logo jurnalistika

GMNI UIN Jakarta Lakukan Kegiatan Bersama Nelayan

Oleh

MiftahSoe

pada

07 Okt 2020, 14:33 WIB

GMNI UIN Jakarta Lakukan Kegiatan Bersama Nelayan

Jurnalistika.id – Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Komisariat UIN Jakarta menggelar kegiatan sarasehan bersama nelayan dan tokoh masyarakat Kampung Lontar, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang,Senin (5/10/20).

Kegiatan tersebut bertujuan mendampingi nelayan secara administrative agar dapat mengorganisir diri dalam menerbitkan Pas Kecil dan BPKP (Bukti Pencatatan Kapal Perikatan) dibawah 7 GT.
Hal tersebut dilakukan sebagai bagian dari program kedaulatan pangan sebagai bagian dari pertahanan nasional yang pertepatan pada tanggal 5 Oktober sebagai hari pertahanan nasional.

Baca Juga: Ekonomi-melemah-ditengah-pandemi-dosen-unpam-lakukan-pembinaan-umkm-di-tangsel

Mahasiswa DPK GMNI UIN, jajaran desa setempat, dan sebagian besar masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan perlu saling bersinergi secara positif untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus menanamkan pentingnya mengorganisir kelompok profesi agar dapat menghadapi tantangan-tantangan di masa Covid-19 ini secara solid.
“Harapannya dengan kesadaran dari mahasiswa berintegrasi secara langsung dengan masyarakat nelayan, cita-cita kedaulatan pangan makin terlihat bentuknya. Semuanya dapat dimulai dari ujung tombak kedaulatan pangan nasional, yaitu desa.” Tutur Barqy Ketua DPK GMNI UIN Jakarta.

Dalam hal kedaulatan pangan, Dodi Rissi Slamet selaku Kepada Desa Lontar mengatakan bahwa perlu ada sinergi positif antara nelayan, mahasiswa bersama masyarakat, dan jajaran pemerintahan desa untuk dapat mensukseskan agenda kedaulatan pangan berbasis nelayan di Desa Lontar.
“Saya berharap kita sama-sama proaktif apabila kita ingin memperjuangankan kesejahteraan yang lebih baik untuk nelayan. Oleh karenanya, mari sama-sama kita susun secara administratif organisasi nelayan kita, untuk membuat Pas Kecil dan BPKP supaya nelayan dapat melaut dengan aman dan terjamin serta meningkatkan tingkat kesejahteraan Desa Lontar yang kita cintai ini” ujar Kades Lontar.

Ridwan salah satu mahasiswa UIN Jakarta Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan kedaulatan pangan tersebut juga menyampaikan bahwa mahasiswa harus belajar mendengar dan berbuat secara nyata untuk marhaen sesuai dengan amanat Bung Karno dan ideologi marhaenismenya.
“Jika berkaca pada Bung Hatta, maka seharusnya mahasiswa adalah pikiran dan hatinya masyarakat. Bagaimana bisa kita menjadi mahasiswa yang lengkap fungsi akademik dan sosialnya apabila kita tidak turun langsung ke masyarakat, terlebih mensukseskan agenda kedaulatan pangan.” ujar Ridwan.

Kegiatan kedaulatan pangan yang diselenggarakan tersebut merupakan titik awal dari perjuangan kesejahteraan nelayan jangka Panjang. Dengan nelayan dilengkapi kartu Pas Kecil dan BPKP kapal nelayan, maka nelayan tidak hanya aman dan terjamin saat melaut, namun juga dapat memperoleh berbagai dari pemerintah yang berkaitan dengan kelautan dan perikanan. Oleh karenanya, nelayan perlu terus didampingi dalam hal administratif sehingga kemandirian dapat mewujud dan pembangunan SDM desa dapat berjalan sesuai dengan perencanaan.
“Kita para nelayan mohon didampingi dalam persoalan administratif, kami siap untuk menyambut program desa yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan nelayan.” Ujar salah satu nelayan Desa Lontar.

Baca Juga: Perdebatan-panas-warnai-walk-out-fraksi-demokrat-dari-pengesahan-ruu-cipta-kerja

Berita Terkait

Diacuhkan, Pembuatan KTP Warga Tuna Netra di Kecamatan Pakuhaji

News

12 Februari 2021