Jurnalistika

Tolak Penertiban, Pedagang Pasar Cimol Demo di Pendopo Serang

  • Miftahul Huda

    30 Agt 2022, 11:15 WIB

    Bagikan:

image

Aksi unjuk rasa pedagang pasar Cimol di pendopo Kabupaten Serang. (foto, dok: istimewa)

Jurnalistika.id – Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang yang akan melakukan penertiban Pasar Cimol di Kecamatan Cikande mendapat penolakan dari pedagang dan mahasiswa. Mereka yang menolak menggelar aksi demo di depan pendopo Bupati Serang, Senin 29 Agustus 2022.

Agnes perwakilan massa aksi menjelaskan, massa menolak pembongkaran pasar di beberapa titik seperti di Pasar Banjar, Mambo dan Cimol. Kata Agnes, Pemkab Serang tidak mempertimbangkan warga yang kehilangan mata pencairannya.

Menurut Agnes, aksi demo hingga melempari pendopo dengan sayuran busuk itu merupakan bentuk kekecewaan masyarakat terhadap Pemkab Serang yang sudah tidak peduli dengan masyarakat.

“Sampai kita hujan hujanan untuk perjuangan, makanya kami melempari sayuran busuk,” kata Agnes dalam keterangannya, Selasa (30/8/22).

Baca juga: Dukung Aspirasi Mahasiswa, DPRD Tangsel Akan Kirimi Pusat Surat Pernyataan

Agnes mengungkapkan, sebelumnya pihaknya sudah melakukan audiensi dengan pihak terkait agar tidak asal bongkar. Namun, pembongkaran tetap berlanjut.

“Saat audensi keinginan kami tidak ditanggapi katanya sudah sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur) dan pembongkaran tetap berlanjut,” katanya.

Lebih lanjut ia menduga ada kejanggalan dalam pembongkaran pasar Cimol. Ia membandingkan dengan Pasar Ciherang yang menurutnya mengganggu jalan bahkan ada yang berdagang di atas jalan hingga menyempit.

“Ada kejanggalan pembongkaran pasar Cimol ini, kok dilakukan di satu titik aja, sedang di pasar Ciherang yang jelas menganggu pengendara bahkan ada sekolah dasar di situ yang terganggu karena ada pasar liar dibiarkan,” ujarnya.

“Pasar Ciherang mengganggu pengguna jalan, bahkan berdagangnya pun di atas coran jalan membuat jalan menyempit kenapa dibiarkan ada apa, kalau alasan nya program pemerintah saya setuju tapi bongkar semua, jangan hanya di pasar Cimol yang ada di dalam pasar, sedang di pasar ciherang dekat danau itu dibiarkan,” lanjutnya.

Agnes juga menduga ada pungutan liar kepada para pedagang yang dilakukan oknum Satpol PP)Kecamatan Cikande. Selain itu camat Cikande tutup mata melihat permasalahan warganya.

“Para pedagang yag ada di pasar dibuat bingung dengan tindakan yang dilakukan oleh kepala seksi ketenteraman dan ketertiban umum (Kasitantrib) yang bertugas di luar kinerjanya yang berdalih sebagai peminta jatah (upeti),” ucap Agnes.

Baca juga: Mulai Besok Naik Gojek-Grab Bisa Lebih Mahal

Berikut tuntutan Pedagang Pasar Cimol saat melakukan unjuk rasa:

  1. Batalkan pembongkaran Pasar di beberapa titik Pasar Banjar, Mambo dan Cimol
  2. Berantas pungutan liar di daerah Cikande dan sekitarnya
  3. Bupati secepatnya mencopot Camat dan Kasitantrib Cikande
  4. Bersihkan sampah yang berserakan di Cikande tentunya di Kabupaten Serang
  5. DPRD Kabupaten Serang harus turun langsung dan mengawal permasalahan di Kab. Serang.

Redaksi sudah mengubungi Camat Cikande untuk meminta konfirmasi, namun hingga berita ini publis, yang bersangkutan belum merespon.

Ikuti berita jurnalistika.id lainnya di Google News, klik di sini.

demo pedagang

pasar cimo; cikande

pemerintah kabupaten serang