Meski identik dengan gedung pencakar langit dan lalu lintas padat, Jakarta sebenarnya punya banyak ruang terbuka publik yang menyegarkan. Taman-taman kota, ruang hijau, dan area pedestrian modern bisa jadi tempat “healing singkat” di tengah rutinitas.

Coba sempatkan mampir ke Taman Literasi Blok M, Hutan Kota GBK, atau jalur sepeda di kawasan Sudirman. Duduk sejenak sambil menikmati suasana luar ruangan bisa mengurangi penat akibat macet.

Selain itu, ada pula kafe dan ruang kreatif tersembunyi di Jakarta yang bisa disinggahi sebelum atau sesudah macet. Mengganti suasana dari jalanan ke ruang yang lebih hangat dan tenang bisa membantu menjaga keseimbangan mental.

6. Jadikan Perjalanan Bagian dari Petualangan

Mindset adalah kunci. Selama kita terus melihat macet sebagai musibah, perjalanan akan selalu terasa berat. Tapi kalau kita memandangnya sebagai bagian dari petualangan hidup di kota besar, semua bisa jadi lebih ringan.

Setiap perjalanan di Jakarta sebenarnya menyimpan cerita. Bisa saja kamu bertemu orang baru di MRT, menemukan jajanan unik di pinggir jalan, atau sekadar menikmati suasana malam dengan gedung-gedung yang menjulang. Semua itu bagian dari pengalaman tinggal di ibu kota.

Baca juga: 5 Spot Kuliner Malam di Tangerang Paling Ramai, Wajib Dicoba!

Daripada mengeluh, coba rekam momen kecil yang terjadi selama perjalanan. Foto mural yang kamu temui, catat ide yang muncul saat terjebak di lampu merah, atau bagikan cerita ringan di media sosial.

Jakarta mungkin tak akan pernah benar-benar bebas dari macet. Pertumbuhan kota yang cepat, jumlah penduduk yang padat, dan ketergantungan pada kendaraan pribadi masih jadi tantangan besar. Namun, itu bukan alasan untuk terus hidup dalam tekanan.

Dengan memanfaatkan transportasi umum, mengatur waktu, mencari jalur alternatif, mengisi macet dengan hal produktif, menyisipkan ruang healing, hingga mengubah mindset menjadi lebih positif, Jakarta bisa tetap dinikmati.

Ikuti dan baca berita Jurnalistika lainnya di Google News, klik di sini.

Jabodetabek

jakarta

macet


Populer

Rangkuman Terkini Soal Banjir Besar di Sumut, Sumbar, dan Aceh
Tentang Kami
Karir
Kebijakan Privasi
Pedoman Media Siber
Kontak Kami