Kamis, 30 Juni 2022

Tentang KamiRedaksiKontak Kami
Jurnalistika

Tinjau Tempat Usaha di Taman Tekno, Satpol PP Tangsel Cekcok dengan Pemilik Usaha

  • Miftahul Huda

    21 Jun 2022, 21:04 WIB

    Bagikan:

image

Tangkapan layar dari video saat petugas Satpol PP Tangsel adu mulut dengan pemilik usaha. (jurnalistika/miftah)

jurnalistika.id – Perseturuan berujung cekcok terjadi antara Satpol PP Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dengan pemilik tempat usaha di Kompleks Pergudangan Taman Tekno, Serpong, Selasa (21/6/2022).

Kepala Seksi (Kasi) Penyidikan Bidang Penegakan Hukum Perundang undangan Daerah (Bid Gakunda) Satpol PP Kota Tangsel, Suherman menjelaskan, pihaknya tengah melakukan peninjauan tempat usaha tanpa plang nama tersebut.

Peninjauan itu, Suherman mengaku untuk agenda Pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) berdasarkan informasi dari masyarakat. Di mana pelaku usaha sedang membuka lowongan kerja.

Adapun penyebab terjadinya cekcok itu, kata Suherman, lantaran pihak pemilik usaha tidak bersedia memberikan keterangan tentang aktifitas perusahaannya kepada petugas Satpol PP.

Ia juga megungkapkan bahwa pihak pelaku usaha tidak kooperatif saat beberapa personil dari Aparat Penegak Perda Kota Tangsel meminta keterangan.

“Mungkin dikiranya kami melakukan penggerebekan. Kan tau sendiri, kami ini minta ijin terlebih dahulu kepada pihak keamanan wilayah untuk menanyakan apa sih aktifitas dari tempat usaha ini. Karena memang ini wilayah kami selaku penegak Perda,” ungkapnya.

Karena itu, pihak Satpol PP terpaksa membuat Surat Panggilan (SP) dan mengundang pelaku usaha untuk menjelaskan jenis usaha tersebut.

“Ya kami hanya menjalankan tugas. Bilamana tak ada ijinnya, maka akan kami berikan surat panggilan. Sementara ini hanya sekedar lisan aja. Katanya sih bergerak di bidang catering,” ucapnya.

Sementara itu, Ahmad salah seorang karyawan menyatakan, kedatangan Satpol PP Tangsel secara lisan mengundang pelaku usaha untuk menjelaskan usaha tersebut.

“Yang saya tahu pihak pemerintah mengundang sini, untuk menjelaskan apa apanya, saya tidak tahu, besok disuruh ke kantor,” singkat Ahmad.

Dari pantauan wartawan, kegiatan Pulbaket tersebut memicu cekcok Satpol PP dengan pihak pelaku usaha yang tidak mau menjelaskan bidang-bidang usaha yang ia jalankan.

Bahkan, orang tersebut sempat bernada tinggi serta menyuruh wartawan untuk menghapus hasil liputan dengan cara mengurung para awak media yang sedang melakukan tugas.

Bahkan orang itu sempat mengancam akan melaporkan awak media yang tengah melakukan konfirmasi serta tidak bersedia memberikan keterangan tentang kegiatan usahanya.

Hingga saat ini, usaha yang disinyalir mempekerjakan puluhan orang karyawan tidak bisa menunjukkan legalitas dari usaha tersebut.

Baca berita jurnalistika.id lainnya di Google News

Kota Tangerang Selatan

satpol PP

Satpol PP Tangsel

Satpol PP vs Pemilik Usaha