Senin, 23 Mei 2022

Tentang KamiRedaksiKontak Kami
Jurnalistika

Perkebunan Vanili di Pandeglang Rusak Lingkungan, Masyarakat Protes

  • Firmansyah

    30 Apr 2022, 20:20 WIB

    Bagikan:

image

Areal lingkungan yang berbatasan dengan perkebunan Vanili di Pandeglang kerap mendapat kiriman banjir lumpur (c)

jurnalistika.id – Perkebunan vanili di Kampung Reunghas, Desa Citeureup, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang menuai kecaman masyarakat. Masyarakat menilai, perkebunan seluas 250 Hektar itu menjadi sebab banjir lumpur yang kerap terjadi.

Wakil ketua Ikatan Pemuda Desa Indonesia (IPDA) Wilayah Banten, Cortis menuturkan, setiap kerusakan lingkungan dengan dalih apapun tidak boleh dilakukan, dan harus segera ditindak. Perusahaan, menurutnya, seharusnya mensejahterakan kehidupan masyarakat sekitarnya.

“Ini malah menyengsarakan masyarakat. Pemerintah kabupaten Pandeglang harus segera turun tangan sebelum kerusakan ini tambah parah,” tuturnya.

Ia juga menyoroti tentang perizinan perusahaan yang belum rampung. Menurut Cortis, ketika perizinan belum selesai dan perusahaan sudah melakukan pembangunan maka ini akan mengakibatkan dampak yang negatif untuk lingkungan dan sosial masyarakat.

“Ketika izinnya belum keluar seharusnya tidak boleh melakukan aktivitas pekerjaan pembangunan, ketika itu dilakukan. Maka yang terjadi bakal ugal-ugalan dan ini sudah jelas aktivitasnya akan merusak lingkungan bahkan sosial masyarakat sekitar”

Cortis yang juga warga Desa Citeureup mengatakan bahwa Desa Citeureup sebelumnya belum pernah merasakan banjir separah tahun ini.

“Begitu adanya perkebunan Vanili walaupun aktivitasnya masih terbilang baru, tapi dampaknya sangat merugikan masyarakat,” kata dia.

“Ini benar-benar kondisi yang sulit untuk masyarakat Citeureup khususnya. Karena dalam satu bulan ini bukan satu kali atau dua kali masyarakat harus mengungsi ke tempat yang lebih aman. Ketika hujan turun maka air begitu cepat akan mengalir ke pemukiman masyarakat,” papar Cortis.

Lebih lanjut, Cortis mengungkapkan bahwa penyebab banjir parah itu karena penebangan hutan yang ada di kawasan perkebunan Vanili.

Apalagi kawasan itu merupakan perbukitan jadi ketika hujan turun, maka air akan mengalir langsung ke pemukiman masyarakat karena sudah tidak ada hutan untuk serapan air,” pungkasnya.

Baca berita dan informasi menarik lainnya di Google News

lingkungan hidup

Pandeglang

Perkebunan vanili


Rekomendasi

Gerai Lengkong Beri Trauma Healing dan Bantuan Untuk Korban Gempa Banten

Gerai Lengkong Beri Trauma Healing dan Bantuan Untuk Korban Gempa Banten

04 Feb 2022
LPBI NU Tangsel Salurkan Bantuan Untuk Korban Gempa di Pandeglang

LPBI NU Tangsel Salurkan Bantuan Untuk Korban Gempa di Pandeglang

25 Jan 2022
Pasca Gempa 6,6 SR, Pasang Surut Air Laut di Banten Normal

Pasca Gempa 6,6 SR, Pasang Surut Air Laut di Banten Normal

14 Jan 2022
Usai Gempa Banten, Sejumlah Rumah Warga di Pandeglang Rusak

Usai Gempa Banten, Sejumlah Rumah Warga di Pandeglang Rusak

14 Jan 2022
Ini Cara LEPPAMI HMI Pandeglang Peringati Hari Sumpah Pemuda

Ini Cara LEPPAMI HMI Pandeglang Peringati Hari Sumpah Pemuda

28 Okt 2020
Kader Demokrat Pandeglang  Bermasalah, Pengamat: Kepercayaan Publik Bisa Menurun

Kader Demokrat Pandeglang Bermasalah, Pengamat: Kepercayaan Publik Bisa Menurun

31 Mei 2020
Aliansi Mahasiswa Pandeglang Bersatu Menyatakan Mosi Tidak Percaya Pada Pemkab Pandeglang

Aliansi Mahasiswa Pandeglang Bersatu Menyatakan Mosi Tidak Percaya Pada Pemkab Pandeglang

01 Apr 2020

Populer

187 Calon Jemaah Haji Asal Kota Tangsel Terancam Gagal Berangkat, Ini Sebabnya