Kamis, 30 Juni 2022

Tentang KamiRedaksiKontak Kami
Jurnalistika

Marak Perilaku Negatif Anak, Mahasiswa Unpam Sosialisasikan Pendidikan Karakter

  • Jurnalistika

    01 Nov 2021, 16:44 WIB

    Bagikan:

image

Mahasiswa Program Studi (Prodi) S1 Akuntansi Universitas Pamulang (Unpam) menyelenggarakan PMKM dengan tema “Sosialisasi tentang Penanaman Pendidikan Karakter dan Motivasi Belajar Anak Usia Dini” di SD Negeri Jampang 03 Kec. Kemang, Kab. Bogor. Senin (25/10/21).

Jurnalistika.id – Pengabdian Mahasiswa kepada Masyarakat (PMKM) merupakan salah satu dari Tri Dharma perguruan tinggi yang harus dilaksanakan oleh para mahasiwa, untuk mengimplementasikan hal tersebut, kelompok mahasiswa Program Studi (Prodi) S1 Akuntansi Universitas Pamulang (Unpam) menyelenggarakan PMKM dengan tema “Sosialisasi tentang Penanaman Pendidikan Karakter dan Motivasi Belajar Anak Usia Dini” di SD Negeri Jampang 03 Kec. Kemang, Kab. Bogor. Senin (25/10/21).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Sekolah SD Negeri Jampang 03, Ibu Lestari Rahayu sekaligus yang membuka acara, Dosen Pembimbing PMKM Ibu Fitriyah S.E., M.Ak:  adapun kelompok mahasiswa di antaranya: Nozaf Yohanda sebagai koordinator kelompok; Karyanto sebagai Penyampai Materi; Sri Rejeki sebagai Moderator: dan Rena Juliana yang bertindak sebagai dokumentasi.

Baca Juga: Inilah Alasan Mahasiswa Unpam Menolak Aksi: Kami Belajar Dari Pengalaman

Koordinator kelompok, Nozaf Yohanda mengatakan, Banyaknya perilaku negatif yang dilakukan oleh siswa baik di tingkat sekolah dasar maupun di perguruan tinggi membuat pendidikan karakter menjadi hal yang sangat penting untuk diupayakan.

“Di dalam dunia pendidikan, karakter adalah salah satu hal yang harus diperhatikan oleh kita semua. salah satu modal pembentuk pribadi yang baik, bijaksana, bertanggung jawab, jujur, dan dapat menghargai orang lain,” kata Nozaf dalam rilisnya, Senin (01/11/21).

Nozaf menambahkan, Pendidikan karakter secara formal adalah pendidikan yang sistematis dan terencana untuk mendidik, memberdayakan, dan mengembangkan peserta didik agar dapat maksimal dalam membangun karakter secara pribadi.

“Sehingga individu dapat tumbuh menjadi individu yang bisa memberikan manfaat bagi dirinya sendiri, bagi keluarga, bangsa, dan negara. Para pendahulu kita juga sudah merumuskan loh sebenarnya bagaimana pendidikan itu harus berjalan,” ujarnya.

Kemudian Ia menyitir apa yang disampaikan oleh Bapak Pendidikan Bangsa Indonesia, Ki Hadjar Dewantara dalam bukunya Bagian Ke – II A: Kebudajaan.

“Pendidikan adalah usaha kebudayaan yang ditujukan untuk memberi bimbingan dalam hidup, tumbuhnya jiwa raga anak agar bawaan lahiriah setiap individu dan pengaruh lingkungannya membuat pribadi mereka menuju adab kemanusiaan, tulis salah satu tokoh dari tiga serangkai itu,” ucap Nozaf.

Selain itu, dalam pemaparan materinya tentang konsep Pendidikan Karakter, Karyanto menjelaskan, Pendidikan karakter akan membentuk siswa menjadi diri terbaik mereka.

Pendidikan karakter yang dilaksanakan di sekolah akan berhasil jika dilakukan secara bersama-sama oleh warga sekolah, tidak terkecuali oleh guru yang langsung atau tidak langsung berinteraksi dengan peserta didik baik di dalam kelas maupun di luar kelas, di dalam lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah.

Baca Juga: Barang Bekas Masih Layak jangan Dibuang, Ayo Sedekahkan

“Selain Pendidikan karakter siswa juga harus mendapatkan Motivasi belajar agar dapat menambahkan semangat dalam belajar di kelas maupun di luar kelas,” jelasnya.

Secara konseptual, Karyanto melanjutkan, Pendidikan karakter memiliki banyak konsep. Namun, salah satu yang paling popular adalah Pendidikan karakter mengandung tiga unsur yaitu mengetahui kebaikan (knowing the good),mencintai kebaikan (desiring the good) dan melakukan kebaikan (doing the good).

Selain pendidikan karakter yang harus diperhatikan, motivasi belajar juga penting diperhatikan terutama oleh guru agar dapat membantu atau melakukan berbagai bentuk tindakan kepada anak dalam belajar.

“Upaya yang dapat dilakukan guru adalah dengan memberikan pujian kepada Siswa, atau bisa hadiah sebagai sebuah penghargaan bagi yang berprestasi, Usaha itu dapat membantu anak menggunakan seluruh potensinya untuk mencapai aktualisasi diri yang maksimal,” pungkas Karyanto.

Baca Juga: PMKM Unpam: Mahasiswa Manfaatkan Botol Plastik Jadi Celengan Unik

Dalam kegiatan yang diikuti 22 siswa tersebut,  5 siswa berani menceritakan tentang cita-citanya di masa depan. Ke 5 siswa tersebut diberikan hadiah sebagai bentuk apresiasi dari mahasiswa karena telah berani dan tampil percaya diri, Ke 5 siswa tersebut mampu menunjukan karakter siswa yang proaktif.

Ke 5 siswa tersebut Di antaranya: Hafisha yang bercita-cita menjadi Guru, Bilqis ingin menjadi Ustazah, lalu Alif Firdaus ingin menjadi Guru Ngaji, Ilmira yang ingin menjadi Pramugari, dan terakhir Cakra yang ingin menjadi Polisi.

PKM Mahasiswa Unpam