Jurnalistika

Peringatan dari Ustadz Adi Hidayat Soal Crazy Rich yang Pamer Kekayaan

  • Khazim Mahrur

    15 Mar 2022, 20:08 WIB

    Bagikan:

image

Ustadz Adi Hidayat (Foto: Adi Hidayat Official)

jurnalistika – Publik seolah dibuat geram dengan fenomena tingkah para “Crazy Rich” yang kerap memamerkan harta kekayaannya di media sosial.

Namun belakangan, dua di antara Crazy Rich yang sering pamer harta tersebut sudah ditetapkan tersangka, yaitu Indra Kenz dan Dony Salmanan. Keduanya menjadi pesakitan karena terbukti melakukan penipuan.

Terlepas dari kasus yang kini menjerat keduanya, Ustadz Adi Hidayat (UAH) sudah mengutarakan pandangannya tentang pamer harta atau kekayaan.

Ustadz Adi Hidayat menceritakan bahwa hal ini pernah terjadi di kalangan suku Quraisy.

“Pernah tahukah anda bahwa di kalangan suku Quraisy, ada dua distrik utama yang selalu saja bersaing dalam kemewahan. Mereka adalah Bani Abdu Manaf dan Bani Sahm. Pernah tahukah Anda jika bani abdu manaf sering pamer tentang kehebatan distriknya, tentang kemuliaan distriknya, tentang kekayaan yang mereka miliki. Lantas kemudian Bani Sahm pun tidak ingin kalah dengan semua apa yang telah dipamerkan itu”, papar UAH di Youtube Channel Adi Hidayat Official, Jumat (11/3/2022).

Menghitung Jumlah Kuburan

Puncaknya, menurut UAH, merasa belum puas “memamerkan kemewahan dunia”, keduanya sampai-sampai menghitung jumlah orang mati di lokasi kuburan masing-masing dengan tujuan hanya sekedar ingin menunjukkan keunggulan kelompoknya.

“Pernah tahukah anda ketika kemewahan dunia yang mereka tampilkan serasa tidak cukup untuk dipersaingkan, lantas Bani Abdu Manaf kemudian datang ke kuburan dan menghitung seluruh anggota dari distrik mereka yang telah wafat dan mengatakan: tuh di alam kuburpun mayat kami masih lebih banyak daripada suku lain”, cerita UAH.

“Lantas Bani Sahm pun kemudian datang ke kubur mereka dan menghitung kemudian anggota dari distrik mereka yang telah wafat dan mengatakan: tuh, pernahkah kalian lihat bahwa anggota kami, masyarakat distrik kami yang telah dikuburpun lebih banyak dibandingkan bani Abdu Manaf”, imbuh UAH.

Penyebab Turunnya Surat At Takatsur

Ustadz Adi Hidayat menceritaan bahwa menurut Imam Muqatil dan Imam Al Kalbi kejadian ini menyebabkan Allah SWT menurunkan salah satu surat yang dinamai sesuai dengan kejadian tersebut, yakni Surah At Takatsur.

Ayat pertama Surat At Takatsur menurut UAH menjelaskan tentang perbuatan sering pamer kemewahan itu, memperbanyak harta akan melalaikan dari hakekat kita hidup di dunia, yakni untuk mengumpulkan amal kebaikan untuk bekal kita di akherat kelak.

Ayat kedua, ini menjelaskan kejadian yang membuat kalian lalai dan tak sadar sampai wafat dan mengunjungi kuburan mereka sendiri, sampai-sampai masuk ke liang lahat kalian. Kalian menghitung berapa banyak warga kalian di alam kubur.

Ustadz Adi Hidayat: Pamer Harta Akan Mengantarkan Pada Kecelakaan yang Dahsyat

Ustadz Adi Hidayat menjelaskan tafsir surat At Takatsur ayat 6-8 bahwa perbuatan itu akan mengantarkan pada kecelakaan yang dahsyat saat pulang kepada Allah.

Baca juga: Gus Baha Ungkap Alasan Syaban disebut Ruwah oleh Orang Jawa

Perbuatan tersebut akan dibalas dengan neraka Jahannam. Selain itu, perilaku memamerkan kekayaan sekecil apapun sekecil apapun akan dipertanggung jawabkan dihadapan Allah.

Selain itu, UAH juga menegaskan bahwa Surat At Takatsur ini bukan hanya dimaksudkan untuk meluruskan perilaku orang-orang di zaman jahiliyah. Khususnya berkaitan dengan yang dilakukan Bani Abdu Manaf dan Bani Sahm tersebut, akan tetapi juga berlaku untuk orang-orang sesudahnya.

Sebab, kata Ustadz Adi Hidayat, jika sifat informasi surat tersebut bersifat umum, maka bisa jadi akan berulang di masa yang akan datang dengan tokoh dan situasi yang berbeda, namun esensinya sama.

Lebih lanjut, Ustadz Adi Hidayat juga menyayangkan mereka yang beragama Islam mengulangi kebiasaan kaum jahiliyah yang pamer harta kekayaannya agar mendapatkan pujian dan pengakuan dari orang lain.

Crazy Rich

Pamer Harta

ustadz adi hidayat


Tentang Kami
Karir
Kebijakan Privasi
Pedoman Media Siber
Kontak Kami