Kamis, 30 Juni 2022

Tentang KamiRedaksiKontak Kami
Jurnalistika

Isu Reshuffle Menguat, Seskab: Mau Hari Ini Atau Lusa Terserah Presiden

  • Firmansyah

    14 Jun 2022, 15:19 WIB

    Bagikan:

image

Seskab Pramono Anung. Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden

jurnalistika.id – Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung buka suara terkait isu reshuffle kabinet. Ia menyebut perombakan kabinet sepenuhnya merupakan prerogatif Presiden.

“Yang namanya kabinet itu sepenuhnya kewenangan Presiden. Presiden itu mempunyai hak prerogatif,” ujar Pramono Anung di lingkungan istana kepresidenan Jakarta, Selasa (14/6/2022), dilansir Antara.

Namun begitu, Pramono tak membantah atau mengiyakan bahwa reshuffle kabinet akan digelar besok Rabu (15/6). Soal kapan waktunya, kata Pramono, wewenang Jokowi.

“Presiden mau ganti kapan saja ya terserah Presiden, mau hari ini, mau besok, mau lusa, kewenangan itu sepenuhnya ada pada Presiden,” ujarnya.

Perihal keputusan perlu tidaknya perombakan itu, kata dia, hanya Jokowi yang mengetahui. Menurutnya, sebagai orang yang sudah memimpin pemerintahan selama 8 tahun terakhir, Jokowi sudah berpengalaman.

“Yang jelas, Presiden kan, beliau sudah 8 tahun di pemerintahan ini. Dan beliau tahu banget mana yang menjadi kebutuhan dari kabinet ini. Sehingga itu yang menjadi… beliau sangat tahulah,” sebut Pramono.

Terkait dengan siapa saja yang masuk kabinet, Politikus PDIP ini enggan berkomentar terlalu jauh, apalagi ihwal PAN bakal masuk kabinet atau tidak. Lagi lagi ia menyebut hanya Jokowi yang mengetahui.

“Ya, itu kewenangan sepenuhnya Presiden, mau kapan, orangnya dari mana, partainya apa, kebutuhannya apa, Presiden yang tahu,” kata dia.

Ada Reshuffle, PAN Masuk Kabinet?

Banyak di antara elit politik itu menyebut Partai Amanat Nasional (PAN) berpeluang kuat masuk kabinet. Sebab, pada Agustus 2021 dalam pertemuan bersama Partai koalisi, Presiden Jokowi juga mengajak Partai yang dipimpin Zulkifli Hasan itu. Bahkan, dalam pertemuan, PAN diperkenalkan sebagai sahabat baru koalisi.

Saat ini, Pramono menambahkan, keputusan terkait masuk tidaknya PAN ke kabinet tergantung keputusan Presiden. Termasuk, apa saja kebutuhan dalam pemerintahan. Apalagi, pemerintahan masih berjalan dua tahun lagi.

“Itu Presiden yang tahu karena pemerintahan ini kan masih 2 tahun lagi, sehingga dengan kebutuhan dan kecepatan itu Presiden yang memutuskan,” imbuhnya.

Sebelumnya, sejumlah pihak mendesak Presiden Jokowi untuk mencopot pembantunya di Pemerintahan karena sudah tidak fokus lagi dalam bekerja. Melainkan sibuk memikirkan Pilpres 2024 mendatang.

Baca berita jurnalistika.id lainnya di Google Newsklik di sini.

Sumber: Antara

berita istana

Pemulihan Ekonomi Nasional

Pramono Anung

Presiden Jokowi

Reshuffle Kabinet

Zulkifli Hasan