logo jurnalistika

Belajar Mengajar Tatap Muka di Zona Hijau dan Kuning, Tidak Diharuskan

Oleh

Zamzami Lafaf

pada

11 Agt 2020, 16:16 WIB

Belajar Mengajar Tatap Muka di Zona Hijau dan Kuning, Tidak Diharuskan

Jurnalistika.id – Sekolah-sekolah di zona hijau (nol kasus) dan kuning (rendah) penyebaran virus Corona tidak di haruskan menggelar kegiatan belajar mengajar tatap muka, hal itu di pastikan oleh Kemendikbud.

Ainun na’im, selaku sekjen Kemendikbud menegaskan, Keputusan pembukaan sekolah diserahkan sepenuhnya kepada PEMDA setempat yang paham kondisi wilayahnya saat ini.

Sebelumnya, Nadiem Makarim selaku Mendikbud memastikan, Sekolah dibuka harus atas izin orang tua siswa.

“tapi itu (sekolah dibuka) tidak berarti wajib, ya, artinya pemerintah pusat hanya memberikan fleksibilitas membolehkan, tapi tidak mewajibkan. Nah, yang menetapkan tetep pemerintah daerah dan sekolah.” ujar Ainun.

Ainun juga menyebutkan bahwa, para penyedia pendidikan diminta memfasilitasi sarana kebersihan agar tidak ada klaster baru corona. Hal itu dikarenakan pembukaan tak semerta-merta dapat dilakukan tanpa protokol kesehatan.

“tentu berbagai prosedur dan protokol kesehatan harus tetep dijaga, jadi setiap sekolah-sekolah yang melakukan tatap muka juga harus melakukan persiapan-persiapan sehingga kesehatan anak-anak atau siswa bisa tetep terjaga.” ucap Ainun.

Dilansir dari media online (kumparan), Tidak hanya memperhatilan sanitasi di lingkungan sekolah, Kemendikbud bersama pemda setempat dan sekolah juga akan memantau perjanan anak ke sekolah. Termasuk bagaimana peroses belajar mengajar yang berjalan dan interaksi dalam kelas.

“Bahkan kita juga mengecek atau minta ke pemerintah daerah dan sekolah juga mengecek dan melihat bagaimana perjalanan anak-anak dari rumah ke sekolah itu bagaimana, kemudian juga bagaimana proses masuk kelas, pembelajarannya bagaimana, dan juga jumlah siswa yang ada di kelas,” jelas Ainun.

Dilansir dari media online, bahwa Ainun menuturkan, peserta didik dan pengajar yang dapat memulai sekolah tatap muka (di zona kuning dan hijau) ada sekitar 43 persen . Namun, aturan ini masih tak berlaku bagi sekolah yang berada di zona oranye (sedang) atau merah (tinggi).

“Kemudian dari kebijakan itu kita bisa mengidentifikasi 43 persen dari total peserta didik dan gurunya yang ada di zona kuning dan hijau itu memungkinkan untuk melakukan tatap muka. Sementara di zona oranye dan merah itu ada sekitar 57 persen itu tetap lakukan pembelajaran jarak jauh,” tutur Ainun.

“Untuk daerah yang ada di zona oranye dan merah itu tetap ditutup, artinya tidak diperbolehkan bertatap muka, dan tetap dilakukan pembelajaran jarak jauh,” lanjut Ainun.

Berita Terkait

PENSI Buka Kelas Online Teknik Menulis di Medsos, Gratis!!!

Pendidikan

05 September 2021

PENSI Buka Kelas Online Teknik Menulis di Medsos, Gratis!!!

Benyamin Jelaskan Teknis PTM di Tangsel

Pendidikan

30 Agustus 2021

Benyamin Jelaskan Teknis PTM di Tangsel