Rabu, 17 Agustus 2022

Tentang KamiRedaksiKontak Kami
Jurnalistika

Tips Mengajar Baca Tulis Anak yang Keranjingan Internet

  • Khazim Mahrur

    28 Des 2021, 14:50 WIB

    Bagikan:

image

(Foto Ilustrasi: Ivan Samkov/Pexels.com)

jurnalistika.id – Anak kecanduan internet tapi jadi pintar baca tulis mungkin akan banyak yang menyanggah: “kok bisa!”, “tidak mungkin banget lah!” dan segudang prasangka buruk lainnya yang muncul.

Anak saya yang ketika itu usianya telah memasuki 9 tahun atau kelas 3 SD belum bisa membaca dan menulis. Cara membacanya pun masih dieja, Ketika disodori buku dan pensil, pasti tidak akan direspon. Saya dan istri merasa sedih atas kondisi putra saya tersebut.

Kesedihan itu diperparah dengan kebiasaan buruk anak saya yang sehari-hari lekat dengan Laptop, komputer PC dan HP Android yang terhubung ke jaringan internet.

Pastinya hanya sibuk dengan game online dan aplikasi lain yang berdampak buruk bagi perkembangan kognitif, afektif dan psikomotoriknya.

Tapi ternyata dugaan kebanyakan orang dan kekhawatiran saya 100% “salah”. Justru berkat kebiasaan “browsing” tersebut anak saya kini telah pandai membaca dan menulis.

Bukan hanya itu, saya sering kasih tugas menulis pengalaman yang ia alami, misalnya ketika sehabis bermain dengan teman-temannya.

Namun, tentu saja untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan pendampingan yang ekstra.

Nah, bagi para orang tua yang memiliki permasalahan yang sama tentang anak kecanduan internet, tidak usah khawatir yang berlebihan.

Tips mengajar baca tulis anak yang sudah terlanjur keranjingan internet.

1. Jangan Lekas Marah

Marah bukan solusi, namun justru akan menambah masalah dan memperparah keadaan. Anak yang sering dimarahi akan mengalami trauma mental yang akan membekas terus selama hidupnya.

Sekali lagi dengan kriteria anak seperti ini, maka marah bukan solusi. Anak dengan tipe seperti anak saya tidak akan mempan hanya dengan marah. justru Anak akan cenderung melawan dan tidak mau menurut.

2. Sabar dan Arahkan pada Hal yang Positif

Tipe anak dengan permasalahan di atas harus orang tua hadapi dengan sabar. Arahkan pada hal yang positif.

Misalnya, ketika anak tersebut sedang berselancar di dunia maya, sebaiknya arahkan dan selipkan nasehat yang bijak dan sejuk. Misalnya dengan kata-kata: Nak, sebaiknya kamu cari tentang cara membuat mobil-mobilan yang bagus.

Sebelum mengarahkan kenali dulu kegemarannya dulu, sebelum memiliki kebiasaan senang browsing tersebut

3. Pahami, bahwa Browsing Secara Tidak Langsung sedang Belajar Baca Tulis

Point ini penting bagi para orang tua bahwa aktifitas browsing secara tidak langsung anak sedang belajar membaca dan menulis. Nah, manfaatkan moment ini sebaik-baiknya untk menyisipkan aktifitas belajar di dalamnya.

Misalnya ketika anak salah ketik,  bantu dia mengatasi kesalahannya. Meskipun tidak dengan cara ini, mesin browser otomatis akan memperlihatkan kesalahan ketik atau yang lain-lainnya.

Nah, jika dilakukan berulang-ulang, maka otomatis akan terekam di otak anak bahwa kalau nulis begini, maka tulisan yang benar adalah begini

4. Tawakal dan Berdo’a

Puncak dari segala aktifitas wajib adalah dengan tawakal dan berdoa. Tawakal  merupakan bentuk kepasrahan akan hasil setelah semua upaya dilakukan secara maksimal.

Demikian juga dengan berdo’a seharusnya kita panjatkan secara terus menerus untuk mencapai hasil maqsud.

Sebab usaha tanpa berdo’a adalah “sombong”, sementara berdoa tanpa usaha adalah “bohong”.

Demikian tips buat orang tua agak anak menjadi pintar baca tulis meskipun Anak keranjingan internet, Semoga bermanfaat.

Baca juga:

anak kecanduan internet

baca tulis

kecanduan internet