Jurnalistika

Unpam Jadi Tuan Rumah Kunjungan Kerja Komisi X DPR RI Panja Perguruan Tinggi

  • Firmansyah

    16 Sep 2022, 18:20 WIB

    Bagikan:

image

Ketua Yayasan Sasmita Jaya Dr. (Hc) Darsono memberikan cenderamata kepada Ketua Tim Panja Perguruan Tinggi Komisi X DPR RI Dr. Djohar Arifin Husin usai Kunjungan Kerja di Universitas Pamulang. (Foto: jurnalistika/firman)

jurnalistika.id – Universitas Pamulang (Unpam) menjadi tuan rumah kunjungan kerja Spesifik Panitia Kerja (Panja) Perguruan Tinggi Komisi X DPR RI bersama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk meninjau mutu dan kualitas Perguruan Tinggi.

Kedatangan Tim Panja Komisi X DPR RI yang dipimpin oleh Prof. Dr. Ir, Djohar Arifin Husin itu disambut baik oleh Kepala Yayasan Sasmita Jaya, Dr. (HC) H. Darsono beserta jajaran rektorat Universitas Pamulang di Ruang Teleconference, Gedung Unpam Viktor, Jumat (16/9/2022).

Kunjungan Spesifik Panja Komisi X DPR RI juga mengundang beberapa Perguruan Tinggi, baik Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) lainnya yang ada di Kota Tangerang Selatan, seperti UIN Syarif Hidayatullah, Universitas Terbuka, Universitas Pembangunan Jaya, ITB Ahmad Dahlan, serta Institut Teknologi Indonesia (ITI).

Pada kesempatan tersebut, perwakilan Perguruan Tinggi mempresentasikan capaian dan aspirasi kepada Komisi X sebagai mitra Kemendikbudristek.

Rapat Panja Perguruan Tinggi Komisi X DPR RI di Universitas Pamulang. (Dok: istimewa)

Ketua Tim Panja Komisi X DPR RI, Djohar Arifin Husin menjelaskan, kedatangannya ke Unpam itu merupakan rangkaian kunjungan ke berbagai Perguruan Tinggi untuk menggali permasalahan.

Menurutnya, tantangan Perguruan Tinggi sebagai pilar pendidikan akan semakin berat di masa depan, untuk itu Perguruan Tinggi dituntut menemukan solusi untuk menghadapi tantangan besar tersebut.

“Kita ingin menggali permasalahan-permasalahan karena kita tahu tantangan ke depan akan semakin besar. Menghadapi satu abad Indonesia Merdeka pada 2045, kita ingin siapkan generasi Indonesia yang mampu menantang segala permasalahan. Sehingga Indonesia bisa berada pada ranking ke lima dalam bidang bisnis, teknologi, dan sebagainya,” ujarnya.

Direktur Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat Kemendikbudristek, Prof. Faiz Syuaib mengatakan, bahwa Pendidikan Tinggi merupakan kulminasi dari sistem pendidikan. Sebab itu, kata dia, Pendidikan Tinggi harus memiliki kualifikasi paling tinggi.

“Kalau hasilnya kualifikasi tertinggi, maka terkualifikasi juga proses yang terjadi di dalamnya. Demikian pula resource yang digunakan pasti berkualifikasi tertinggi di dalamnya,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Sasmita Jaya Dr. (HC) H. Darsono menyambut positif kunjungan Panja Komisi X tersebut. Dalam kesempatan itu, Ia mengungkapkan keluhan Perguruan Tinggi Swasta kepada para legislator mitra Kemendikbudristek itu.

Darsono mengungkapkan, beberapa layanan seperti akreditasi yang sebelumnya dibiayai oleh pemerintah, kini PTS harus merogoh kocek sendiri untuk memperolehnya. Selain itu, Ia juga mengungkapkan bahwa banyak Dosen-dosen dengan kualifikasi yang baik dari Unpam pindah ke Perguruan Tinggi Negeri.

“Padahal (dosen) itu kita yang merintis, kita yang memperjuangkan, kita yang memberikan kesempatan, kita yang menolong mereka dengan harapan mereka bisa bersama-sama kita berbagi (ilmu) kepada masyarakat,” keluh Darsono.

Meski demikian, Ia tak melarang dosen tersebut mengikuti seleksi menjadi Pegawai Negeri. Hanya saja, ia meminta agar bisa diperbantukan ke Perguruan Tinggi Swasta seperti Universitas Pamulang.

“Sehingga kampus kita pun juga bisa memberikan layanan yang baik tidak kalah dengan kampus-kampus negeri,” sambungnya.

Selain itu, Darsono mengungkapkan bahwa banyaknya mahasiswa yang menempuh Perguruan Tinggi di Unpam lantaran tidak dibebankan sesuai dengan cashflow operasional Yayasan. Hal itu, akunya, semata-mata untuk memberikan akses pendidikan terjangkau bagi semua kalangan.

Lebih lanjut, ia berharap, apabila ada lembaga Pendidikan Tinggi seperti yang Unpam terapkan yang menawarkan biaya terjangkau bisa hadir di berbagai Kota di tiap provinsi dapat membebaskan masyarakat dari kebodohan dan kemiskinan.

Baca berita jurnalistika.id lainnya di Google News, klik di sini.

(*fsy)

Dpr RI

Kemendikbudristek

Komisi X DPR RI

universitas pamulang

Unpam