logo jurnalistika

Nggak Izin, Indro Kritik 3 Orang Peniru Warkop

Oleh

Firman Sy

pada

18 Sep 2021, 12:41 WIB

Nggak Izin, Indro Kritik 3 Orang Peniru Warkop
Photo/Indro warkop (Dok.Fimela)

Jurnalistika.id Komedian senior, Indro warkop mengkritik kehadiran tiga orang yang menirukan dirinya, Dono, dan kasino, Indro menilai, ada tindakan yang kurang etis lantaran ketiga orang itu tidak meminta izin sebelumnya.

Tiga orang yang menirukan gaya mirip Warkop itu kini telah viral di media sosial hingga mengantarkannya wara-wiri ke beberapa program televisi

Melalui komentar di Instagram, Indro menyampaikan kritik pada konten tentang tiga orang peniru grup lawak Warkop DKI.

@warkopdkinostalgia_fc kalo asli dan benar-benar fans atau penggemar warkop harusnya sampean tau MORAL Warkop DKI dan harusnya sih tersinggung ada orang yg tanpa etika apa-apa secara terkoordinir menyatakan mirip warkop doang…. tanpa ba bi bu ke yang punya badan… (yg dimiripin),” tulis akun @indrowarkop_asli.

Baca Juga: Taylor Swift Rilis ‘Wildest Dreams’ Versinya

Sontak, komentar Indro tersebut mendapat respon pro-kontra dari warganet, bagi yang kontra, Warganet menyindir komentar indro yang berlebihan.

Sementara yang Pro, Warganet menyetujui sikap Indro, terutama yang berkaitan dengan etika.

Mengutip asumsi.co, Perwakilan manajemen Indro Warkop, Andri membenarkan komentar tersebut berasal dari Indro lewat media sosialnya. 

“Iya, itu betul komentar dari Mas Indro,” kata Andri, Sabtu (18/9).

Andri menyatakan Indro sebenarnya mengapresiasi jika ada penggemar yang mirip dengan personel Warkop. Akan tetapi, lebih baik ada pembicaraan terlebih dahulu.

Ketiga pria mirip personel Warkop DKI tersebut adalah Sepriadi, Alfred, dan Alfin. Mereka bahkan membuat kanal YouTube berisi video lawakan mereka bernama WarKopi. 

Sepriadi adalah orang yang mirip Dono, Alfred mirip Kasino, dan Alfin yang sosoknya mirip Indro.

Berita Terkait

Pakar Hukum Unpam Nilai PPA Tangsel Keliru Melepas Pelaku Pencabulan

Hukum

20 Oktober 2021

Pakar Hukum Unpam Nilai PPA Tangsel Keliru Melepas Pelaku Pencabulan